Super Kawaii Cute Cat Kaoani
Tampilkan postingan dengan label ENRG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ENRG. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Desember 2024

ENRG Berencana Buyback Saham, Siapkan Dana Rp192 Miliar

IDXChannel - PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) berencana melakukan pembelian kembali alias buyback saham. Emiten energi Bakrie Group itu menyiapkan dana USD12 juta atau setara Rp192 miliar.

Direktur & Corporate Secretary ENRG, Rini Hosniari mengatakan, perseroan akan melakukan buyback saham di pasar reguler secara bertahap dan akan diselesaikan paling lambat 12 bulan usai mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

"Pembelian kembali saham perseroan akan dilaksanakan dengan memperhatikan kondisi likuiditas dan permodalan perseroan, serta ketentuan perundang-undangan yang berlaku," katanya lewat keterbukaan informasi, Kamis (19/12/2024).

ENRG menjadwalkan RUPSLB pada tanggal 24 Januari 2025. Perseroan telah mengumumkan pemanggilan rapat itu kemarin (18/12/2024).

Perseroan menyiapkan dana maksimal Rp192 miliar untuk mengeksekusi aksi korporasi tersebut. Dengan dana itu, maka jumlah saham yang akan dibeli selama periode buyback tidak akan lebih dari 10 persen dari modal disetor. Perseroan juga akan mematuhi syarat minimal saham beredar (free float) 7,5 persen.

Menurut Rini, keputusan manajemen melakukan buyback tak lain untuk meningkatkan nilai dari investasi para pemegang saham. Dengan buyback ini, jumlah saham beredar akan berkurang sehingga laba bersih per saham otomatis akan meningkat.

Dia menambahkan, buyback juga memberikan fleksibilitas pengelolaan modal jangka panjang. Di mana saham treasuri ini nantinya bisa dialihkan kembali di masa depan, termasuk diberikan sebagai insentif jangka panjang kepada jajaran manajemen atau karyawan ENRG.

Di samping itu, buyback juga menunjukkan bahwa manajemen percaya atas kinerja perseroan, baik saat ini maupun masa yang akan datang.

"Perseroan berkeyakinan bahwa harga saham perseroan di BEI saat ini belum mencerminkan nilai fundamental perseroan dan kinerja perseroan," ujarnya.

Saat ini, harga saham ENRG berada di level Rp238 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar Rp5,9 triliun. Harga ini mencerminkan PER 5,25 kali (TTM), PBV 0,55 kali, dan EV/EBITDA 2,31 kali (TTM).

(Rahmat Fiansyah)




Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, Rahmat Fiansyah 19/12/2024 09:00 WIB

Senin, 28 Oktober 2024

Saham MEDC hingga ENRG Terpukul Jatuhnya Harga Minyak

IDXChannel – Saham emiten minyak dan gas (migas) serentak merosot pada perdagangan Senin (28/10/2024), seiring komoditas energi acuannya melemah signifikan.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.19 WIB, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) terkoreksi 2,68 persen, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) turun 1,77 persen, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) tergerus 1,46 persen.

Kemudian, saham APEX terdepresiasi 1,23 persen, RAJA memerah 0,86 persen, dan ELSA berkurang 0,84 persen.

Harga minyak mentah dunia turun tajam pada perdagangan Senin (28/10/2024) pagi.

Hal tersebut setelah serangan balasan Israel terhadap Iran pada akhir pekan lalu menghindari infrastruktur minyak dan nuklir Teheran, serta tidak mengganggu pasokan energi, yang meredakan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Berdasarkan data pasar, pukul 07.12 WIB, kontrak berjangka (futures) minyak jenis Brent merosot 3,72 persen ke level USD72,65 per barel, sedangkan minyak WTI jatuh 3,94 persen ke posisi USD68,82 per barel pada Senin.

Kedua kontrak minyak ini naik 4 persen pekan lalu di tengah perdagangan yang fluktuatif karena pasar mencermati ketidakpastian terkait respons Israel terhadap serangan misil Iran pada 1 Oktober dan pemilihan umum (pemilu) Amerika Serikat (AS) bulan depan.

Puluhan jet tempur Israel menyelesaikan tiga gelombang serangan sebelum fajar pada Sabtu, menargetkan pabrik misil dan beberapa lokasi lain di dekat Teheran dan di wilayah barat Iran, dalam rangkaian eskalasi terbaru antara kedua rival di kawasan Timur Tengah.

"Premi risiko geopolitik yang sempat terbentuk pada harga minyak akibat antisipasi serangan balasan Israel kini mereda," kata Analis Energi di MST Marquee, Saul Kavonic.

Menurut Kavonic, sifat serangan yang lebih terbatas, termasuk menghindari infrastruktur minyak, meningkatkan harapan akan jalan menuju deeskalasi.

Sementara, PVM Oil Associates mencatat, pasar memang tidak sepenuhnya terhenti, namun ketidakpastian membuat investor bersikap pragmatis secara wajar.

“Tampaknya mereka merasa terlalu berisiko untuk membiarkan posisi terbuka lebih dari satu atau paling lama dua hari. Dua hari kenaikan [di pekan lalu] diikuti dengan dua hari aksi ambil untung,” katanya.

Harga minyak mengalami fluktuasi tajam bulan ini akibat meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah, meskipun respons Israel lebih terkendali dan proporsional dari yang dikhawatirkan pasar, memunculkan harapan akan deeskalasi lebih lanjut di kawasan tersebut.

Dari sisi permintaan, tanda-tanda lemahnya aktivitas ekonomi di China sebagai konsumen utama terus menekan sentimen, dengan data akhir pekan menunjukkan penurunan laba industri meski ada stimulus pemerintah baru-baru ini.

Di sisi lain, pelaku pasar mencermati kemungkinan penyesuaian produksi dari OPEC+ dan dampak pemilu AS. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, TIM RISET IDX CHANNEL 28/10/2024 10:26 WIB