Super Kawaii Cute Cat Kaoani
Tampilkan postingan dengan label TLKM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TLKM. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Februari 2025

Telkom (TLKM) Buka Suara Soal Komisaris Jadi Tersangka Jiwasraya

IDXChannel - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) buka suara terkait langkah Kejaksaan Agung (Kejagung) yang menetapkan Komisaris Isa Rachmatarwata sebagai tersangka dalam kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

AVP Reporting & Compliance Telkom, Hendra Priatna mengatakan, penetapan Isa Rachmatarwata tidak terkait dengan jabatannya sebagai Komisaris Telkom, melainkan posisinya sebagai Kepala Biro Perasuransian pada badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) periode 2006-2012.

"Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya periode 2008-2018," katanya dalam surat kepada BEI, Senin (10/2/2025).

Hendra tak menjelaskan nasib pejabat eselon I Kementerian Keuangan itu di Telkom setelah ditetapkan tersangka oleh Kejagung. Dia hanya memastikan bahwa perseroan menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan akan terus memantau perkembangan kasus tersebut. 

Di samping itu, Hendra juga menegaskan bahwa fungsi pengawasan Dewan Komisaris atas operasional Telkom tidak terdampak oleh kasus ini dan tetap berjalan normal sebagaimana mestinya. Berdasarkan data BEI, selain Isa, TLKM memiliki delapan komisaris lainnya.

TLKM juga akan terus memantau sekaligus memberikan informasi yang akurat dan transparan kepada seluruh pemangku kepentingan sesuai perkembangan kasus dan ketentuan hukum yang berlaku. 

"Perseroan akan senantiasa berkomitmen untuk menjalankan tata kelola perusahaan yang baik dan menjaga kepercayaan publik terhadap perseroan," ujarnya.

(Rahmat Fiansyah)




Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, Rahmat Fiansyah 10/02/2025 08:35 WIB

Rabu, 22 Januari 2025

Saham Telkom (TLKM) Loncat

JAKARTA, investor.id - Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) loncat pada sesi I perdagangan Rabu (22/1/2025) hari ini. Per pukul 10.00 WIB, saham TLKM ada di Rp 2.740 atau menguat 4,18%.

Saham emiten telekomunikasi ini lari dengan sudah sebanyak 55,57 juta saham ditransaksikan, frekuensi 9.400 kali, dan nilai transaksi Rp 150,91 miliar.

Pada perdagangan 21 Januari kemarin saham Telkom juga naik 0,77%. Asing mencatatkan net buy saham TLKM sebesar Rp 42,8 miliar.

Di sisi lain, potensi peningkatan rata-rata pendapatan per pengguna (average revenue per user/ARPU) seiring penurunan tingkat persaingan berkat konsolidasi operator dapat menguntungkan sektor telekomunikasi. Analis menjagokan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).

“Sektor telekomunikasi menjadi lebih sehat dengan fokus pada kualitas jaringan dan layanan. Strategi FMC (fixed mobile convergence) dapat meningkatkan pendapatan perusahaan telekomunikasi,” tulis tim riset Samuel Sekuritas, baru-baru ini.

Namun, karena kehadiran berbagai pemain dalam layanan fixed broadband (FBB), persaingan ketat dapat memicu perang harga, sehingga memperlambat pertumbuhan pendapatan. Pertumbuhan melambat akibat jumlah pelanggan seluler yang jenuh sebanyak 188 juta dengan tingkat penetrasi 97% serta 352 juta kartu SIM.

ARPU lebih rendah dari perkiraan – saat ini Rp 41.000 – karena potensi downtrading. Penguatan dolar AS juga merupakan kabar buruk bagi belanja modal industri telekomunikasi.

Belum lagi, beban biaya regulasi yang tinggi seperti biaya tahunan spektrum dan kontribusi Universal Service Obligation (USO) serta potensi terbatasnya penurunan suku bunga oleh The Fed dan BI pada tahun ini dapat menyebabkan biaya bunga tetap tinggi untuk operator dengan leverage, seperti PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT XL Axiata Tbk (EXCL).

Potensi Cuan Saham TLKM 

Meski terdapat beberapa hambatan, industri telekomunikasi di Tanah Air tetap memiliki peluang untuk memangkas biaya, mengingat ada potensi lelang spektrum berinsentif. Para perusahaan juga dapat meningkatkan kualitas jaringan dan jumlah pelanggan.

Sementara itu, teknologi canggih seperti Internet of Things (IoT) dapat mendorong permintaan untuk layanan 5G dan serat optik.

Dengan demikian, Samuel Sekuritas menyematkan peringkat overweight untuk sektor telekomunikasi. Itu artinya, investor berpeluang untuk mendapatkan return lebih tinggi dibandingkan dengan sektor lain. “Itu menjadi peluang beli bagi investor,” sebut broker efek tersebut.

Samuel Sekuritas menetapkan saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebagai pilihan utama di sektor telekomunikasi. Target harga saham TLKM dipatok sebesar Rp 3.500. Potensi cuan saham TLKM masih tebal.




Berita ini dikutip dari : Investor Daily
Penulis : Thresa Sandra Desfika
22 Jan 2025 | 10:07 WIB

Senin, 30 Desember 2024

Pekan Pendek: IHSG Menguat 0,75%, Saham TLKM Diborong Asing

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pada perdagangan saham di sepanjang pekan kemarin, 23–27 Desember 2024, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melesat di zona hijau dengan menguat 0,75% secara point-to-point ke posisi 7.036,57.

Bersamaan dengan IHSG yang menguat, investor asing melangsungkan aksi beli bersih (net buy) mencapai Rp134 miliar di seluruh pasar. Sama halnya, di perdagangan saham pasar reguler investor asing net buy Rp101 miliar.

Adapun investor asing tercatat net buy saham terbanyak pada PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mencapai Rp103,43 miliar. Searah dengan aksi pembelian, saham TLKM berhasil menguat 7,84% dalam sepekan ke posisi Rp2.750/saham.

Pergerakan Saham TLKM dalam Sepekan Hingga Jumat (27/12/2024) (Bloomberg)

Berikut 5 saham dengan angka net buy tertinggi oleh investor asing sepanjang perdagangan sepekan 23–27 Desember 2024:

  1. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp103,43 miliar
  2. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp95,87 miliar
  3. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp94,4 miliar
  4. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp53,97 miliar
  5. PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) Rp49,85 miliar

Pada kesempatan yang sama, investor asing mencatat net sell tertinggi pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencapai Rp130,05 miliar. Berseberangan dengan tekanan jual, saham BBRI tetap berhasil solid menguat 0,99% dalam sepekan ke posisi Rp4.100/saham.

Pergerakan Saham BBRI dalam Sepekan Hingga Jumat (27/12/2024) (Bloomberg)


Berikut 5 saham dengan angka net sell terbesar oleh investor asing sepanjang perdagangan sepekan 23–27 Desember 2024:

  1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp130,05 miliar
  2. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp90,43 miliar
  3. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp75,83 miliar
  4. PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp66,67 miliar
  5. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp50,73 miliar

(fad)



Berita ini dikutip dari : Bloombergtechnoz
Muhammad Julian Fadli
30 December 2024 08:30

Kamis, 12 Desember 2024

Saham Telkom (TLKM) Mendadak Lompat, Ada Apa?

JAKARTA, investor.id - Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) melompat 3,25% ke Rp 2.860 pada perdagangan 11 Desember 2024 kemarin.

Sebanyak 140,61 juta saham TLKM ditransaksikan, frekuensi 18.689 kali, dan nilai transaksi Rp 400,69 miliar.

Bahkan saham TLKM diakumulasi. Broker CLSA Sekuritas mencatatkan net buy Rp 84,8 miliar, Maybank Sekuritas net buy Rp 54,8 miliar, dan JP Morgan Sekuritas net buy Rp 27,4 miliar.

Asing memborong saham emiten telekomunikasi ini dengan mencatatkan nilai transaksi beli keseluruhan Rp 286 miliar, dan net buy Rp 151 miliar.

Saham Telkom melompat saat PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) mengumumkan rancangan merger ke publik kemarin. Pada perdagangan 10 Desember TLKM juga naik 1,09%, setelah sebelumnya merah beruntun pada 5, 6, dan 9 Desember.

Saham Telkom melompat saat PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) mengumumkan rancangan merger ke publik kemarin.

Sebagaimana disebutkan dalam siaran pers rencana merger EXCL dan FREN, konsolidasi strategis ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk memastikan alokasi spektrum yang efisien dan menciptakan struktur pasar yang lebih sehat dan bermanfaat kepada seluruh masyarakat.

Sebelumnya diberitakan, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham TLKM dengan target harga berbasis discounted cash flow (DCF) sebesar Rp 4.250.

Strategi FMC (fixed mobile convergence) PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) diyakini mampu mendorong pertumbuhan kinerja perseroan. Strategi itu menawarkan potensi kenaikan terbesar, dengan memanfaatkan captive market yang substansial dan konsolidasi trafik jaringan.

Katalis Pendukung

Strategi FMC merupakan layanan yang menggabungkan jaringan fixed broadband dan internet mobile. “Kami mengantisipasi potensi cross-selling yang kuat melalui penawaran FMC, yang makin didukung oleh sistem penagihan tunggal pada kuartal IV-2024 atau kuartal I-2025,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Niko Margaronis dalam risetnya.

Telkom melalui anak usahanya, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), juga telah meluncurkan beberapa inisiatif produk untuk memperluas dan memperdalam pasar.

Menurut Niko, Telkom memiliki katalis pendukung strategi FMC agar mulai membuahkan hasil. Beberapa katalisator menunjukkan potensi pemulihan pada kuartal IV-2024, yaitu stabilisasi belanja konsumen pada Oktober 2024, kenaikan harga sejumlah paket layanan, dan musim yang kuat (pemilu, hari libur, Lebaran 2025).

BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan pertumbuhan pendapatan sebesar 2% qoq untuk Telkomsel dan sektornya pada kuartal IV-2024, yang akan menjadi landasan positif untuk tahun 2025. Sementara itu, pada kuartal III-2024, pendapatan Telkom – emiten berkode saham TLKM – turun 2,7% qoq. Margin EBITDA inti TLKM juga kontraksi 140 bps menjadi 50,6%, yang mencerminkan lemahnya kondisi makro.

Berbeda dengan pesaing, TLKM mempertahankan kepemilikan aset fiber, dengan InfraCo siap dimonetisasi pada 2025-2026. “Kami memperkirakan margin EBITDA minimal tetap 51%, dengan neraca yang relatif tanpa leverage,” sebut Niko.




Berita ini dikutip dari : Investor Daily
Penulis : Thresa Sandra Desfika
12 Des 2024 | 07:28 WIB

Investor Asing Net Buy Rp400 M, Saham Telkom (TLKM) Diborong

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pada perdagangan saham kemarin, Rabu 11 Desember 2024, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau dengan keberhasilan menguat 11,46 poin (0,15%) di posisi 7.464,75.

Bersamaan dengan penguatan IHSG, investor asing juga melangsungkan aksi beli bersih (net buy) mencapai Rp495,40 miliar pada perdagangan saham di seluruh pasar. Sama halnya, di pasar reguler investor asing juga mencatat net buy sejumlah Rp322,98 miliar.

Adapun investor asing mencatatkan net buy terbanyak pada saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mencapai Rp151,46 miliar. Sejalan dengan aksi beli hingga mendorong saham TLKM menguat 3,25% ke posisi Rp2.860/saham.

Penutupan Saham TLKM pada Rabu 11 Desember 2024 (Bloomberg)

Berikut 10 saham dengan angka net buy tertinggi yang paling jadi incaran oleh investor asing selama perdagangan Rabu (11/12/2024):

  1. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp151,46 miliar
  2. PT XL Axiata Tbk (EXCL) Rp145,39 miliar
  3. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp135,5 miliar
  4. PT Astra International Tbk (ASII) Rp82,84 miliar
  5. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) Rp70,62 miliar
  6. PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) Rp67,47 miliar
  7. PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Rp65,39 miliar
  8. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp41,49 miliar
  9. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp35,01 miliar
  10. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp23,08 miliar

Sedang, investor asing mencatat net sell yang amat masif pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencapai Rp225,39 miliar. Berseberangan dengan tekanan jual yang masif, saham BBRI berhasil tetap solid dengan menguat 0,46% ke posisi Rp4.380/saham.

Penutupan Saham BBRI pada Rabu 11 Desember 2024 (Bloomberg)


Berikut 10 saham dengan angka net sell tertinggi oleh investor asing selama perdagangan kemarin, Rabu (11/12/2024):

  1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp225,39 miliar
  2. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp119,11 miliar
  3. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp47,5 miliar
  4. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) Rp26,5 miliar
  5. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp21,01 miliar
  6. PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) Rp20,68 miliar
  7. PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) Rp19,64 miliar
  8. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp16,16 miliar
  9. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) Rp14,88 miliar
  10. PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp14,68 miliar

(fad/aji)



Berita ini dikutip dari : Bloombergtechnoz
Muhammad Julian Fadli
12 December 2024 08:06

Rabu, 20 November 2024

Kenaikan Saham TLKM Terhenti, 32 Analis Rekomendasikan Buy

Bloomberg Technoz, Jakarta - Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menghentikan kenaikan harga, usai lompat cukup signifikan pada perdagangan kemarin, Selasa (19/11/2024).

Hingga penutupan sesi satu siang ini, Rabu (20/11/2024), saham TLKM kehilangan 70 poin atau setara 2,25% ke level Rp2.710/saham.

Saham TLKM sudah dibuka melemah di level Rp2.740/saham pada pembukaan pagi tadi. Harga juga sempat menyentuh level terendah di Rp2.640/saham.

Saham TLKM tak mampu bangkit ke zona hijau. Ini tercermin dari level tertinggi yang mampu dicapai hanya di level Rp2.750/saham.

Nilai transaksi tercatat Rp260,25 miliar usai 96,63 juta saham ditransaksikan. Frekuensi yang terjadi sebanyak 20.225 kali.

Di penutupan sesi I kemarin saham TLKM sempat lompat 170 poin atau setara 6,56% ke level Rp2.800/saham.

Dari konsensus Bloomberg, sebanyak 32 analis merekomendasikan buy saham TLKM. Enam lainnya merekomendasikan hold, tanpa ada satu pun analis merekomendasikan sell.

Target harga TLKM secara konsensus untuk 12 bulan ke depan ada di level Rp3.613,89/saham.

Rekomendasi terbaru datang dari analis Bahana Sekuritas Kevin Jonathan. Dia mengubah rekomendasinya menjadi hold mulai kemarin.

Target harga darinya ada di level Rp3.100/saham.

Analis Ciptadana Sekuritas Gani juga mengubah sikapnya untuk saham TLKM. Dia lebih bearish, dengan merekomendasikan buy dan target harga Rp3.700/saham.

(red)



Berita ini dikutip dari : Bloombergtechnoz
Redaksi
20 November 2024 13:30

IHSG Sesi I Melemah ke 7.191, Saham TLKM-ISAT di Pucuk Top Losers

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup koreksi 0,06 persen di 7.191,66 pada sesi I perdagangan Rabu (20/11/2024).

Sempat menguat saat bel pembukaan hingga melewati area psikologis menuju 7.229,71, awan mendung tekanan jual masih menyelimuti indeks komposit.

Total 261 saham menguat, 312 melemah, dan 372 lainnya stagnan. Nilai transaksi menyentuh Rp4,31 triliun, dari volume 9,89 miliar saham.

Sejumlah indeks utama lain bergerak variative, seperti LQ45 naik 0,03 persen ke 877,20, JII melemah 0,36 persen ke 512,47, IDX30 turun 0,03 persen ke 448,60, dan MNC36 melemah 0,04 persen ke 343,08.

Sebanyak 10 dari 11 sektor berada di zona merah dengan penurunan rata-rata di bawah 1 persen. Sementara 1 sektor yang menguat hanya sektor keuangan.

Tiga saham konstituen LQ45 yang memimpin top gainers, yakni PT Bank Jago Tbk (ARTO) melompat 5,49 persen ke Rp2.690, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mendaki 3,21 persen ke Rp1.125, dan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) naik 3,09 persen ke Rp1.335.

Sedangkan yang menghuni top losers LQ45 meliputi PT Indosat Tbk (ISAT) turun 3,67 persen ke Rp2.360, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) melemah 2,52 persen ke Rp2.710, dan PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) turun 2,34 persen ke Rp835.

(Fiki Ariyanti)




Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, Dinar Fitra Maghiszha 20/11/2024 12:20 WIB

Kamis, 31 Oktober 2024

Telkom (TLKM) Cetak Laba Rp17,67 Triliun hingga Kuartal III-2024

IDXChannel - PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom (TLKM) mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp17,67 triliun hingga kuartal III-2024. 

Realisasi ini turun 9,35 persen dibanding periode yang sama tahun lalu Rp19,5 triliun, mengutip laporan keuangan perseroan, Rabu (30/10/2024).

TLKM mendulang pendapatan sebesar Rp112,22 triliun sepanjang sembilan bulan 2024 atau naik tipis 0,88 persen dari sebelumnya Rp111,24 triliun. 

Per 30 September 2024, hampir seluruh biaya dan beban emiten pelat merah meningkat. Di antaranya beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi naik menjadi Rp29,98 triliun.

Beban penyusutan dan amortisasi menjadi Rp24,25 triliun, beban karyawan naik menjadi Rp13,16 triliun, dan beban interkoneksi naik menjadi Rp4,92 triliun.

Sementara itu, jumlah ekuitas TLKM tercatat menyusut dari Rp156,56 triliun per 31 Desember 2023 menjadi Rp154,35 triliun per 30 September ini. Pun dengan total aset sedikit turun dari Rp287,04 triliun menjadi Rp285,13 triliun. 

Sedangkan total liabilitas melandai jadi Rp130,78 triliun dari sebelumnya Rp130,48 triliun. 

(Fiki Ariyanti)



Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, Fiki Ariyanti 30/10/2024 19:03 WIB

Jumat, 18 Oktober 2024

Telkom (TLKM) Diproyeksi Moncer Tahun Depan, Simak Rekomendasi Sahamnya

    Reporter: Nova Betriani Sinambela | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) diproyeksi bakal bertumbuh pada tahun depan, didukung kebijakan pemerintah baru. Sementara tahun ini, TLKM diprediksi masih menghadapi tekanan. 

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta skeptis terhadap pertumbuhan laba emiten pelat merah ini di akhir tahun. 

Menurut dia, pada kuartal ketiga TLKM ada peluang pertumbuhan di sisi pendapatan. Namun untuk laba TLKM diperkirakan bakal mengalami tekanan, mengingat operating expenses perusahaan ini meningkat di kuartal I dan II. 

"Ditambah rugi investasi dari GOTO menjadi tantangan yang dihadapi TLKM, walaupun masih unrealized loss," ujar Nafan kepada Kontan.co.id, Kamis (17/10). 

Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas pun memproyeksi untuk akhir tahun kinerja TLKM hanya akan menunjukkan pertumbuhan yang terbatas.

Mengenai kerugian investasinya di GOTO, Sukarno mengatakan jika mempertimbangkan pergerakan saham GOTO yang mengalami perbaikan dengan harga penutupan kuartal II di Rp 50 dan kini berada di Rp 67. 

Hal tersebut menunjukkan potensi rebound, terutama karena harga saham GOTO telah terdiskon signifikan. Tren perbaikan ini bisa mencerminkan sentimen yang lebih positif bagi TLKM.

Namun dari segi proyeksi pendapatan dan laba, tantangan tetap ada. Berdasarkan kinerja semester pertama 2024, pertumbuhan pendapatan TLKM hanya sekitar 2% YoY, sementara laba bersihnya turun -2,5% YoY. 

Jadi walaupun ada potensi penguatan harga saham, kinerja keuangan TLKM masih menghadapi tekanan, terutama di bottom line. 

Namun TLKM punya katalis positif untuk mendongkrak kinerjanya, yakni sentimen penurunan tren suku bunga. Suku bunga yang lebih rendah dapat mengurangi beban pembiayaan bagi perusahaan, yang berpotensi meningkatkan margin keuntungan.

"Kemudian di akhir tahun, seperti biasanya aksi window dressing di pasar saham juga bisa menjadi peluang bagi penguatan harga saham TLKM," kata Sukarno kepada Kontan.co.id, Kamis (17/10). 

Sementara itu, Analis BRI Danareksa Niko Margonis mengatakan kebijakan pemerintah baru seperti pengurangan pungutan CPO, program makanan gratis, dan pemeriksaan kesehatan akan bertindak sebagai katalisator pemulihan bagi emiten pelat merah ini. 

"Telkomsel berencana untuk memanfaatkan ini dengan menaikkan harga setelah pasar terbebas dari hambatan paket perdana baru-baru ini," jelas Niko dalam riset, (30/9).

Niko juga mencermati strategi Telkomsel untuk mengonsolidasikan penawaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sehingga pengguna akan lebih mudah mengontrol dan menyelaraskan penggunaan dengan pembayaran melalui berbagai moda akses internet, berpotensi meningkatkan daya saing perusahaan.

Apalagi TLKM merupakan pemain dominan di pasar, dengan pangsa 50% di mobile dan 60%-70% di fixed broadband subscription. Strategi tersebut berpotensi mengubah lanskap pasar. 

Perkiraan Niko, apabilah strategi tersebut berjalan sesuai target yakni pada akhir 2024. Maka akan berdampak positif pada daya saing Telkomsel, khususnya dalam meningkatkan average revenue per user (ARPU) dan average revenue per account (ARPA) mulai tahun 2025.

Sejalan dengan berbagai inisiatif tersebut, Telkomsel tengah fokus ntuk lebih efisien dalam pengeluaran modal dan meningkatkan kesehatan finansialnya.

Emiten telekomunikasi ini berupaya untuk menurunkan rasio belanja modal menjadi 17%-19% hingga 2028. Upaya tersebut dilakukan seiring dengan pelaksanaan program 5 Langkah Berani, yang mencakup penerapan penagihan tunggal dalam model bisnis Fixed Mobile Convergence (FMC). 

Tujuan dari penurunan rasio tersebut adalah untuk meningkatkan Free Cash Flow (FCF) perusahaan. Dengan demikian, harapannya peningkatan dividen bisa mulai terwujud pada tahun 2025-2026.

Untuk proyeksi pertumbuhan kinerja di akhir tahun 2024, BRI Danareksa memangkas proyeksi pertumbuhan pendapatan menjadi di bawah 2% dari sebelumnya 2,7% secara year-on-year. Adapun nilai pendapatannya diprediksi Rp 152,2 triliun, dan laba bersih TLKM diproyeksi Rp 23,3 triliun. 

Kemudian menurunkan ekspektasi margin EBITDA menjadi 50,6% dari 51,7%. Penurunan ini disebabkan oleh efisiensi dari sistem ERP yang diperkirakan baru akan terealisasi penuh di tahun depan. 

Sementara secara valuasi sahamnnya, Sukarno mengatakan bahwa harga TLKM saat ini tergolong undervalued karena di bawah rata-rata lima tahun. Sukarno tetap merekomendasikan buy dengan target harga Rp 3.400 per saham untuk TLKM. 

Begitupun Niko dari BRI Danareksa mempertahankan rekomendasi buy untuk TLKM dan target harganya Rp 4.250 per saham. Sebab Niko yakin terhadap potensi peningkatan pertumbuhan laba akan terlihat pada tahun 2024. 

Sementara Nafan merekomendasikan buy on weakness dengan target harga Rp 3.700 per saham. 




Berita ini dikutip dari : Kontan Investasi
Kamis, 17 Oktober 2024 / 21:05 WIB
Reporter: Nova Betriani Sinambela | Editor: Wahyu T.Rahmawati

Kamis, 29 Agustus 2024

Telkom Gaet 446 Perusahaan Global Bikin Ekosistem Digital

Dok: Telkomsel

 Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom (TLKM) melalui anak usahanya, PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) mengumpulkan 446 perusahaan telekomunikasi global dari 40 negara, seiring dengan rencana perusahaan untuk mengembangkan ekosistem digital ke kancah global.

Gelaran tersebut dilakukan melalui acara tahunan Bali Annual Telkom International Conference (BATIC), yang pada tahun ini menjadi gelaran yang kesembilan, yang dilaksanakan di Nusa Dua, Bali.

"TelkomGroup melalui Telin terus membangun infrastruktur telekomunikasi, seperti pembangunan kabel laut di berbagai wilayah. Di samping itu, tentunya TelkomGroup juga terus berkomitmen untuk membangun masa depan digital yang berkelanjutan," ujar Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah dalam konferensi pers, dikutip Kamis (29/8/2024).

Ririek mengatakan, perhelatan tersebut juga sebagai bagian dari rencana entitas usahanya yang tengah mendorong inovasi yang akan mempengaruhi masa depan telekomunikasi global, salah satunya melalui pembangunan dan integrasi kabel bawah laut.

Dalam kesempatan yang sama, Chief Executive Officer (CEO) Telin Budi Satria Dharma Purba mengatakan, BATIC juga berfungsi sebagai platform penting bagi para pemangku kepentingan di seluruh industri untuk bertemu, berdiskusi, berkolaborasi, dan membangun jaringan yang kuat.

"Sehingga pada akhirnya akan menghasilkan kesepakatan bisnis dan kemitraan. Tujuan kami agar BATIC dapat berkembang menjadi platform utama yang tidak hanya menciptakan peluang bisnis baru. namun juga memberikan kontribusi yang signifikan bagi industri telekomunikasi nasional dan global.”

Bertemakan “Cultivating the Sustainable Digital Ecosystem”, BATIC 2024 akan menghadirkan beragam aktivitas yang dapat diikuti oleh lebih dari 1.300 peserta dari 450 perusahaan dan 40 negara

Acara dimulai dengan pameran dari berbagai pelaku industri teknologi dan telekomunikasi, dilanjutkan dengan acara konferensi yang dibagi menjadi dua hari pada 28 dan 29 Agustus 2024.

Sultan Ibnu Affan
29 August 2024 08:55

Dikutip dari bloombergtechnoz