Super Kawaii Cute Cat Kaoani
Tampilkan postingan dengan label FTSE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FTSE. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 September 2024

BEI Kaji Batasan Free Float IPO Buntut Polemik BREN & FTSE

 

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengkaji ulang aturan batas minimal saham beredar di pubik dengan kepemilikan di bawah 5% atau free float. Pengkajian difokuskan pada free float saat initial public offering (IPO) yang kemudian dilanjutkan dengan pencatatan perdana atau listing.

Pengkajian ulang itu berangkat dari polemik PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan FTSE Russell.

"Salah satu yang kami pertimbangkan adalah, terkait kepemilikan saham yang yang diperhitungkan sebagai free float saat pencatatan perdana (listing)," ujar Direktur BEI I Gede Nyoman Yetna, dikutip Selasa (24/9/2024).

"Kami ingin memfokuskan pada jumlah saham yang ditawarkan kepada publik. Hal ini akan kami tuangkan dalam rancangan perubahan peraturan dan akan kami mintakan pertimbangan kepada publik."

Seperti diketahui, saham BREN kembali gagal masuk Indeks FTSE kategori large cap setelah sebelumnya mengalami kegagalan serupa pada Juni akibat masuk papan pemantauan khusus atau full call auction (FCA).

Kembali gagalnya saham BREN masuk indeks FTSE yang seharusnya jatuh pada 23 September kemarin adalah, karena berdasarkan kajian ulang FTSE Russel, jumlah saham beredar BREN masih terkonsentrasi pada empat pemegang saham, termasuk pengendali dan asosiasinya.

Konsentrasi peredaran saham itu, menurut FTSE, bahkan mencapai 97% dari total saham yang diterbitkan.

Sentimen itu membuat saham BREN anjlok hingga mengalami auto reject bawah (ARB) dua hari berturut-turut. Selama dua hari ini juga, IHSG terbebani saham BREN hingga gagal menyentuh level 8.000.

BREN Protes

Manajemen emiten milik Prajogo Pangestu tersebut pun menyurati FTSE Russell, buntut polemik tersebut. manajemen BREN meminta FTSE untuk mencabut dan segera memberikan klarifikasi dan peninjauan ulang pengumuman tersebut. FTSE dinilai telah memberikan "informasi yang salah mengenai pencantuman BREN dalam Indeks FTSE."

"Kami meminta FTSE Russell untuk mencabut pernyataan tersebut dan mengeluarkan koreksi formal sesegera mungkin untuk memperbaiki situasi," tulis catatan surat elekronik atas nama Randika Pratama, bagian dari Departemen Hukum dan Sekretaris Perusahaan BREN.

Sumber yang dihubungi Bloomberg Technoz, yang mengetahui masalah tersebut tetapi tidak ingin disebutkan namanya karena informasi masih bersifat pribadi, membenarkan keabsahan surat tersebut. Sementara, manajemen BREN masih belum berkomentar.

Secara terpisah, Direktur & Corporate Secretary BREN Merly menjelaskan, pihaknya tidak memiliki kewenangan apa pun yang dapat mempengaruhi keputusan yang diterbitkan FTSE.

Namun, ia memastikan jika BREN telah memenuhi ketentuan free float yang juga berlaku di Bursa Efek Indoensia (BEI).

"Pada saat IPO, komposisi kepemilikan saham oleh empat pemegang saham tersebut adalah 97%, dan sampai hari ini telah terjadi perubahan," ujar Merly.

Kemudian, berdasarkan data harian pemegang saham per 19 September 2024, , jumlah saham yang memenuhi persyaratan free float berdasarkan ketentuan Bursa adalah sebesar 15.601.235.234 saham, atau 11,66%. 

Jumlah itu tidak mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan dengan persentase free float berdasarkan prospektus IPO yang menyebutkan bahwa jumlah saham free float adalah sebanyak 15,69 miliar saham atau 11,73%.

"Kami akan terus memantau kepatuhan terhadap aturan free float yang ditetapkan oleh Bursa."


Berita ini dikutip dari ; Bloombergtechnoz
Sultan Ibnu Affan
24 September 2024 10:15

Senin, 23 September 2024

Terdepak dari FTSE, BREN Buka Suara Soal Empat Pemegang Saham Kuasai 97 Persen

 


IDXChannel - PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) buka suara usai sahamnya terdepak dari Indeks FTSE Russel mulai hari ini, Senin (23/9/2024) akibat konsentrasi tinggi pada empat pemegang saham besar yang berpotensi mengendalikan harga.

Direktur & Corporate Secretary BREN Merly mengatakan, saat ini sebagian besar saham BREN dikuasai empat pemegang saham utama yakni PT Barito Pacific Tbk (BRPT), Green Era Energy Pte Ltd (GE), Jupiter Tiger Holdings, dan Prime Hill Funds. Kehadiran keempatnya sudah ada sejak penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO).

"Pada saat IPO, kepemilikan saham oleh empat pemegang saham tersebut adalah sebagaimana yang telah diungkapkan di dalam Pernyataan Pendaftaran, prospektus dan dokumen lainnya untuk keperluan IPO," katanya lewat keterbukaan informasi, Senin.

Namun, kata Merly, ada perubahan persentase kepemilikan saham BREN pada empat pemegang saham tersebut. Jika pada IPO keempatnya memiliki 97 persen saham BREN, maka kini tercatat 95,97 persen.

Menurut Merly, status pengendalian dan afiliasi keempat pemegang saham telah disampaikan perseroan saat IPO dan tidak ada perubahan. Dalam prospektus, dua entitas yakni BRPT dan GE yang menguasai 88 persen saham BREN terafiliasi di mana Prajogo Pangestu tercatat sebagai penerima manfaat akhir (ultimate beneficial owner).

"Kami tidak menambahkan informasi baru karena semua sudah sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku serta terungkap dalam laporan yang relevan," ujarnya.

Soal free float, Merly menegaskan bahwa BREN telah memenuhi aturan. Hingga 19 September 2024, jumlah saham yang memenuhi free float mencapai 15,6 miliar saham atau setara 11,66 persen, lebih besar dari yang dipersyaratkan yakni minimal 50 juta saham dan 7,5 persen dari total saham.

Terkait hal ini, kepemilikan saham Jupiter Tiger Holdings dan Prime Hill Funds dihitung sebagai pemegang utama dan pengendali BREN. Kedua entitas ini masing-masing menggenggam 3,94 persen dan 3,76 persen sehingga di luar keempatnya, publik hanya memiliki empat persen saham BREN.

"Perseroan akan terus memantau kepatuhan terhadap aturan free float yang ditetapkan oleh Bursa," katanya.

Sebelumnya, kabar FTSE Russell mendepak saham BREN membuat harga sahamnya menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) sebesar 19,95 persen ke Rp8.825 pada perdagangan Jumat (20/9/2024). Tak hanya BREN, saham-saham Prajogo lain juga tertekan seperti PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) anjlok 18,08 persen, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turun 10,56 persen, dan PT Petrosea Tbk (PTRO) melemah 10,38 persen.

(Rahmat Fiansyah)


Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, Rahmat Fiansyah 23/09/2024 06:58 WIB

Selasa, 27 Agustus 2024

Kocok Ulang Indeks FTSE: BREN & BRIS Masuk Large Cap, GOTO Keluar

CNBCINDONESIA


Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Financial Times Stock Exchange (FTSE) Russell kembali mengumumkan rebalancing indeks FTSE Global Equity Series 2024. Dalam Semi-anual Review ini, terdapat sejumlah saham yang masuk dan keluar dari indeks bergengsi tersebut.

Sebagai informasi, FTSE Global Equity Index adalah serangkaian indeks pasar saham yang disediakan oleh grup milik London Stock Exchange. Indeks FTSE Global Equity mencakup lebih dari 16.000 saham di 48 negara.

Melalui laporan yang diterima CNBC Indonesia, komposisi indeks terbaru akan berlaku per 20 September 2024 dan efektif pada 23 September 2024. Namun, perubahan konstituen indeks tersebut masih dapat direvisi oleh FTSE hingga penutupan bursa pada 6 September 2024.

Dua saham Indonesia berhasil masuk ke indeks FTSE berkapitalisasi besar. Mereka adalah emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan anak usaha bank pelat merah PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS).

Sementara itu, terdapat beberapa saham yang harus terdepak dari indeks large cap ke middle cap. Mereka adalah PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) dan PT United Tractors Tbk (UNTR).

Ke depan, FTSE akan mengumumkan rebalancing berikutnya pada 22 November 2024, dengan tanggal efektif pada 22 Desember 2024.

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut merupakan daftar emiten dari Indonesia yang masuk dalam FTSE Global Equity Index terbaru:

1. Large Cap

Masuk: BRIS, BREN

Keluar: CPIN, GOTO, KLBF, HMSP, UNTR

2. Middle Cap

Masuk: CPIN, GOTO, KLBF, UNTR

Keluar: AALI, BRIS, FREN

3. Small Cap

Masuk: ADMR, AALI, ARTO, CMRY, SILO

Keluar: ASRI, AGRO

4. Micro Cap

Masuk: ASRI, ALII, AGRO, CASS, JTPE, MFIN, SPTO, TMAS, TOTL

Keluar: ADMF, APLN, ARCI, MCOR, BUDI, BMHS, DLTA, SMMT, IPCC, WOOD, JRPT, KAEF, MGRO, AGII, CLEO, AISA, WTON


Berita ini dikutip dari : CNBC Indonesia

Mentari Puspadini,
26 August 2024 14:55 WIB