Super Kawaii Cute Cat Kaoani
Tampilkan postingan dengan label PTRO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PTRO. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Februari 2025

Saham Prajogo Pangestu BREN hingga PTRO Jatuh di Tengah Kabar Tak Masuk MSCI

IDXChannel – Saham emiten milik taipan Prajogo Pangestu serentak turun tajam pada Jumat (7/2/2025) pagi seiring MSCI mengumumkan tidak akan memasukkan saham-saham tersebut ke indeks acuan investor global itu.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.31 WIB, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) merosot hingga auto rejection bawah (ARB) 20 persen, tepatnya, 19,94 persen, ke Rp7.025 per saham.

Kemudian, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga ARB 19,96 persen. Demikian pula, saham PT Petrosea Tbk (PTRO) amblas 15,45 persen, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melorot 6,04 persen dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turun 9,57 persen.

MSCI mengonfirmasi, dikutip dari Stockbit Sekuritas, saham BREN, CUAN, dan PTRO tidak akan dimasukkan dalam MSCI Indonesia Investable Market Index pada review indeks Februari 2025. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan analisis dan masukan mengenai potensi kendala investability.

“Setelah melakukan analisis dan menerima masukan dari pelaku pasar mengenai potensi kendala investability, MSCI tidak akan mempertimbangkan penambahan sekuritas berikut ke dalam MSCI Indonesia Investable Market Index (IMI) dalam Review Indeks Februari 2025,” kata MSCI dalam pengumumannya, Kamis (6/2/2025).

Namun, MSCI akan terus mengevaluasi kelayakan saham-saham tersebut dalam tinjauan indeks berikutnya dan akan memberikan pembaruan jika diperlukan. (Aldo Fernando)




Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, TIM RISET IDX CHANNEL 07/02/2025 09:42 WIB

Jumat, 10 Januari 2025

Saham Petrosea (PTRO) Melesat 3 Hari Beruntun, Tersengat Kontrak Jumbo?

IDXChannel – Saham PT Petrosea Tbk (PTRO) kembali naik signifikan pada Jumat (10/1/2025) di tengah kabar emiten Prajogo Pangestu tersebut mendapatkan kontrak anyar dengan nilai jumbo.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.57 WIB, saham PTRO meningkat 4,85 persen ke Rp3.240 per saham. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp132,9 miliar dan volume perdagangan 41,14 juta saham.

Dengan ini, saham PTRO membukukan reli kenaikan 3 hari tanpa henti. Dalam sepekan, saham ini melesat 12,50 persen, sedangkan dalam sebulan melonjakn 27,31 persen.

Menurut laporan Bloomberg Technoz dan Kontan, Kamis (9/1/2025), PTRO akan mendapatkan kontrak baru dari PT Vale Indonesia Tbk (INCO) untuk jasa pertambangan di tambang Bahadopi, Sulawesi Tengah.

Kontrak bernilai sekitar USD1 miliar atau Rp16,2 triliun ini berlaku selama sepuluh tahun.

Kabar tersebut menjadi katalis baru lainnya yang terus membuat PTRO melaju kencang usai resmi melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) pada 3 Januari 2025.

Sebelumnya, pemegang saham Petrosea menyetujui rencana stock split 1:10 yang berlaku efektif mulai perdagangan Jumat (3/1/2025) lalu. Langkah ini diharapkan meningkatkan likuiditas, frekuensi perdagangan, dan menarik minat investor ritel.

“Perseroan berharap bahwa pemecahan nilai nominal saham dapat menjadikan harga saham perseroan lebih terjangkau oleh investor pasar modal, terutama pemegang saham perorangan, sehingga dapat meningkatkan likuiditas dan frekuensi perdagangan saham perseroan,” kata manajemen PTRO pada 7 November 2024.

Kabar lainnya, Direktur Utama PTRO, Michael, membeli 80 ribu saham perseroan di harga Rp25.000 per saham pada 20 Desember 2024, senilai Rp2 miliar. Kepemilikannya kini bertambah menjadi 140 ribu saham atau 0,0139 persen dari total saham beredar.

Komisaris Independen PTRO, Erwin Ciputra, juga membeli 60 ribu saham di harga rata-rata Rp28.233 per saham pada 23 Desember 2024, senilai Rp1,7 miliar. Kini, Erwin menguasai 685.400 saham atau 0,068 persen.

PTRO sebelumnya menandatangani kontrak senilai Rp4,03 triliun dengan PT Bara Prima Mandiri di Kalimantan Tengah untuk pengupasan lapisan penutup dan penggalian batu bara hingga 2032, dengan target produksi 135,46 juta BCM dan 7,35 juta ton batu bara. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.




Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, TIM RISET IDX CHANNEL 10/01/2025 10:06 WIB

Kamis, 09 Januari 2025

Saham Emiten Prajogo Pangestu Ngegas, Ada Kaitannya sama Happy Hapsoro

JAKARTA, investor.id - Saham emiten Prajogo Pangestu, PT Petrosea Tbk (PTRO) ngegas pada sesi I perdagangan 9 Januari 2025.

Di sekitar pukul 10.37 WIB, saham PTRO ada di Rp 3.270  atau melonjak 12,37%.

Sudah sebanyak 100,85 juta saham PTRO ditransaksikan, frekuensi 25.377 kali, dan nilai transaksi Rp 316,06 miliar.

Pada perdagangan 8 Januari 2025 kemarin, saham Petrosea juga melonjak sebesar 7,38%.

Penerima manfaat akhir dari Petrosea saat ini adalah konglomerat Prajogo Pangestu. Adapun salah satu pemegang saham PTRO ialah PT Caraka Reksa Optima (CRO) dengan kepemilikan 30,2% per 31 Desember 2024.

Terafiliasi Happy Hapsoro

Sebagai informasi, pemegang saham CRO sendiri di antaranya PT Sentosa Bersama Mitra yang merupakan perusahaan Happy Hapsoro.

Petrosea (PTRO) sendiri baru menggelar stock split dengan rasio 1:10. Saham PTRO dengan nilai nominal baru mulai diperdagangkan pada Jumat, 3 Januari 2025.

Pada 2 Januari 2025, yang merupakan tanggal terakhir dengan nilai nominal lama, saham Petrosea ditutup di Rp 27.450.




Berita ini dikutip dari : Investor Daily
Penulis : Thresa Sandra Desfika
9 Jan 2025 | 10:49 WIB

Rabu, 08 Januari 2025

Saham Prajogo Pangestu Pesta Lagi, Giliran CUAN dan PTRO Naik Tinggi

IDXChannel – Saham emiten milik taipan Prajogo Pangestu kembali menguat signifikan pada Rabu (8/1/2025), melanjutkan tren positif akhir-akhir ini.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.20 WIB, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melesat 10,16 persen ke Rp13.550 per saham. Dalam sepekan, saham ini melejit 17,35 persen.

Diwartakan sebelumnya, PT Daya Bumindo Karunia (DBK), anak usaha CUAN, resmi memulai produksi batu bara metalurgi di Kalimantan Tengah. Proyek ini didukung fasilitas kredit senilai Rp2,42 triliun dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).

DBK tengah membangun berbagai fasilitas, termasuk kantor, gudang bahan bakar, dan jalan tambang sepanjang 149 kilometer yang menghubungkan area tambang dengan intermediate stockpile.

Pembangunan infrastruktur ini dikerjakan oleh PT Petrosea Tbk (PTRO), anak usaha Petrindo yang bergerak di bidang kontrak pertambangan dan EPC.

Petrosea juga menyediakan jasa pendukung lainnya, seperti pembangunan camp karyawan, kantor, jetty, serta aktivitas tambang, termasuk overburden removal dan produksi batu bara.

Direktur Utama Petrindo, Michael, menyebut langkah ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk mendukung ekspansi bisnis.

Proyek ini diharapkan memperkuat sinergi antar-anak usaha Petrindo dan memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan perusahaan.

Kenaikan tajam CUAN turut mengerek harga saham PT Petrosea Tbk (PTRO) yang mendaki 4,80 persen.

Demikian pula, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 1,01 persen bersama dengan anak usahanya PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang tumbuh 0,24 persen.

Sebelumnya, dalam keterbukaan informasi pada 9 Desember 2024, BREN, melalui anak usahanya Star Energy Geothermal, menggandeng Kyndryl untuk memanfaatkan kecerdasan buatan generatif (GenAI) berbasis Microsoft Azure Cloud. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan efisiensi operasional, inovasi, dan mengurangi biaya IT.

Kyndryl akan mengintegrasikan platform Kyndryl Bridge yang didukung AI untuk memperkuat operasional IT di unit panas bumi Barito Renewables.

Solusi ini mengandalkan AI dan machine learning untuk memberikan insight real-time, mendeteksi potensi masalah, dan menyelesaikannya secara proaktif. Pendekatan ini juga mengotomatisasi berbagai tugas IT guna mengurangi downtime dan meningkatkan produktivitas.

Sejalan dengan prioritas pemerintah dalam mendorong ketahanan energi dan digitalisasi, migrasi ke cloud ini memungkinkan Barito Renewables merespons kebutuhan bisnis dengan lebih cepat, sekaligus mengoptimalkan biaya operasional.

 Pemanfaatan cloud juga meningkatkan skalabilitas untuk menghadapi perubahan teknologi, dinamika pasar, dan regulasi siber.

Selain itu, Kyndryl mendukung modernisasi jaringan di divisi panas bumi Barito Renewables dengan mengimplementasikan teknologi Software-Defined Wide Area Networking (SD-WAN).

Sebelumnya, BREN mengumumkan dividen tunai interim senilai Rp506 miliar yang diambil dari tahun buku 2024.

Dividen tersebut diambil dari laba bersih perseroan per 30 September 2024 yang sebesar USD86 juta. Adapun saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya mencapai USD549,7 juta sementara posisi ekuitas tercatat USD736 juta.

Pada Juni 2024, BREN membagikan dividen tunai final sebesar Rp2,03 per saham. Dengan demikian, total dividen yang dibagikan di 2024 sebesar Rp5,81 per saham. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.



Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, TIM RISET IDX CHANNEL 08/01/2025 10:27 WIB

Kamis, 19 Desember 2024

Petrosea (PTRO) Umumkan Tiga Kabar Penting Bagi Investor, Apa Saja?

IDXChannel - Emiten tambang PT Petrosea Tbk (PTRO) mengumumkan kabar terkini perseroan mengenai capaian penghargaan hingga aksi korporasi yang sudah dan akan dieksekusi.

Petrosea baru-baru ini memboyong penghargaan “Best Non Financial Sector” dan kembali masuk ke dalam kategori “Top 50 Mid Capitalization Public Listed Company” di ajang 15th IICD Corporate Governance Award 2024.

Event ini diselenggarakan oleh Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) pada 25 November 2024 di Jakarta.

Penghargaan bagi Petrosea diberikan oleh IICD berkat pelaksanaan governansi korporasi yang dilakukan oleh perusahaan secara konsisten dan berkelanjutan sepanjang 2023.

“Petrosea melanjutkan komitmennya terhadap implementasi corporate governance sebagai backbone dalam pencapaian corporate purposes jangka panjang menuju keberlanjutan di masa mendatang,” ujar Head of Corporate Secretary & Communications Petrosea, Anto Broto.

Penilaian dilakukan terhadap 200 emiten berdasarkan kapitalisasi pasar terbesar (Big Cap) dan menengah (Mid Cap) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia berdasarkan metode penilaian ASEAN CG Scorecard 2023.

Rilis Obligasi dan Sukuk Rp1,5 Triliun

Dari sisi kinerja dan aksi korporasi, PTRO telah mencatatkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2024 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2024 di BEI pada 16 Desember 2024.

Petrosea menerbitkan Obligasi dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2024 senilai Rp1,5 triliun. Rinciannya, Obligasi Berkelanjutan dengan jumlah pokok senilai Rp1 triliun dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan dengan sisa imbalan ijarah senilai Rp500 miliar.

“Seluruh dana akan digunakan untuk memperkuat modal kerja guna mendukung realisasi kontrak-kontrak yang telah diperoleh Petrosea pada lini bisnis Kontak Pertambangan dan EPC terintegrasi,” kata Chief Investment Officer Petrosea, Kartika Hendrawan.

Petrosea mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) lebih dari 2 kali untuk Obligasi Berkelanjutan I Tahap I dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2024. 

Penerbitan ini merupakan bagian dari program Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I dengan total nilai Rp2 triliun dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I dengan total nilai Rp1 triliun.

Sebelumnya, Petrosea telah meraih corporate rating idA+ (Single A Plus; Stable Outlook) dan idA+(sy) (Single A Plus Syariah) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) berdasarkan data dan informasi dari Perusahaan serta Laporan Keuangan Audit per 30 Juni 2024 dan Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2023.

RUPLSB PTRO Setujui Stock Split 1:10

Aksi korporasi lain yang akan dilakukan perseroan adalah pemecahan saham (stock split) dengan rasio 1:10. Dengan stock split ini, maka nilai nominal saham yang semula sebesar Rp50 per saham, akan menjadi Rp5 per saham. 


Rencana stock split ini sudah meraih persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa pada Senin, 16 Desember 2024.

Pada RUPSLB tersebut, para pemegang saham menyetujui perubahan Anggaran Dasar Pasal 4 ayat 1 Perusahaan sehubungan dengan rencana stock split tersebut.

“Dengan dilakukannya stock split, diharapkan akan meningkatkan permintaan atas saham perseroan, menarik minat para calon investor baru dan memperluas basis pemodal, baik kelompok pemodal nasional maupun pemodal asing, serta klasifikasi pemegang saham perorangan dan badan usaha,” ujar Presiden Direktur Petrosea, Michael.

Seluruh target kinerja operasional dan keuangan Petrosea didukung oleh budaya Keselamatan, Kesehatan Kerja & Lingkungan (K3L) yang kuat melalui penerapan target zero accident, operational excellence dan continuous improvement, serta faktor pengelolaan risiko dan Good Corporate Governance (GCG) sebagai tulang punggung Perusahaan yang berkesinambungan.

(Fiki Ariyanti)



Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, Fiki Ariyanti 19/12/2024 11:40 WIB

Selasa, 17 Desember 2024

Pemegang Saham Restui PTRO Gelar Stock Split

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemegang saham PT Petrosea Tbk (PTRO) menyetujui rencana perusahaan untuk melakukan pemecahan nilai saham atau stock split.

PTRO, yang kini merupakan emiten milik Prajogo Pangestu, akan menggelar stock split dengan rasio 1:10. Sehingga, nilai nominal saham PTRO yang semula Rp50/saham akan berubah menjadi Rp5/saham.

"Sehingga, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan yang semula sebanyak 1,08 miliar saham dengan nilai nominal sebesar Rp50/saham akan meningkat menjadi sebanyak-banyaknya 10,09 miliar saham dengan nilai nominal sebesar Rp5/saham," seperti dikutip dalam keterbukaan informasi, Selasa (17/12/2024).

Stock split diharapkan mampu meningkatkan permintaan saham, menarik minat investor baru dan memperluas basis pemodal yang berujung pada peningkatan likuiditas serta frekuensi perdagangan saham.

PTRO juga memastikan aksi korporasi tersebut tak akan berdampak negatif pada kelangsungan usaha, termasuk posisi keuangan.

Berikut jadwal lengkap rencana stock split PTRO:

  • Pelaksanaan RUPSLB : 16 Desember 2024
  • Permohonan Pencatatan Saham Tambahan Ke BEI atas Saham Hasil Pemecahan Saham : 18 Desember 2024
  • Keterbukaan Informasi Sehubungan Dengan Pelaksanaan Pemecahan Saham: 23 Desember 2024
  • Tanggal Akhir Perdagangan Saham Dengan Nilai Nominal Lama di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi : 27 Desember 2024
  • Tanggal Awal Perdagangan Saham Dengan Nilai Nominal Baru di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi : 30 Desember 2024 
  • Periode Peniadaan Perdagangan di Pasar Tunai selama 2 (dua) Hari Bursa : 30 Desember 2024 & 2 Januari 2025
  • Tanggal Terakhir Penyelesaian Perdagangan Saham Dengan Nilai Nominal lama & Tanggal Pencatatan Saham yang Berhak atas Pemecahan Saham (Rec Date) : 2 Januari 2025
    Tanggal Distribusi Saham dengan Nilai Nominal Baru* & Awal Perdagangan Saham dengan Nilai Nominal Baru di Pasar Tunai : 3 Januari 2025

(dhf)




Berita ini dikutip dari : Bloombergtechnoz.com
Muhammad Fikri
17 December 2024 11:13

Rabu, 11 Desember 2024

Saham Petrosea (PTRO) Naik 4 Persen, Tembus Rekor ATH Lagi

IDXChannel – Saham PT Petrosea Tbk (PTRO) kembali menguat tajam pada Rabu (11/12/2024), berhasil menyentuh rekor tertinggi (all-time high/ATH) baru di tengah momentum uptrend belakangan ini.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.08 WIB, saham PTRO meningkat 4,62 persen ke Rp26.625 per saham. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp75,16 miliar.

Di awal perdagangan, saham PTRO sempat menyentuh Rp26.725 per saham, rekor ATH anyar. PTRO kerap melampaui rekor tertinggi akhir-akhir ini.

Alhasil, dalam sepekan saham PTRO mendaki 13,89 persen dan dalam sebulan melambung 38,98 persen. Sementara, sejak awal 2024 (YtD), saham PTRO melonjak 369,60 persen.

Sebelumnya, PTRO mengumumkan, perseroan akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin (16/12/2024) pukul 10.00 WIB. 

Rapat tersebut dijadwalan berlangsung di Indy Bintaro Office Park, Jl. Boulevard Bintaro, Sektor VII, Kav B7/A6 CBD Bintaro, Tangerang Selatan.

Mengutip pengumuman Pemanggilan RUPSLB di keterbukaan informasi BEI, mata acara tunggal dalam rapat tersebut adalah meminta persetujuan pemegang saham atas rencana pelaksanaan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dari nilai nominal Rp50 menjadi Rp5 per saham.

PTRO memang berencana menggelar stock split dengan rasio 1:10, dari sebanyak 1 miliar saham akan menjadi 10,08 miliar saham. 

“Perseroan berharap bahwa pemecahan nilai nominal saham dapat menjadikan harga saham perseroan lebih terjangkau oleh investor pasar modal, terutama pemegang saham perorangan, sehingga dapat meningkatkan likuiditas dan frekuensi perdagangan saham perseroan,” kata manajemen PTRO dalam keterbukaan informasi di BEI, Kamis (7/11).

Manajemen PTRO menjelaskan, harga saham yang lebih terjangkau diharapkan akan meningkatkan permintaan atas saham perseroan, menarik minat para calon investor baru dan memperluas basis pemodal, baik kelompok pemodal nasional maupun pemodal asing, serta klasifikasi pemegang saham perorangan dan badan usaha.

Secara umum, stock split tidak mengubah total nilai kapitalisasi pasar perusahaan, tetapi membuat harga per saham turun secara proporsional.

Hal ini sering kali berdampak positif karena harga saham yang lebih rendah dapat menarik minat lebih banyak investor untuk membeli saham tersebut.

Bagi investor, adanya stock split ini dapat dianggap sebagai peluang untuk berinvestasi di saham PTRO dengan harga per unit yang lebih rendah, tanpa mengubah proporsi kepemilikan mereka.

Namun, investor tetap perlu memperhatikan, stock split sendiri tidak secara langsung meningkatkan nilai fundamental perusahaan, dan kinerja saham setelah stock split tetap bergantung pada prospek bisnis dan fundamental PTRO ke depan.

Kabar lainnya, PTRO menandatangani kontrak senilai Rp4,03 triliun dengan PT Bara Prima Mandiri di Kalimantan Tengah untuk pengupasan lapisan penutup dan penggalian batu bara hingga 2032, dengan target produksi 135,46 juta BCM dan 7,35 juta ton batu bara. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.



Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, TIM RISET IDX CHANNEL 11/12/2024 10:19 WIB

Senin, 02 Desember 2024

Saham Petrosea (PTRO) Naik 7 Persen, Tembus ke Atas Rp20 Ribu

IDXChannel – Saham emiten milik Prajogo Pangestu PT Petrosea Tbk (PTRO) meningkat tajam pada perdagangan Senin (2/12/2024), menembus level tertinggi anyar.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.55 WIB, saham PTRO melesat 7,48 persen, menembus ke atas level psikologis Rp20.000, tepatnya ke level Rp21.200 per saham.

Di awal perdagangan, saham PTRO sempat menembus Rp21.500 per saham, yang merupakan rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH).

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp74,44 miliar.

Dengan ini, dalam sebulan terakhir saham PTRO mendaki 18,55 persen dan sejak awal 2024 (YtD) melonjak 274,01 persen.

Sebelumnya, PTRO mengumumkan, perseroan akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin (16/12/2024) pukul 10.00 WIB. 

Rapat tersebut dijadwalan berlangsung di Indy Bintaro Office Park, Jl. Boulevard Bintaro, Sektor VII, Kav B7/A6 CBD Bintaro, Tangerang Selatan.

Mengutip pengumuman Pemanggilan RUPSLB di keterbukaan informasi BEI, mata acara tunggal dalam rapat tersebut adalah meminta persetujuan pemegang saham atas rencana pelaksanaan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dari nilai nominal Rp50 menjadi Rp5 per saham.

PTRO memang berencana menggelar stock split dengan rasio 1:10, dari sebanyak 1 miliar saham akan menjadi 10,08 miliar saham. 

“Perseroan berharap bahwa pemecahan nilai nominal saham dapat menjadikan harga saham perseroan lebih terjangkau oleh investor pasar modal, terutama pemegang saham perorangan, sehingga dapat meningkatkan likuiditas dan frekuensi perdagangan saham perseroan,” kata manajemen PTRO dalam keterbukaan informasi di BEI, Kamis (7/11).

Manajemen PTRO menjelaskan, harga saham yang lebih terjangkau diharapkan akan meningkatkan permintaan atas saham perseroan, menarik minat para calon investor baru dan memperluas basis pemodal, baik kelompok pemodal nasional maupun pemodal asing, serta klasifikasi pemegang saham perorangan dan badan usaha.

Secara umum, stock split tidak mengubah total nilai kapitalisasi pasar perusahaan, tetapi membuat harga per saham turun secara proporsional.

Hal ini sering kali berdampak positif karena harga saham yang lebih rendah dapat menarik minat lebih banyak investor untuk membeli saham tersebut.

Bagi investor, adanya stock split ini dapat dianggap sebagai peluang untuk berinvestasi di saham PTRO dengan harga per unit yang lebih rendah, tanpa mengubah proporsi kepemilikan mereka.

Namun, investor tetap perlu memperhatikan, stock split sendiri tidak secara langsung meningkatkan nilai fundamental perusahaan, dan kinerja saham setelah stock split tetap bergantung pada prospek bisnis dan fundamental PTRO ke depan.

Kabar lainnya, PTRO menandatangani kontrak senilai Rp4,03 triliun dengan PT Bara Prima Mandiri di Kalimantan Tengah untuk pengupasan lapisan penutup dan penggalian batu bara hingga 2032, dengan target produksi 135,46 juta BCM dan 7,35 juta ton batu bara. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.




Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, TIM RISET IDX CHANNEL 02/12/2024 10:04 WIB

Kamis, 07 November 2024

Emiten Tambang Prajogo (PTRO) Stock Split 1:10, Ini Alasannya

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten tambang milik Prajogo Pangestu PT Petrosea Tbk. (PTRO) berencana melakukan pemecahan saham atau stock split dengan rasio 1:10. Mengutip prospektus, nilai nominal saham PTRO yang sebesar Rp50,00 per saham akan menjadi Rp5,00 per saham usai aksi itu dilakukan.

Petrosea mengatakan stock split ini diharapkan dapat membuat harga sahamnya menjadi lebih terjangkau bagi investor pasar modal. Terutama bagi investor perorangan, sehingga dapat meningkatkan likuiditas dan frekuensi perdagangan saham itu.

"Harga saham yang lebih terjangkau diharapkan akan meningkatkan permintaan atas saham Perseroan, menarik minat para calon investor baru dan memperluas basis pemodal, baik kelompok pemodal nasional maupun pemodal asing, serta klasifikasi pemegang saham perorangan dan badan usaha," kata manajemen PTRO dalam prospektus yang dikutip Kamis (7/11/2024).

Petrosea menyatakan bahwa pemecahan saham tidak berdampak negatif terhadap posisi keuangannya.

Untuk melakukan aksi ini, Petrosea bakal meminta persetujuan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang bakal digelar pada 16 Desember 2024 mendatang.

Berdasarkan RTI Business, saham PTRO melesat 5,01% pada sesi I perdagangan Kamis (7/11/2024). Saham itu berada di posisi 17.850 per pukul 10.19 WIB. Lantas, jika mengacu harga saat ini, stock split akan membuat saham PTRO menjadi Rp1.785 per saham.

Berikut jadwal stock split PTRO:

-Tanggal akhir perdagangan saham dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan negosiasi: 27 Desember 2024

-Tanggal awal perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar reguler dan negosiasi: 30 Desember 2024

-Tanggal terakhir penyelesaian perdagangan dengan nilai nominal lama: 2 Januari 2025

-Recording date: 2 Januari 2025

-Tanggal distribusi saham dengan nilai nominal baru: 3 Januari 2025

-Awal perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar tunai: 3 Januari 2025




Berita ini dikutip dari : CNBC
Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
07 November 2024 11:15

Selasa, 22 Oktober 2024

Saham Prajogo Pangestu Kompak Pesta, PTRO Melesat 18 Persen

IDXChannel – Saham emiten yang dikendalikan pengusaha kenamaan Prajogo Pangestu serentak menguat tajam pada perdagangan Selasa (22/10/2024).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.59 WIB, saham PT Petrosea Tbk (PTRO) melambung 18,29 persen ke Rp16.975 per saham.

PTRO bahkan sempat menyentuh Rp17.200 per saham, yang menjadi rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) emiten yang bergerak di bidang kontrak pertambangan tersebut.

Kabar terbaru, PTRO akan menggelar papan publik (public expose) pada Rabu (23/10/2024) besok.

Sebelumnya, PTRO mengucurkan anggaran belanja modal (capex) senilai Rp6 triliun untuk membeli peralatan pertambangan baru.

Realisasi investasi fase pertama telah diperoleh dari PT United Tractors Tbk, PT Trakindo Utama, PT Indotruck Utama, PT Indo Traktor Utama dan PT Eka Dharma Jaya Sakti.

“Pembelian peralatan pertambangan ini dilakukan untuk mendukung proyek-proyek jasa penambangan baru, serta sebagai langkah antisipasi pengembangan dan keberlanjutan usaha di masa mendatang,” kata Direktur PTRO Iman Darus Hikhman dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (1/10/2024).

Iman menuturkan, PTRO telah melaksanakan aktivitas first cut operations di beberapa proyek jasa penambangan baru yang berlokasi di daerah Kalimantan Tengah.

Dengan dilaksanakan aktivitas first cut operations, terangnya, maka kegiatan operasional penambangan telah mulai dilaksanakan di proyek-proyek tersebut.

Aktivitas first cut operations di proyek jasa penambangan untuk PT Multi Tambangjaya Utama di Kabupaten Barito Selatan telah dilaksanakan pada 2 September 2024.

Sedangkan, proyek jasa penambangan life of mine untuk PT Pasir Bara Prima di Kabupaten Kapuas juga telah melakukan aktivitas first cut pada tanggal 8 September 2024.

Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga terkerek, yakni sebesar 10,88 persen.

Demikian pula, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang mendaki 5,34 persen.

Baru-baru ini, anak usaha Barito Renewables, Star Energy Geothermal mengumumkan rencana peningkatan kapasitas 102,6 MW pada International Geothermal Conference and Exhibition 2024 (IIGCE).

Inisiatif strategis ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Star Energy Geothermal melalui proyek retrofitting dan penambahan kapasitas baru dalam upaya mendukung Indonesia melakukan target transisi energi.

Saham induk BREN, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) tumbuh 2,96 persen. Sementara, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) naik 0,56 persen. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.



Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, TIM RISET IDX CHANNEL 22/10/2024 11:11 WIB

Selasa, 01 Oktober 2024

Petrosea (PTRO) Ungkap Info soal Investasi Rp 6 Triliun


JAKARTA, investor.id - Emiten Prajogo Pangestu, PT Petrosea Tbk (IDX:PTRO) dengan ini mengumumkan bahwa perusahaan melakukan investasi peralatan pertambangan baru sebagai realisasi dari ekspansi bisnis dengan mengalokasikan belanja modal sekitar Rp 6 triliun (atau sebesar US$ 400 juta).

Investasi peralatan pertambangan untuk fase pertama telah diperoleh dari PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Trakindo Utama, PT Indotruck Utama, PT Indo Traktor Utama, dan PT Eka Dharma Jaya Sakti.

“Pembelian peralatan pertambangan ini dilakukan untuk mendukung proyek-proyek jasa penambangan baru, serta sebagai langkah antisipasi pengembangan dan keberlanjutan usaha di masa mendatang,” ujar Mining and Mine Services Director PT Petrosea Tbk, Iman Darus Hikhman dalam keterangan resmi, Selasa (1/10/2024).

Perusahaan telah melaksanakan aktivitas first cut operations di beberapa proyek jasa penambangan baru yang berlokasi di daerah Kalimantan Tengah. Dengan dilaksanakan aktivitas first cut operations, maka kegiatan operasional penambangan telah mulai dilaksanakan di proyek-proyek tersebut.

Aktivitas first cut operations di proyek jasa penambangan untuk PT Multi Tambangjaya Utama di Kabupaten Barito Selatan telah dilaksanakan pada 2 September 2024. Sedangkan, proyek jasa penambangan life of mine untuk PT Pasir Bara Prima di Kabupaten Kapuas juga telah melakukan aktivitas first cut pada tanggal 8 September 2024.

Selain itu, aktivitas first cut juga telah dilaksanakan di beberapa proyek baru jasa penambangan di daerah Kalimantan Tengah.

Layanan Petrosea

Petrosea (PTRO) menawarkan berbagai layanan untuk sektor pertambangan batu bara dan mineral yang mencakup layanan pit-to-port, termasuk aktivitas open pit contract mining services, civil & infrastructure construction, layanan manajemen proyek pertambangan, technical & feasibility study consulting services, mine planning & optimization services, serta solusi Minerva Digital Platform yang memanfaatkan teknologi digital terkini untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Petrosea juga memiliki kemampuan untuk memantau dan mengendalikan kegiatan operasional di berbagai proyek dengan memanfaatkan real-time data melalui Remote Operations Center yang berlokasi di kantor pusat Perusahaan.

Seluruh target kinerja operasional dan keuangan Petrosea (PTRO) didukung oleh budaya Keselamatan, Kesehatan Kerja & Lingkungan (K3L) yang kuat melalui penerapan target zero accident, operational excellence dan continuous improvement, serta faktor pengelolaan risiko dan Good Corporate Governance (GCG) sebagai tulang punggung Perusahaan yang berkesinambungan.



Berita ini dikutip dari : Investor Daily
Penulis : Thresa Sandra Desfika
1 Okt 2024 | 10:02 WIB

Rabu, 04 September 2024

Drop 88 Persen, Laba PTRO Medio 2024 Tersisa USD1,32 Juta

 

EmitenNews.com - Petrosea (PTRO) paruh pertama 2024 meraup laba bersih USD1,32 juta. Meluncur deras 88 persen dari episode sama tahun lalu senilai USD11,59 juta. Dengan hasil itu, laba per saham dasar anjlok ke posisi USD0,0013 dari sebelumnya USD0,0117. 

Pendapatan USD318,02 juta, melejit 16 persen dari periode sama tahun lalu USD274,02 juta. Beban usaha langsung USD277,35 juta, bengkak dari posisi sama tahun lalu USD232,41 juta. Laba kotor terakumulasi USD40,67 juta, mengalami penyusutan dari edisi sama tahun lalu USD41,6 juta. 

Beban penjualan dan administrasi USD26,57 juta, bengkak dari USD21,4 juta. Beban bunga dan keuangan USD13,34 juta, bengkak dari posisi sama tahun lalu USD7,16 juta. Penghasilan bunga USD395 ribu, melorot dari USD604 ribu. Beban pajak final USD4,04 juta, bengkak dari USD970 ribu. 

Keuntungan dan kerugian lain-lain USD6,03 juta, melonjak dari USD611 ribu. Total beban usaha USD37,53 juta, bengkak dari USD28,32 juta. Laba sebelum pajak USD3,13 juta, melorot dari USD13,28 juta. Laba bersih periode berjalan USD1,52 juta, drop dari USD11,71 juta. 

Total ekuitas USD241,58 juta, mengalami lompatan dari akhir 2023 senilai USD235,63 juta. Jumlah liabilitas USD494,01 juta, bengkak dari akhir tahun lalu USD492,31 juta. Total aset terkumpul USD735,59 juta, menanjak dari akhir tahun lalu USD727,94 juta. (*)


Berita ini dikutip dari : Emiten News

Author: Jakfar Shodik
04/09/2024, 06:00 WIB