Bloomberg Technoz, Jakarta - Kenaikan harga saham PT Bukalapak Tbk (BUKA) terhenti dan kembali melemah pada perdagangan hari ini, usai sempat mencatatkan kenaikan lebih dari 26% sehari sebelumnya akibat sentimen isu akuisisi.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (9/10/2024), saham BUKA tercatat melemah 3 poin atau setara 2,72% ke level Rp143/saham, usai sebanyak 388,9 juta saham ditransaksikan dengan total nilai Rp54,52 miliar. Frekuensi yang terjadi sebanyak 5.221 kali hingga pukul 11.23.
Saham BUKA bahkan sempat menyentuh Rp139/saham yang merupakan level terendah sejak pagi ini. Saham BUKA sendiri sudah dibuka stagnan di level Rp147/saham pagi ini.
Pelemahan tersebut terjadi usai Pemerintah kembali menegaskan penolakannya terhadap kehadiran perusahaan lokapasar atau e-commerce asal China, Temu.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Budi Arie Setiadi menegaskan tak menyetujui Temu masuk ke Indonesia, termasuk melalui akuisisi perusahaan lain seperti BUKA.
"Tidak, tidak. Saya tidak setuju [masuk dengan mengakuisisi Bukalapak]. Kalau mereka begitu, model bisnisnya akan [tetap] menghancurkan UMKM kita," ujar Budi saat ditemui di sela acara BNI Investor Daily Summit 2024 di Jakarta, Selasa (8/10/2024).
Budi mengatakan bahwa pemerintah berupaya menutup celah kehadiran aplikasi asal Negeri Panda, yang memiliki model bisnis direct to customer (D2C) atau penjualan langsung dari pabrik tanpa perantara, yang juga dinilai mengancam usaha UMKM lokal.
Temu sendiri sebelumnya beberapa kali mencoba masuk ke pasar Indonesia sejak 2022. Namun, upaya ini selalu ditolak oleh pemerintah dengan alasan mengancam keberadaan UMKM lokal.
Hal itu kemudian memicu spekulasi Temu mencari jalan lain untuk masuk, yakni dengan mengakuisisi Bukalapak. Namun, manajemen Bukalapak membatah kabar tersebut.
“Perseroan tidak mengetahui informasi terkait rencana akuisisi perseroan oleh e-commerce dari TEMU (perusahaan dari Cina),” ujar Sekretaris Perusahaan Bukalapak, Cut Fika Lutfi dalam keterbukaan informasinya.
Berita ini dikutip dari : Bloombergtechnoz.com
Sultan Ibnu Affan
09 October 2024 10:29





0 comments:
Posting Komentar