Super Kawaii Cute Cat Kaoani
Tampilkan postingan dengan label KAEF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KAEF. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Januari 2025

Saham Kesehatan IRRA-KAEF Cs Naik saat Wabah Virus HMPV Merebak di China

IDXChannel – Saham emiten kesehatanfarmasi hingga pengelola rumah sakit (RS), menguat pada Senin (6/1/2025), di tengah spekulasi pelaku pasar terhadap kabar merebaknya wabah virus Human Metapneumovirus (HMPV) di China.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.20 WIB, saham emiten distributor alat kesehatan PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) meningkat 13,79 persen ke Rp462 per saham.

Saham emiten farmasi BUMN PT Kimia Farma Tbk (KAEF) juga melesat 12,31 persen ke Rp730 per saham dan PT Phapros Tbk (PEHA) terkerek 10,69 persen.

Saham farmasi lainnya ikut menguat. Sebut saja, MERK yang naik 1,42 persen, SOHO 0,77 persen, dan DVLA 0,31 persen.

Selanjutnya, saham penyedia layanan laboratorium DGNS naik 6,80 persen, PRDA tumbuh 4,92 persen, dan LABS menghijau 2,99 persen.

Kemudian, saham pengelola RS PRIM mendaki 5,26 persen, SAME terapresiasi 4,55 persen, BMHS 2,31 persen, SILO 1,62 persen.


Diwartakan sebelumnya, wabah virus HMVP yang sedang merebak di China telah menjadi perhatian internasional belakangan ini.

Virus ini menyebar dengan sangat luas dan cepat, menyebabkan lonjakan kasus yang signifikan di wilayah China bagian utara.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) mengimbau masyarakat untuk tidak panik tetapi tetap waspada dan menjaga kesehatan guna mencegah risiko penularan virus ini.

Juru Bicara Kemenkes RI, Widyawati menjelaskan bahwa langkah-langkah preventif seperti menjaga pola hidup sehat, mencuci tangan secara teratur, dan menggunakan masker di tempat umum dapat membantu mengurangi risiko tertular penyakit menular.

“Saat ini belum ada laporan kasus HMPV di Indonesia. Meski begitu, kami mengimbau agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Hal ini penting untuk memperkuat daya tahan tubuh dan mencegah penularan berbagai virus yang berpotensi mengancam kesehatan,” kata Widyawati dalam keterangan yang diterima, Sabtu (4/1/2025) lalu.

Widyawati pun mengatakan pemerintah Indonesia juga terus memantau perkembangan situasi wabah HMPV di China dan negara-negara lain.

Langkah antisipasi dilakukan melalui peningkatan kewaspadaan di pintu-pintu masuk negara, termasuk pengawasan kekarantinaan kesehatan bagi pelaku perjalanan internasional yang menunjukkan gejala Influenza Like Illness (ILI).

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan langkah-langkah preventif yang efektif. Upaya ini dilakukan agar virus ini tidak masuk ke Indonesia,” ujar Widyawati.

Diketahui, HMPV adalah virus yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan, dengan gejala yang mirip flu biasa seperti batuk, pilek, demam, dan sesak napas. Dalam kasus berat, virus ini dapat menyebabkan komplikasi seperti bronkitis atau pneumonia.

Virus ini biasanya tidak berbahaya bagi orang dewasa yang sehat, tetapi berisiko lebih tinggi bagi anak-anak, lansia, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, termasuk mereka yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes, gangguan pernapasan, atau penyakit jantung. 

Hingga saat ini, belum ada vaksin atau pengobatan khusus untuk HMPV. Meski demikian, perawatan suportif seperti rehidrasi, pengendalian demam, dan istirahat cukup efektif dalam membantu meringankan gejala.

Kemenkes mengajak masyarakat untuk tetap memantau informasi resmi terkait perkembangan virus ini.

Pemerintah juga menekankan pentingnya kerja sama masyarakat dalam menerapkan langkah pencegahan dan segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala infeksi saluran pernapasan. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.



Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, TIM RISET IDX CHANNEL 06/01/2025 10:33 WIB

Kamis, 05 September 2024

Semester I-2024, Rugi Kimia Farma (KAEF) Naik 942% Jadi Rp226 M

 

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Kimia Farma Tbk (KAEF) masih membukukan kerugian bersih sebesar Rp226,7 miliar sepanjang semester I 2024. Angka ini membengkak 942,3% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang juga rugi Rp21,75 miliar.

Padahal, berdasarkan laporan keuangan, Kimia Farma (KAEF) membukukan kenaikan penjualan neto sebesar 5,40% menjadi Rp5,21 triliun. Pada semester I 2023, KAEF meraup penjualan neto sebesar Rp4,94 triliun.

Secara terperinci, penjualan tersebut dikontribusikan oleh segmen produk obat generik yang memyumbang Rp743,5 miliar, naik dari sebelumnya yang sebesar Rp586,9 miliar.

Kemudian, segmen obat ethical, lisensi, dan narkotika juga tercatat naik menjadi Rp464,2 miliar dari sebelumnya yang sebesar Rp370,5 miliar. Segmen obat over the counter (OTC) dan kosmetik menyumbang Rp168,3 miliar.

Lalu, segmen bahan baku dan alat kesehatan lain-lain masing-masing menyumbang Rp107,6 miliar dan Rp33,64 miliar.

Naiknya penjualan tersebut turut membuat beban pokok penjualan membengkak menjadi Rp3,63 triliun dari sebelumnya yang sebesar Rp3,11 triliun. Alhasil, laba bruto tersisa sebesar Rp1,57 triliun.

Setelah diakumulasi oleh pos beban dan penghasilan lainnya, rugi tahun berjalan KAEF yang dapat diatribusikan kepada entitas induk menjadi Rp226,7 miliar, membengkak lebih dari 9 kali lipat secara tahunan.

Sementara itu, total aset hingga akhir Juni 2024 tercatat sebesar Rp17,06 triliun, turun tipis dari posisi akhir Desember 2023 yang sebesar Rp17,58 triliun. Jumlah liabilitas dan ekuitas masing-masing tercatat sebesar Rp11,13 triliun dan Rp5,93 triliun.

Berita ini dikutip dari : Bloombergtechnoz

Sultan Ibnu Affan
05 September 2024 08:52