Super Kawaii Cute Cat Kaoani
Tampilkan postingan dengan label TPIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TPIA. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 November 2024

Profil PT Chandra Asri Petrochemical Tbk: Pemasok Utama Industri Petrokimia Indonesia

IDXChannel – Membahas terkait profil PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP) memang diperlukan bagi investor yang memiliki saham dalam portofolionya.  PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), berganti nama menjadi PT Chandra Asri Pacific Tbk.

Emiten berkode saham (TPIA) adalah perusahaan terkemuka di Indonesia yang bergerak di bidang industri petrokimia. Sebagai bagian dari Grup Barito Pacific, perusahaan ini memiliki peran penting dalam penyediaan bahan baku kimia yang digunakan dalam berbagai sektor industri, seperti plastik, otomotif, konstruksi, dan banyak lagi. 

Artikel ini akan membahas lebih dalam tentang profil Chandra Asri Petrochemical Tbk, sejarah perusahaan, hingga keuangan perusahaannya.

Sejarah dan Latar Belakang PT Chandra Asri Petrochemical Tbk

Chandra Asri didirikan pada tahun 1984 dan mulai beroperasi sebagai pabrik petrokimia yang memproduksi olefin (seperti etilena, propilena) dan polietilena, dua bahan utama dalam industri plastik. Seiring berjalannya waktu, perusahaan ini telah berkembang pesat dan menjadi salah satu pemain utama di industri petrokimia Indonesia, serta menjadi bagian penting dari grup Barito Pacific, yang memiliki fokus dalam sektor energi dan industri.

Pada tahun 2011, Chandra Asri Petrochemical Tbk go public dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham TPIA. Sejak saat itu, perusahaan ini semakin memperkuat posisinya di pasar domestik maupun internasional, dengan terus meningkatkan kapasitas produksi dan mengembangkan teknologi baru untuk mempertahankan daya saing di industri yang sangat kompetitif ini.

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk memiliki fasilitas produksi yang tersebar di berbagai lokasi, termasuk di kawasan industri Cilegon, Banten. Dengan kapasitas produksi yang terus berkembang, perusahaan ini memiliki salah satu fasilitas petrokimia terbesar di Indonesia, dengan fasilitas yang dirancang untuk memproduksi sejumlah besar produk petrokimia untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan internasional.

Kinerja Keuangan TPIA

Sebagai perusahaan terbuka yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, kinerja keuangan Chandra Asri Petrochemical Tbk dapat dipantau melalui laporan tahunan dan laporan kuartalan yang dipublikasikan secara rutin. Sejak go public, CAP menunjukkan kinerja yang solid dengan pendapatan yang terus tumbuh berkat permintaan yang stabil untuk produk petrokimia domestik dan ekspor.

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melaporkan tingkat likuiditas yang kokoh hingga akhir kuartal III-2024 untuk mendukung kinerja operasional ke depan dengan total kas dan setara kas mencapai USD1,2 miliar. 

Berdasarkan laporan perusahaan per 30 September 2024, TPIA mencatatkan liquidity pool yang kuat sebesar USD2,3 miliar terdiri dari USD1,2 miliar dalam bentuk kas dan setara kas serta USD800 juta dalam bentuk surat berharga dan Available Committed Revolving Credit Facilities sebesar USD300 juta.

Dengan berbagai produk unggulan dan kapasitas produksi yang terus berkembang, perusahaan ini memainkan peran vital dalam memenuhi kebutuhan industri dalam negeri serta pasar global. 

Melalui komitmennya terhadap keberlanjutan dan inovasi, Chandra Asri terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin di industri petrokimia Indonesia. Sebagai perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, Chandra Asri menawarkan peluang investasi yang menarik bagi para investor yang tertarik pada sektor industri yang berkembang pesat ini.

(Shifa Nurhaliza Putri)



Berita ini dikutip dari :
Market news, Shifa Nurhaliza Putri 18/11/2024 08:18 WIB

Jumat, 27 September 2024

Ada yang Akumulasi Saham Emiten Prajogo Pangestu

JAKARTA, investor.id - Saham emiten Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mendadak lompat 2,23% ke Rp 9.150 pada akhir perdagangan 26 September 2024 kemarin.

Padahal saham TPIA di awal perdagangan kemarin sempat memerah dan kemudian bangkit.

Sebanyak 23,41 juta saham Chandra Asri diperdagangkan, frekuensi 7.926 kali, dan nilai transaksi Rp 211,8 miliar.

Saham TPIA banyak diakumulasi kemarin. Broker Maybank Sekuritas mencatatkan net buy saham TPIA Rp 30,3 miliar, dan JP Morgan Sekuritas juga net buy saham Chandra Asri Rp 20,4 miliar.

Saham Chandra Asri juga diborong asing. Di mana asing membukukan net buy saham TPIA Rp 64 miliar pada perdagangan kemarin.

Transformasi

Saham Chandra Asri (TPIA) melanjutkan capaian positif perdagangan 25 September yang juga diparkir melompat 4,07%.

Emiten Prajogo Pangestu, Chandra Asri Pacific (Chandra Asri Group), dengan kode saham TPIA, agresif berekspansi ke berbagai sektor usaha sejak akhir 2022.

Perseroan kini telah bertransformasi menjadi holding di sektor kimia dan infrastruktur, di mana bisnis infrastruktur mencakup lini pengolahan energi, air serta jetty & tank farm. Perkembangan bisnis infrastruktur ini melengkapi bisnis petrokimia yang sudah lebih dahulu digeluti. 



Berita ini dikutip dari : Investor Daily
Penulis : Thresa Sandra Desfika
27 Sep 2024 | 08:46 WIB

Rabu, 11 September 2024

Jelang Dua Aksi Korporasi Besar, Saham Chandra Asri (TPIA) Jatuh hingga ke Luar Top 3 Market Cap BEI, Ada Apa?

 

JAKARTA, investortrust.id –  Harga saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan penurunan beruntun dalam sebulan terakhir lebih dari 15% hingga posisinya sebagai emiten dengan kapitalisasi (market cap) terbesar ketiga di Bursa Efek Indonesia (BEI) tergusur.  Koreksi tersebut berbanding terbalik dengan saham-saham emiten Prajogo Pangestu lainnya yang justru mencatatkan lompatan harga. 

 

Penurunan harga saham TPIA juga berbanding terbalik dengan sejumlah rencana aksi korporasi yang bakal direalisasikan tahun ini, seperti rencana akuisisi 80% saham Shell Singapura yang bisa mendongkrak pendapatan hingga enam kali lipat dan rencana unlock value Chandra Daya Investasi yang berpotensi menarik dana US$ 1 miliar.


Chandra Daya Investasi merupakan anak usaha TPIA yang menyediakan solusi  bisnis infrastruktur. Bisnis energi dijalankan oleh Krakatau Daya Listrik, bisnis air melalui Krakatau Tirta Industri, serta bisnis jetty dan tank lewat Redeco Petrolin Utama.

 

Berlanjutnya penurunan harga saham tersebut menjadikan posisi TPIA sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar ketiga terlempar ke peringkat empat disalip PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Saat ini, market cap TPIA mencapai Rp 780,76 triliun, dibandingkan dengan BBRI Rp 780,76 triliun.

 

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham TPIA telah melemah sebanyak dari Rp 10.475 pada penutupan perdagangan 9 Agustus menjadi Rp 9.075 pada perdagangan intraday sesi I, Rabu (11/9/2024). Dengan demikian terjadi penurunan sebanyak 15,42% dalam sebulan terakhir.

 

Penurunan tersebut berbanding terbalik dengan empat saham lainnya yang dikendalikan Prajogo Pangestu, yaitu saham BREN melesat dari level Rp 8.350 menjadi Rp 11.675 atau melesat 39,82%. Saham PT Petrosea Tbk (PTRO) melesat dari Rp 7.925 menjadi Rp 13.475 atau melesat 70,03%.


Begitu juga dengan saham PT Petrindo Jaya Kreasi tbk (CUAN) dalam sebulan terakhir dari level Rp 7.800 menjadi Rp 9.200 atau melambung 17,94%. Penguatan juga melanda saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melesak dari Rp 1.045 menjadi Rp 1.145 atau naik 9,5%.

 

Berdasarkan data Prajogo Pangestu bertindak sebagai pengendali saham grup Barito. Dirinya tercatat memegang 71,1% saham BRPT. Prajogo melalui BRPT menggenggam 69,64% saham BREN, BRPT menguasai 30,06% saham TPIA, Prajogo juga tercatat sebagai pemegang langsung 84,9% saham CUAN dan Prajogo melalui CUAN mengendalikan 41,51% saham PTRO.

 



Berita ini dikutip dari : Investor Trust

Editor | Parluhutan Situmorang