Super Kawaii Cute Cat Kaoani
Tampilkan postingan dengan label GGRM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GGRM. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Oktober 2024

Gudang Garam (GGRM) Tambah Modal Rp300 Miliar ke Surya Dhoho Investama

IDXChannel - PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mengumumkan penambahan modal kepada anak usahanya, PT Surya Dhoho Investama (SDHI). SDHI merupakan perusahaan yang membangun Bandara Dhoho Kediri, Jawa Timur. 

SDHI adalah perusahaan terkendali dan afiliasi GGRM yang sahamnya dimiliki langsung GGRM sebesar 99,99 persen. 

Corporate Secretary GGRM, Heru Budiman mengatakan, SDHI mengeluarkan 300 ribu saham baru dengan nilai nominal Rp1 juta per saham. 

"Saham-saham tersebut seluruhnya diambil perseroan dengan penyetoran tambahan modal ditempatkan dan modal disetor pada SDHI sebesar Rp300 miliar," ujarnya di keterbukaan informasi BEI, Jakarta, Kamis (24/10/2024).

Dengan demikian, modal ditempatkan dan modal disetor SDHI yang semula Rp14 triliun, bertambah menjadi Rp14,3 triliun dengan kepemilikan oleh perseroan sebanyak 14,29 juta saham atau sebesar Rp14,29 triliun. 

Sementara kepemilikan PT Surya Duta Investama sebanyak satu saham atau sebesar Rp1 juta. 

"Dengan penambahan modal ditempatkan dan modal disetor SDHI tersebut, maka modal dasar SDHI juga ditingkatkan dari semula Rp14 triliun menjadi Rp15 triliun," kata Heru. 

Perubahan jumlah modal SDHI tersebut sebagaimana dinyatakan dalam keputusan di luar RUPS SDHI tertanggal 23 Oktober 2024 yang akan dituangkan dalam kta perubahan anggaran dasar SDHI. 

"Transaksi afiliasi yang bertujuan untuk meningkatkan modal SDHI ini, dilakukan untuk mendukung kegiatan operasional Bandara Dhoho di Kediri, Jawa Timur yang dibangun oleh perseroan melalui SDHI," tutur Heru. 

Bandara Dhoho Kediri milik GGRM diketahui sudah resmi beroperasi pada 18 Oktober lalu. Bandara Dhoho Kediri menjadi proyek percontohan pertama di Indonesia dengan skema KPBU unsolicited, yakni pemrakarsa dan pendanaannya dari pihak swasta atau non APBN.

Kemudian didukung oleh pemerintah bandara mencerminkan kolaborasi efektif antara sektor publik dan swasta, menjadi contoh bagaimana skema KPBU dapat mengatasi tantangan pembangunan dengan cepat dan efisien.

Investasi Bandara Dhoho mencapai Rp12 triliun dan dioperasikan oleh Angkasa Pura Airports berdasarkan Kerja Sama Operasi (KSO) antara Angkasa Pura Airports dan SDHI.

(Fiki Ariyanti)



Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, 24/10/2024 10:04 WIB

Sabtu, 24 Agustus 2024

Jual Saham Gudang Garam (GGRM), Bagaimana dengan Sampoerna (HMSP)?

Ilustrasi investasi saham. (Image by drobotdean on Freepik)

JAKARTA, investor.id – Kebijakan kenaikan cukai 0% atau moderat diperkirakan belum cukup mendorong volume penjualan produsen rokok tier 1. Karena itu, rekomendasi untuk sektor rokok tetap netral. Lantas, bagaimana dengan prospek saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM)?

RHB Sekuritas mengungkapkan, volume penjualan produsen rokok tier 1 tertekan karena perilaku downtrading yang telah berlangsung dalam dua tahun terakhir akibat pelemahan daya beli dan peredaran rokok ilegal. Selain itu, selisih antara cukai tier 1 dan tier 2 yang makin lebar membuat konsumen memilih alternatif yang lebih murah.

Seperti disebutkan dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Kebijakan Fiskal Utama 2025 dan APBN 2025, pemerintah berencana memperkuat kebijakan Cukai Hasil Tembakau (CHT) melalui struktur tarif multi-tahun, kenaikan tarif moderat, penyederhanaan layer, dan pengurangan disparitas tarif antar layer. Namun, target penerimaan cukai yang lebih rendah bukan berarti tidak ada kenaikan, seperti yang terjadi pada 2018 dan 2021.

“Kami memperkirakan kenaikan tarif yang moderat untuk meminimalkan kesenjangan antara tier 1 dan tier 2,” tulis RHB Sekuritas dalam risetnya.

Lebih lanjut, perusahaan efek itu menjelaskan bahwa meskipun kebijakan mendatang dapat mempersempit kesenjangan cukai, yang saat ini Rp 432/batang untuk rokok kretek mesin (SKM) atau lebih dari 2 kali dibandingkan tahun 2019, konsumen dapat memilih rokok tier 2 yang harganya 20% lebih murah dari rokok tier 1 karena daya beli melemah. Selain itu, setiap kenaikan harga tier 1 adalah kesempatan bagi tier 2 untuk menaikkan harga.

Dengan ekspektasi kenaikan cukai 0% atau moderat, RHB memperkirakan pemain rokok tier 1 akan menaikkan harga yang sedikit lebih tinggi untuk memperbaiki margin daripada volume guna mencapai pertumbuhan laba. Margin laba kotor (gross profit margin/GPM) HM Sampoerna (HMSP) dan Gudang Garam (GGRM) telah berada di bawah 20% atau di bawah level pra Covid-19, sehingga pertumbuhan laba terbatas.

Adapun dampak penuh dari kebijakan kenaikan cukai 0% atau moderat akan terlihat pada kuartal II-2025. Hingga semester I-2024, volume penjualan industri rokok tumbuh 3,1%. HMSP dan GGRM mencatat penurunan volume penjualan, yang menunjukkan pangsa pasar tier 2 berkembang akibat downtrading.

“Kami memperkirakan dampak dari kenaikan cukai yang lebih ringan akan netral bagi pemain tier 1, karena keputusan kenaikan cukai tahun 2025 bergantung pada keputusan pemerintah pada tahun ini,” jelas RHB.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Sementara itu, hasil survei RHB menunjukkan bahwa HM Sampoerna (HMSP) merupakan satu-satunya produsen yang menaikkan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) pada Agustus 2024, terutama Marlboro Red, A-Mild, dan Sampoerna Kretek sebesar 2,5-3,2% mom.

Kenaikan harga A-Mild sebesar 3,2% mom menjadikannya SKM termahal, kecuali Surya Pro Exclusive yang merupakan produk premium. Hal itu diperkirakan bakal mendorong Gudang Garam (GGRM) untuk menaikkan harga pada September tahun ini.

Sebab itu, menurut RHB, HMSP merupakan opsi yang lebih baik bagi investor karena eksposurnya yang lebih besar di segmen rokok kretek tangan (SKT), menyumbang 30% terhadap total pendapatannya dibandingkan GGRM yang kurang dari 10%.

“Peralihan ke SKT yang lebih terjangkau akan menguntungkan HMSP, sehingga memungkinkan HMSP mempertahankan pertumbuhan volume yang datar meski terjadi penurunan di industri. Selain itu, HMSP secara konsisten membayar dividen dengan rasio pembayaran sekitar 100%,” sebut RHB.

RHB menetapkan saham HM Sampoerna (HMSP) sebagai pilihan utama. Rekomendasi saham HMSP adalah beli dengan target harga Rp 970. Sebaliknya, jual saham Gudang Garam (GGRM). Target harga saham GGRM sebesar Rp 13.700.