Super Kawaii Cute Cat Kaoani
Tampilkan postingan dengan label INDF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INDF. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Januari 2025

INDF dan UNTR Teratas, Cek Saham yang Paling Banyak Dikoleksi Asing Kemarin

Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis pada perdagangan hari Selasa (7/1/2025) setelah merosot tajam pada perdagangan sehari sebelumnya.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) IHSG bertambah 2,81 poin atau naik 0,04% ke level 7.083,28 pada penutupan perdagangan di hari kedua pekan ini.

Sepanjang perdagangan IHSG lebih banyak bergerak di zona merah dengan level terendah 7.029 dan level tertinggi 7.103.

Total volume perdagangan saham di BEI mencapai 17,47 miliar dengan nilai transaksi Rp 9,55 triliun.

Terdapat 242 saham yang naik, 343 saham yang turun dan 217 saham yang tidak berubah alias stagnan.

Investor asing kembali membukukan net sell atau jual bersih sebesar Rp 678,57 miliar di seluruh pasar.

Meski demikian, asing banyak mengoleksi saham ini pada Selasa.

Berikut 10 saham net buy terbesar asing pada Selasa:

1. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 25,46 miliar
2. PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 24,68 miliar
3. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 14,5 miliar
4. PT MD Entertainment Tbk (FILM) Rp 12,63 miliar
5. PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) Rp 12,0 miliar
6. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) Rp 10,51 miliar
7. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 8,82 miliar
8. PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) Rp 8,64 miliar
9. PT Avia Avian Tbk (AVIA) Rp 6,21 miliar
10. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 6,01 miliar




Berita ini dikutip dari : Investasi Kontan
Rabu, 08 Januari 2025 / 08:49 WIB

Jumat, 22 November 2024

Ada Program Biodiesel B50 Prabowo, Target Saham INDF Dinaikkan

IDXChannel - Pertumbuhan kinerja PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) hingga kuartal III-2024, mendorong analis untuk merevisi target harga saham perusahaan ke level yang lebih tinggi. 

Senior Equity Research Analyst NH Korindo Sekuritas Indonesia, Ezaridho Ibnutama mengerek target harga INDF menjadi Rp10.200 per saham, dari proyeksi sebelumnya sebesar Rp6.800. Sementara itu, target saham INDF berdasarkan konsensus analis mencapai Rp8.907.

Revisi ini didukung oleh sejumlah faktor fundamental, termasuk stabilisasi segmen agribisnis yang diharapkan mendapat dorongan dari kebijakan biofuel B50 pemerintahan Prabowo Subianto.

Indikasi Pemulihan Segmen Agribisnis

Segmen agribisnis INDF dalam pengamatan analis mulai menunjukkan stabilisasi. Pada kuartal ini, pendapatan agribisnis tumbuh tipis 0,4 persen YoY, menandai pembalikan dari tren penurunan sebelumnya. 

Hingga kuartal III-2024, pendapatan usaha INDF mencapai Rp86,94 triliun, naik 3,6 persen year-on-year (yoy) dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp83,88 triliun.

Sementara laba bersih per September ini mencapai Rp8,76 triliun, lebih tinggi dibandingkan kuartal III-2023 mencapai Rp7,08 triliun. Earning per share (EPS) INDF di kuartal III-2024 menembus Rp998 per saham.

Per September 2024, segmen agrisbisnis INDF berkontribusi sebesar Rp11,23 triliun dari total pendapatan kuartalan INDF.

Kebijakan biofuel B50 yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto, dengan fokus pada pemanfaatan minyak kelapa sawit mentah (CPO) untuk ketahanan pangan dan energi, dinilai menjadi katalis utama pemulihan ini. 

Analis memproyeksikan harga CPO akan terus meningkat pada tahun mendatang, membuka peluang pertumbuhan signifikan bagi segmen agribisnis Indofood.

“Dengan program baru Prabowo untuk meningkatkan pemanfaatan minyak sawit mentah untuk program biofuel B50, dan pemulihan harga CPO, kami berpandangan agribisnis INDF akan membalikkan trennya dan mulai menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan tahun depan,” tulis Ezaridho dalam riset INDF, Jumat (22/11/2024).

Prospek Saham, Rekomendasi, dan Risiko

NH Korindo Sekuritas menetapkan target saham INDF ke Rp10.200 dengan rekomendasi ‘Buy’ yang berarti ada potensi capital gain di atas 15 persen.

Angka tersebut juga dinilai mencerminkan rasio price-to-earnings (P/E) rata-rata 3-tahun sebesar 7,5 kali, dengan potensi kenaikan 30,8 persen.

“Karena pemulihan harga minyak kelapa sawit mentah dari fokus pemerintahan baru Prabowo pada pemanfaatannya untuk ketahanan pangan dan energi,” kata Ezaridho 

Meski demikian, dia mencatat sejumlah risiko yang perlu diantisipasi, termasuk kemungkinan penurunan permintaan terhadap produk pertanian bersubsidi, tarif impor lebih tinggi di pasar internasional, dan pengelolaan piutang yang berpotensi lebih kompleks.

Hingga sesi pertama Jumat (22/11), saham INDF koreksi 3,28 persen ke Rp7.375 per saham. Transaksi-net mencapai Rp47 miliar, dengan volume 6,29 juta saham.

(Fiki Ariyanti)




Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, Dinar Fitra Maghiszha 22/11/2024 14:06 WIB

Senin, 09 September 2024

Ramaikan ISF 2024, Indofood (INDF) Suguhkan Beragam Inisiatif Berikut

 

EmitenNews.com - Indofood Sukses Makmur (INDF) meramaikan Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2024. Pada ajang garapan Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) itu, Indofood menyuguhkan berbagai inisiatif telah dilakukan dalam program keberlanjutan, salah satunya dalam mengatasi perubahan iklim. 

Saat ini, dunia sedang menghadapi risiko besar karena peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK). Indonesia berada pada posisi strategis untuk mendorong pengembangan industri berkelanjutan karena Indonesia mempunyai potensi energi terbarukan sangat besar, dan cadangan mineral penting bagi proses dekarbonisasi.

Indonesia juga memiliki beragam ekosistem berperan penting dalam penyerapan karbon global. Oleh karena itu, ISF 2024 diselenggarakan sebagai platform untuk memacu kolaborasi, dan memaparkan praktik terbaik antar-pemangku kepentingan supaya dapat memajukan upaya bersama global dalam mencapai pertumbuhan berkelanjutan. 

Dukungan Indofood terhadap ISF 2024 mencerminkan komitmen perusahaan untuk selalu menerapkan prinsip keberlanjutan dengan berbagai inisiatif dalam mengatasi tantangan-tantangan perubahan iklim yang mendesak. ”Sebagai salah satu bukti perjalanan keberlanjutan perusahaan, kami berusaha mengintegrasikan keberlanjutan dalam seluruh aspek kegiatan bisnis operasional,” tegas Direktur Indofood, Franciscus Welirang. 

Visi dan strategi keberlanjutan Indofood dinyatakan melalui 3 pilar yaitu tangguh dalam menghadirkan produk pangan untuk semua, Perlindungan terhadap lingkungan, dan tumbuh bersama karyawan, dan masyarakat. Tiga pilar itu, mewakili salah satu komponen dalam triple bottom line mencakup aspek masyarakat, lingkungan, dan ekonomi. “Ketiga pilar itu, menjadi kerangka pedoman dalam menjalankan program keberlanjutan Indofood. Dengan penerapan kerangka itu, kami dapat meningkatkan nilai ekonomi, sosial dalam rantai pasokan kami untuk masyarakat, termasuk melindungi hak asasi manusia, dan menjaga kelestarian lingkungan,” lanjut Franciscus. 

Dikenal sebagai perusahaan total food solutions, dan pemain agrikultur Indonesia, Indofood berpartisipasi secara aktif melakukan mitigasi terhadap risiko-risiko berkenaan dengan perubahan iklim melalui upaya pengurangan emisi GRK dilakukan secara terpadu. Beragam upaya pengurangan emisi GRK melalui efisiensi energi, memperbanyak penggunaan sumber energi terbarukan, implementasi perkebunan berkelanjutan, dan penyerapan karbon kumulatif melalui konservasi tanaman bakau. 

Saat ini, untuk mendukung kegiatan bisnis seluruh unit operasional, Indofood menggunakan lebih dari 65 persen energi terbarukan dari panel surya, dan biomassa. Tidak hanya itu, Indofood juga berkomitmen menggunakan air secara efisien, dan bertanggung jawab. Salah satunya melakukan penilaian risiko air untuk mengidentifikasi risiko kelangkaan air pada unit operasional, dan juga secara berkala melakukan penilaian untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air. Kami juga menerapkan sistem seawater reverse osmosis (SWRO) untuk menurunkan penggunaan air tanah. 

”Kami juga berkomitmen menjalankan perkebunan berkelanjutan dengan penerapan kebijakan kuat terhadap larangan deforestasi, konservasi area Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (KBKT), dan Stok Karbon Tinggi (SKT), larangan pembakaran, dan larangan penanaman di area gambut dengan berapapun kedalamannya,” imbuhnya. 

Pada ISF 2024 ini, ada lebih dari 100 pembicara dari beragam latar belakang. Seperti sektor bisnis, masyarakat sipil, dan pemerintah berdiskusi bersama melalui 10 sesi panel, dan 15 sesi tematik dengan beragam isu agenda keberlanjutan. 

Didukung Kamar Dagang Indonesia (Kadin), ISF 2024 berlangsung pada 5-6 September 2024 di Jakarta. ISF 2024 menjadi ajang pertemuan bagi para pemimpin dunia, CEO, dan pakar keberlanjutan dalam mencari inovasi menangani isu perubahan iklim. (*)


Berita ini dikutip dari : Emiten News

09/09/2024, 09:00 WIB