Super Kawaii Cute Cat Kaoani
Tampilkan postingan dengan label BUKA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BUKA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Februari 2025

Transaksi Jumbo di Saham Bukalapak (BUKA) Terungkap

IDXChannel - Saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) ditransaksikan hingga Rp1,3 triliun pada perdagangan Senin (25/2/2025). Transaksi tersebut terjadi di pasar negosiasi.

Transaksi jumbo tersebut ternyata dilakukan oleh PT Kreatif Media Karya (KMK) selaku pengendali saham BUKA. Perusahaan itu merupakan anak perusahaan yang 99,99 persen sahamnya dimiliki oleh PT Elang Mahkota Teknologi Tbk alias Emtek (EMTK).

Sekretaris Perusahaan BUKA, Cut Fika Lutfi mengatakan, pengendali perseroan itu membeli 9,74 miliar saham BUKA atau setara 9,44 persen dari total saham tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Tujuan dari transaksi untuk investasi," katanya melalui keterbukaan informasi, Selasa (25/2/2025).

Dengan transaksi ini, maka kepemilikan saham KMK di Bukalapak bertambah. Dari sebelumnya 25,38 miliar saham (24,61 persen) menjadi 35,12 miliar saham (34,05 persen). 

Di samping lewat KMK, EMTK diketahui juga memiliki 10,68 miliar (10,34 persen) saham  Bukalapak sehingga total kepemilikan EMTK melalui dua entitas tersebut sekitar 44,39 persen.

Proses transaksi jumbo itu dilakukan melalui broker CGS Sekuritas (YU) sebagai seller sementara buyer memakai broker CLSA Sekuritas (KZ).

Tak diketahui siapa seller yang melakukan divestasi atas saham BUKA. Namun, jika melihat data KSEI, jumlah saham yang dibeli oleh anak usaha EMTK tersebut serupa dengan yang dimiliki oleh Archipelago Investment Pte Ltd.

Sebagai informasi, Archipelago yang berbasis di Singapura merupakan perusahaan holding investasi yang sepenuhnya dimiliki oleh GIC (Ventures) Pte Ltd. GIC adalah badan usaha yang dimiliki pemerintah Singapura yang bertindak sebagai pengelola dana milik negara.

Transaksi tersebut terjadi di harga Rp138 per saham, lebih rendah dari penutupan harga saham BUKA kemarin sebesar Rp151 per saham.

Pada siang ini, harga saham BUKA terkoreksi 4,67 persen ke Rp143. Sementara, nilai kapitalisasi pasarnya sekitar Rp14,75 triliun.

(Rahmat Fiansyah)



Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, Rahmat Fiansyah 25/02/2025 14:18 WIB

Senin, 20 Januari 2025

Cetak Rekor IPO, Nasib BUKA kini Tutup Lapak, PHK & Digugat Pailit

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) telah memutuskan untuk melakukan transformasi sebagai upaya untuk meningkatkan fokus pada produk virtual. Hal itu dimulai dari rencana penghentian layanan operasional produk fisik pada aplikasi dan situs websitenya.

"Setelah melalui pertimbangan dengan penuh kehati-hatian, kami memutuskan untuk menghentikan layanan penjualan produk fisik di aplikasi dan situs web Bukalapak milik Perseroan," tulis manajemen melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Manajemen menyampaikan, sebagai tindak lanjut dari rencana aksi korporasi tersebut, pihaknya terus melakukan peninjauan kembali terhadap prospek sejumlah segmen usaha Perseroan

Manajemen mengaku, penghentian layanan produk fisik akan berdampak kepada sejumlah karyawan di seluruh ekosistem usaha Perseroan.

"Dalam pelaksanaannya Perseroan akan memastikan pemenuhan seluruh hak dan kompensasi para karyawan yang terdampak sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku," sebutnya.

Manajemen menyebut, meskipun telah melakukan berbagai upaya terbaik namun lini bisnis produk fisik pada Aplikasi dan Situs Web Bukalapak terus menunjukkan penurunan kontribusi pendapatan dan pertumbuhan selama tiga tahun terakhir yang diakibatkan oleh perubahan dinamika pasar dan tantangan industri.

Di lain sisi, biaya operasional untuk lini bisnis tersebut terus menunjukkan peningkatan yang signifikan.

"Aplikasi dan Situs Web Bukalapak, maupun aplikasi dan situs web Marketplace lainnya yang dimiliki Perseroan serta Mitra Bukalapak akan tetap beroperasi dan dapat diakses oleh para pengguna dan konsumen untuk layanan lainnya yang telah ada sebelumnya, antara lain produk virtual, gaming dan investasi," ucapnya.

Proses penghentian layanan produk fisik akan dilakukan secara bertahap dan akan dimulai pada Februari 2025. "Perubahan ini adalah langkah yang diperlukan untuk fokus pada lini bisnis yang telah kami kembangkan dan yang memiliki pertumbuhan vang lebih besar," tulisnya.

Manajemen Perseroan optimis bahwa dengan berfokus pada layanan produk virtual serta lini bisnis yang telah dikembangkan selama beberapa tahun terakhir, Perseroan dapat memperkuat posisinya dalam ekosistem digital serta memberikan layanan terbaik kepada pengguna.

"Langkah ini adalah bagian dari strategi jangka panjang Perseroan untuk terus relevan dan kompetitif di industri agar dapat menciptakan nilai bagi para pemangku kepentingan Perseroan, terutama pemegang saham Perseroan," jelasnya.

Manajemen menegaskan, penghentian layanan produk fisik tidak memiliki dampak yang merugikan terhadap kelangsungan usaha Perseroan. Layanan produk fisik pada Aplikasi dan Situs Web Bukalapak memiliki kontribusi sekitar 3% (tiga persen) dari seluruh pendapatan Perseroan.

Sebaliknya, Penghentian Layanan Produk Fisik mendukung upaya Perseroan untuk mencapai EBITDA positif.

"Perseroan berharap langkah ini dapat membawa dampak yang baik terhadap kondisi operasional dan kinerja keuangan di masa depan dikarenakan Perseroan dapat melakukan efisiensi biaya operasional yang cukup signifikan," pungksnya.

Sebagai informasi, terkait saldo dan pengembalian dana, pelapak dapat menyelesaikan saldo dan pengembalian dana dengan mengikuti langkah-langkah

Pada 9 Februari 2025 pukul 23:59 WIB akan menjadi tanggal terakhir pembeli dapat membuat pesanan untuk kategori produk fisik.

Mulai 1 Februari 2025, fitur untuk menambahkan produk baru akan dinonaktifkan. Pelapak tidak dapat menambah produk baru setelah periode ini.

"Kami menyarankan kepada Pelapak untuk menyelesaikan pengelolaan pesanan yang masuk sebelum tanggal akhir operasional Marketplace untuk menghindari pembatalan otomatis pesanan yang belum terpenuhi," ungkapnya.

Semua pesanan yang belum diproses hingga 2 Maret 2025 pukul 23:59 WIB akan dibatalkan secara otomatis oleh sistem. Dana dari pesanan yang dibatalkan akan dikembalikan kepada pembeli melalui BukaDompet.

Kebutuhan lainnya seperti pencairan dana diluar dari tanggal 14 Maret 2024 dapat dilakukan via email kepada Bukalapak melalui: bl.id/bukabantuan.

"Kami berkomitmen untuk mendukung seluruh pengguna Bukalapak selama masa transisi ini. Jika ada pertanyaan lebih lanjut atau membutuhkan bantuan, silakan hubungi BukaBantuan," tuturnya.

Terbaru, Bukalapak mendapat gugatan terkait Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dari PT Harmas Jalesveva. Permohonan PKPU yang diajukan oleh PT
Harmas Jalesveva (Harmas), disebutkan bahwa Bukalapak memiliki utang. Meskipun tidak disebutkan nominalnya, manajemen menyebut nilai gugatan di bawah 20% dari ekuitas Perseroan sehingga bukan merupakan suatu transaksi material.

Manajemen mengumumkan, saat ini Perseroan telah mengajukan upaya hukum Peninjauan Kembali di Mahkamah Agung atas Putusan tersebut.

"Perseroan berpendapat bahwa Permohonan PKPU tidak tepat, mengingat Permohonan PKPU yang diajukan didasarkan pada permasalahan sengketa perdata murni yang merupakan ranah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan ranah Hukum Acara Perdata Umum, sementara Pengajuan Permohonan PKPU yang diajukan oleh Harmas diajukan melalui Pengadilan Niaga Jakarta Pusat," mengutip keterbukaan informasi BEI.

Selain itu, Kedudukan Perseroan tidak tepat jika dikatakan sebagai Debitur yang memiliki utang yang sudah jatuh waktu dan dapat ditagih dengan dalil yang mendasarkan pada sengketa perdata murni yang masih dalam proses Peninjauan Kembali.

"Perseroan juga tidak memiliki kewajiban yang belum terselesaikan baik kepada Harmas selaku Pemohon PKPU, maupun kewajiban yang belum terselesaikan lainnya terhadap Kreditor lain. Sehingga, tidak tepat jika Perseroan dikualifikasikan sebagai Debitor," sebutnya.

Adapun persidangan perdana atas Permohonan PKPU telah dilakukan pada tanggal 14 Januari 2025 dengan agenda pemeriksaan legal standing dari masing-masing Pihak.

Saat ini, perseroan tengah mempersiapkan jawaban keberatan atas Permohonan PKPU tersebut. Perseroan optimis bahwa proses hukum ini akan berjalan secara adil dan objektif sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Perseroan telah menunjuk kuasa hukum untuk menangani perkara ini dan memastikan hak-hak Perseroan dilindungi dalam proses hukum yang sedang berlangsung. Perseroan juga tengah mempersiapkan langkah-langkah hukum lanjutan untuk menyelesaikan persoalan ini secara profesional.

Manajemen memastikan, permohonan PKPU tersebut tidak mempengaruhi operasional Perseroan.

(fsd/fsd)




Berita ini dikutip dari : CNBC
Romys Binekasri, CNBC Indonesia
20 January 2025 11:43

Rabu, 08 Januari 2025

Bukalapak (BUKA) Setop Jualan Produk Fisik, Sahamnya Tumbang

IDXChannel - PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mengumumkan penghentian operasional penjualan produk fisik di marketplace Bukalapak. Selanjutnya, emiten e-commerce tersebut akan fokus menjual produk-produk virtual. 

"Kami ingin menginformasikan bahwa Bukalapak akan menjalani transformasi dalam upaya untuk meningkatkan fokus pada produk virtual. Sebagai bagian dari langkah strategis ini, kami akan menghentikan operasional penjualan produk fisik di marketplace Bukalapak," tulis pengumuman Bukalapak di Blog resminya, Jakarta, Rabu (8/1/2025).

Menyusul keputusan transformasi tersebut, saham BUKA dibuka turun 2,45 persen di level Rp119 pada perdagangan pagi ini dari penutupan sebelumnya di Rp122. 

Hingga pukul 09.38 WIB, saham perseroan masih ditransaksikan di zona merah. Selama perdagangan saham berjalan, saham BUKA sempat menyentuh level terendah Rp113.

Sebelumnya disebutkan dalam pengumuman Bukalapak, hingga 9 Februari 2025 pukul 23.59 WIB merupakan tanggal terakhir bagi pembeli yang ingin membeli produk fisik di marketplace Bukalapak. 

Adapun produk fisik tersebut adalah berupa aksesoris rumah, elektronik, evoucher, fashion anak, fashion Wanita, food, games, handphone, kamera, industrial, kesehatan, komputer, logam mulia, luxury, mobil, part dan aksesoris, motor, olahraga, perawatan dan kecantikan, perawatan rumah tangga, perlengkapan bayi, perlengkapan kantor, hingga sepeda, vape, serta tiket dan voucher. 

Selanjutnya ke depan, pembeli dapat melakukan transaksi produk virtual seperti pulsa prabayar, paket data, token listik, listrik pascabayar, prakerja, Bukasend, angsuran kredit, BPJS Kesehatan, air PDAM, pulsa pascabayar, tv kabel dan internet, pajak PBB, penerimaan negara, voucher streaming, bayar denda tilang.

Kemudian bayar PPh Final, bayar PPN, bayar PPh 21, bayar SBN, bayar bea, BPJS Ketenagakerjaan, BMoney, voucher digital emas, dan Telkom.

Perseroan mengakui, bahwa transformasi ini akan berdampak kepada usaha penjual atau pelapak. Sehingga, perseroan menyiapkan panduan dan langkah-langkah untuk membantu penjual dalam proses transisi ini.

Panduan yang dapat penjual lihat di Blog resmi Bukalapak, yakni saldo dan pengembalian dana, pengunduhan data transaksi dan Riwayat penjualan.

"Mulai 1 Februari 2025, fitur untuk menambahkan produk baru akan dinonaktifkan. Pelapak atau penjual tidak dapat menambah produk baru setelah periode ini," tulis perseroan.

Penjual disarankan untuk menyelesaikan pengelolaan pesanan yang masuk sebelum tanggal akhir operasional marketplace untuk menghindari pembatalan otomatis pesanan yang belum terpenuhi.

Semua pesanan yang belum diproses hingga 2 Maret 2025 pukul 23.59 WIB akan dibatalkan secara otomatis oleh sistem. Dana dari pesanan yang dibatalkan akan dikembalikan kepada pembeli melalui BukaDompet.

Sementara kebutuhan lainnya seperti pencairan dana di luar dari 14 Maret 2024 dapat dilakukan via email kepada Bukalapak.

"Kami berkomitmen untuk mendukung seluruh pengguna Bukalapak selama masa transisi ini. Kami berkomitmen untuk membuat proses transisi ini berjalan sebaik mungkin," katanya. 

(Fiki Ariyanti)



Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, Fiki Ariyanti 08/01/2025 09:48 WIB

Kamis, 12 Desember 2024

Usai Bukalapak (BUKA), Giliran Emtek (EMTK) Tambah Saham di Surya Citra (SCMA)

JAKARTA, investortrust.id –   PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) atau Emtek, emiten yang dikendalikan Eddy K Sariaatmadja, membeli sebanyak 100 juta saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA).

 

Manajemen EMTK dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (12/12/2024), menyebutkan bahwa sebanyak 100 juta atau 0,14% saham SCMA dibeli Emtek (EMTK) dengan harga pelaksanaan Rp 180 per saham, sehingga nilai setara dengan Rp 18 miliar.


“Pembelian tersebut bertujuan untuk investasi dengan kepemilikan saham langsung. Pembelian tersebut menjadikan total saham SCMA yang dikuasai EMTK bertambah dari semula 61,18% menjadi 61,32% saham,” tulis penguman resmi tersebut.

 

Sebelumnya, Emtek (EMTK) juga telah menambah kepemilikan saham di PT Bukalapak.com Tbk (BUKA). Emtem mebeli sebanyak  9,83 miliar saham BUKA. Aksi ini memperkokoh posisi EMTK sebagai pengendali BUKA dengan kepemilikan 35% saham BUKA. 


Emtek menggelontorkan dana senilai Rp 1,17 triliun. Nilai transaksi ini didasarkan dengan harga pembelian Rp 120 per saham. Pembelian tersebut menjadikan total saham BUKA yang dikuasai EMTK bertambah dari semula hanya 0,82% menjadi 10,36% saham.

 

Emtek (EMTK) juga telah tercatat sebagai pengendali saham BUKA. Emtek melalui anak usahanya PT Kreatif Media Karya merupakan pengendali dan pemegang sebanyak 24,62% saham BUKA hingga akhir September 2024. Dengan pembelian hari ini, totaln saham BUKA yang dikendalikan dan dipegang EMTK dan anak usahanya bertambah menjadi 34,98%.

 

 

Grafik Saham EMTK dan SCMA

 

 




Berita ini dikutip dari : Investortrust.id
Editor | Parluhutan SitumorangKamis, 12 Desember 2024 pukul 10.22

Rabu, 30 Oktober 2024

Rugi Bersih Bukalapak (BUKA) Susut 23% Menjadi Rp 586 Miliar Hingga Kuartal III-2024

Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rugi bersih PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mulai menciut hingga kuartal III-2024. Per September 2024, rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk BUKA mencapai Rp 597,34 miliar.

Menilik laporan keuangan yang dipublikasikan pada Rabu (30/10), raihan tersebut menyusut sekitar 23,04% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dari Rp 776,22 miliar per September 2023.

Dari sisi top line, BUKA mampu meraup pendapatan bersih sebesar Rp 3,39 triliun sepanjang Januari–September 2024. Ini meningkat 1,82% secara tahunan dari Rp 3,33 triliun di periode yang sama pada 2023.

Rinciannya pendapatan dari segmen marketplace berkontribusi sebesar Rp 1,73 triliun atau tumbuh tipis 0,19% YoY. Segmen online to offline tumbuh 4,30% YoY menjadi Rp 1,66 triliun. 

Sebenarnya, BUKA masih menanggung rugi nilai investasi yang belum dan sudah terealisasi bersih sebesar Rp 596,47 miliar. Namun angka ini membaik rugi nilai investasi posisi per 30 September 2023 sebesar Rp 707,17 triliun.

Rugi usaha BUKA masih naik 2,12% secara tahunan menjadi Rp 1,32 triliun hingga kuartal III-2024. Padahal pada periode yang sama di 2023, rugi usaha Bukalapak hanya sebesar Rp 1,28 triliun.

Namun beberapa pos beban BUKA mengalami penyusutan, yang akhirnya mampu mengikis laba bersih emiten teknologi ini. Salah satunya, beban pajak penghasilan sebesar 57,2% YoY menjadi Rp 12,47 miliar. 




Berita ini dikutip dari : Kontan Investasi
Rabu, 30 Oktober 2024 / 10:56 WIB

Kamis, 10 Oktober 2024

Elang Mahkota (EMTK) Borong Saham Bukalapak (BUKA) Rp 1,17 T


Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) mengungkapkan, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk, (EMTK), selaku pengendali dari PT Kreatif Media Karya yang merupakan pemegang saham utama Perseroan menambah kepemilikannya sebesar 9,8 miliar saham.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi tersebut dilakukan pada tanggal 9 Oktober 2024.

Emtek telah melakukan transaksi pembelian saham Perseroan secara langsung sebanyak 9.831.706.040 saham yang mewakili 9,54% dari total saham yang ditempatkan dan disetor pada Perseroan.

"EMTEK semula memiliki 0,82% (850 juta lembar) saham Perseroan menjadi 10,36% saham Perseroan," tulis manajemen, Kamis (10/10).

Selain itu, manajemen juga menyebut bahwa pihaknya tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk rencana korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatan saham Perseroan di Bursa.

Dalam keterbukaan informasi EMTK juga disebutkan harga pembelian per saham Rp 120 per saham dengan total nilai pembelian Rp 1,17 triliun.

Adapun tujuan transaksi untuk investasi jangka panjang.

Sebelumnya, ada transaksi crossing saham BUKA di harga diskon yang kontras dengan tiga transaksi sebelumnya. Tercatat ada lima kali transaksi dengan total volume pembelian 98,31 juta lot di harga Rp120 per lembar atau diskon hingga 13,66%. Secara total transaksi nego di harga murah ini mencapai Rp1,17 triliun.

Sementara total transaksi nego dari delapan transaksi di harga diskon sampai premium pada hari ini di saham BUKA mencapai Rp2,08 triliun.

Banyaknya minat pelaku pasar terhadap saham BUKA ini terjadi setelah mencuat rumor e-commerce China, Temu untuk mengakuisisi sebagai strategi masuk ke pasar Indonesia lantaran mendapat penolakan dari pemerintah.

Pemerintah mengklaim bahwa adanya aplikasi Temu potensi merusak dan mengancam ekosistem UMKM dalam negeri seiring semakin banyaknya barang China yang masuk.

Oleh karena itu, mengakuisisi Bukalapak dinilai menjadi cara yang paling logis untuk masuk ke pasar Indonesia, mengikuti langkah pendahulunya Tiktok shop dengan Tokopedia.


Berita ini dikutip dari : CNBC
Romys Binekasri, CNBC Indonesia
10 October 2024 11:10

Rabu, 09 Oktober 2024

Saham BUKA Tersandung Penolakan Pemerintah Terhadap Temu


Bloomberg Technoz, Jakarta - Kenaikan harga saham PT Bukalapak Tbk (BUKA) terhenti dan kembali melemah pada perdagangan hari ini, usai sempat mencatatkan kenaikan lebih dari 26% sehari sebelumnya akibat sentimen isu akuisisi.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (9/10/2024), saham BUKA tercatat melemah 3 poin atau setara 2,72% ke level Rp143/saham,  usai sebanyak 388,9 juta saham ditransaksikan dengan total nilai Rp54,52 miliar. Frekuensi yang terjadi sebanyak 5.221 kali hingga pukul 11.23.

Saham BUKA bahkan sempat menyentuh Rp139/saham yang merupakan level terendah sejak pagi ini. Saham BUKA sendiri sudah dibuka stagnan di level Rp147/saham pagi ini.

Pelemahan tersebut terjadi usai Pemerintah kembali menegaskan penolakannya terhadap kehadiran perusahaan lokapasar atau e-commerce asal China, Temu.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Budi Arie Setiadi menegaskan tak menyetujui Temu masuk ke Indonesia, termasuk melalui akuisisi perusahaan lain seperti BUKA.

"Tidak, tidak. Saya tidak setuju [masuk dengan mengakuisisi Bukalapak]. Kalau mereka begitu, model bisnisnya akan [tetap] menghancurkan UMKM kita," ujar Budi saat ditemui di sela acara BNI Investor Daily Summit 2024 di Jakarta, Selasa (8/10/2024).

Budi mengatakan bahwa pemerintah berupaya menutup celah kehadiran aplikasi asal Negeri Panda, yang memiliki model bisnis direct to customer (D2C) atau penjualan langsung dari pabrik tanpa perantara, yang juga dinilai mengancam usaha UMKM lokal.

Temu sendiri sebelumnya beberapa kali mencoba masuk ke pasar Indonesia sejak 2022. Namun, upaya ini selalu ditolak oleh pemerintah dengan alasan mengancam keberadaan UMKM lokal.

Hal itu kemudian memicu spekulasi Temu mencari jalan lain untuk masuk, yakni dengan mengakuisisi Bukalapak. Namun, manajemen Bukalapak membatah kabar tersebut.

“Perseroan tidak mengetahui informasi terkait rencana akuisisi perseroan oleh e-commerce dari TEMU (perusahaan dari Cina),” ujar Sekretaris Perusahaan Bukalapak, Cut Fika Lutfi dalam keterbukaan informasinya.


Berita ini dikutip dari : Bloombergtechnoz.com
Sultan Ibnu Affan
09 October 2024 10:29

Bukalapak (BUKA) Jawab Isu Soal Mau Diakuisisi Temu


Jakarta, CNBC Indonesia - Belakangan beredar rumor aplikasi e-commerce asal China, Temu hendak mengakuisisi PT Bukalapak.com Tbk (BUKA). 

Adapun Temu beberapa kali mencoba masuk ke pasar Indonesia, tetapi ditolak oleh pemerintah dengan alasan mengancam keberlangsungan UMKM lokal lantaran bisnis temu diklaim menghubungkan produsen dan konsumen akhir secara langsung, tidak menghubungkan dengan pengecer dan afiliasi.

Hal tersebut kemudian memicu spekulasi bahwa Temu potensi mengakuisisi Bukalapak supaya mendapatkan izin dari pemerintah, mengikuti strategi yang sama seperti Tiktok dan Tokopedia.

Terkait hal tersebut, mengutip keterbukaan informasi, Rabu (9/10/2024), perseroan tidak mengetahui informasi terkait rencana akuisisi perseroan oleh e-commerce dari Temu.

Perseroan akan melakukan keterbukaan informasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku apabila Perseroan menerima informasi yang telah diverifikasi kebenarannya atas rencana akuisisi tersebut.

Seiring dengan rumor tersebut, saham BUKA sempat lompat 25,22% ke level 144 pada 7 Oktober 2024. Pada satu hari setelahnya penguatan terpangkas ke level 2,08%. Namun pada 9 Oktober 2024 saham BUKA merosot 1,36%.

Manajemen BUKA mengatakan kenaikan harga saham pada 7 Oktober 2024 adalah reaksi pasar atas informasi terkait rencana akuisisi Perseroan yang belum diverifikasi kebenarannya dan tidak pernah dikonfirmasi oleh manajemen Perseroan.

"Spekulasi pasar berada di luar kendali Perseroan. Oleh karenanya, Perseroan menghimbau agar para pemegang saham publik dan investor dapat memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan sebelum membuat keputusan investasi terkait Perseroan," tulis manajemen BUKA. 



Berita ini dikutip dari : CNBC
Muhammad Khadafi, CNBC Indonesia
09 October 2024 11:42