Super Kawaii Cute Cat Kaoani
Tampilkan postingan dengan label BUMI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BUMI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Januari 2025

Saham Grup Bakrie DEWA-BUMI Cs Naik, Tersengat Aksi Korporasi

IDXChannel – Saham-saham emiten yang terafiliasi dengan Grup Bakrie mencatatkan penguatan pada Kamis (2/1/2025), didorong oleh kabar terkait aksi korporasi dari salah satu entitas bisnis grup tersebut.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.32 WIB, saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) meningkat 7,21 persen.

Saham DEWA beberapa bulan terakhir dikaitkan dengan potensi adanya aksi korporasi (corporate action) dan masuknya investor strategis, yakni pemilik Grup Salim. Namun, manajemen belum menanggapi rumor tersebut.

Kabar terbaru, DEWA berencana mengadakan private placement dengan menerbitkan 17,2 miliar saham baru seharga Rp65 per saham. Langkah ini bertujuan untuk mengonversi utang sebesar Rp1,1 triliun.

Dua pihak yang akan berpartisipasi dalam private placement ini adalah PT Madhani Talatah Nusantara (MTN) dan PT Andhesti Tungkas Pratama (ATP).

Berdasarkan laporan Stockbit pada Kamis (2/1/2025), MTN tercatat sebagai kreditur utang usaha DEWA senilai Rp757 miliar, sementara ATP merupakan kreditur pada pos utang lain-lain sebesar Rp358,9 miliar.

Setelah transaksi ini, MTN akan memiliki 29,8 persen saham DEWA, dan ATP akan memegang 14,2 persen, meski sebelumnya keduanya tidak memiliki kepemilikan di perusahaan tersebut.

Rencana ini dijadwalkan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 13 Februari 2025.

Menurut Stockbit, harga pelaksanaan private placement yang 41,4 persen lebih rendah dibandingkan harga penutupan saham DEWA di level Rp111 per saham pada Senin (30/12/2024), berpotensi menimbulkan sentimen negatif jangka pendek karena menyebabkan dilusi signifikan bagi pemegang saham eksisting.

“Meskipun kami menilai konversi utang ini bukan yang paling ideal untuk memperkuat struktur permodalan DEWA, aksi korporasi ini dapat berdampak positif dalam jangka panjang jika pemegang saham baru dapat memberikan nilai tambah bagi perseroan ke depannya,” kata Investment Analyst Stockbit Hendriko Gani, Kamis (2/1).

Selain DEWA, saham emiten tambang emas PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mendaki 6,94 persen.

BRMS sebelumnya melaporkan hasil kinerja keuangan dan produksi hingga kuartal III-2024 pada 29 November 2024.

Menurut siaran pers perusahaan, BRMS membukukan laba bersih USD16,43 juta selama periode 9 bulan di 2024 (9M 2024), naik 54 persen secara tahunan (Year on Year/YoY) dari periode yang sama tahun sebelumnya USD10,64 juta.

Kenaikan laba bersih tersebut seiring pertumbuhan pendapatan yang signifikan sebesar 231 persen YoY dari USD32,74 juta pada 9 bulan di 2023 menjadi USD108,48 juta pada 9 bulan pertama di 2024.

Laba usaha BRMS juga meningkat tajam, yakni 189 persen YoY menjadi USD28,56 juta.

Sementara, produksi emas naik 176 persen YoY dari 16.437 ons (511 kg) pada 9 bulan di 2023 menjadi 45.366 ons (1.411) kg selama Januari-September 2024.

Harga jual rata-rata (ASP) emas BRMS mengalami kenaikan 23 persen YoY, dari USD1.914 per troy ons pada 9M 2023 menjadi USD2.347 per troy ons pada 9M 2024.

Kemudian, saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mendaki 5,13 persen dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) tumbuh 2,13 persen.

Saham batu bara Grup Bakrie, yang juga dikendalikan Grup Salim, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terapresiasi 5,93 persen.

BUMI membukukan laba bersih senilai USD122,86 juta hingga kuartal III-2024. Capaian itu setara Rp1,86 triliun (kurs JISDOR BI akhir September Rp15.144 per 1 USD).

Realisasi laba BUMI ini melonjak 110,88 persen year-on-year (yoy) dibandingkan periode sama tahun lalu.

Kinerja cemerlang ini turut mendorong kenaikan laba per saham dasar BUMI menjadi USD0,33 per 1.000 saham.

Di sisi lain, pendapatan usaha BUMI justru turun 21,10 persen yoy menjadi USD926,88 juta atau setara Rp14,04 triliun, dibandingkan triwulan ketiga tahun lalu.

Ekspor batu bara berkontribusi utama senilai USD530,92 juta, sementara penjualan emas mencapai USD106,47 juta.

Alhasil, laba kotor yang terakumulasi sebesar USD93,61 juta, dengan laba operasional di angka USD25,42 juta, sebagaimana laporan keuangan perusahaan, 3 Desember 2024.

BUMI juga ditopang oleh laba atas entitas asosiasi dan ventura bersama mencapai USD67,35 juta, sehingga membuat laba sebelum pajak menembus USD88,23 juta.

Saham Grup Bakrie lainnya, emiten minyak dan gas (migas) PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) naik 4,35 persen dan VKTR tumbuh 2,31 persen. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.




Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, TIM RISET IDX CHANNEL 02/01/2025 10:40 WIB

Selasa, 03 Desember 2024

Bumi Resources (BUMI) Raup Laba Bersih Rp1,86 Triliun, Melonjak 110 Persen

IDXChannel - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membukukan laba bersih senilai USD122,86 juta hingga kuartal III-2024. Capaian itu setara Rp1,86 triliun (kurs JISDOR BI akhir September Rp15.144 per 1 USD).

Realisasi laba emiten tambang grup Bakrie ini melonjak 110,88 persen year-on-year (yoy) dibandingkan periode sama tahun lalu.

Kinerja cemerlang ini turut mendorong kenaikan laba per saham dasar BUMI menjadi USD0,33 per 1.000 saham.

Di sisi lain, pendapatan usaha BUMI justru turun 21,10 persen yoy menjadi USD926,88 juta atau setara Rp14,04 triliun, dibandingkan triwulan ketiga tahun lalu.

Ekspor batu bara berkontribusi utama senilai USD530,92 juta, sementara penjualan emas mencapai USD106,47 juta.

Alhasil, laba kotor yang terakumulasi sebesar USD93,61 juta, dengan laba operasional di angka USD25,42 juta, sebagaimana laporan keuangan perusahaan, Selasa (3/12/2024).

BUMI juga ditopang oleh laba atas entitas asosiasi dan ventura bersama mencapai USD67,35 juta, sehingga membuat laba sebelum pajak menembus USD88,23 juta.

Neraca keuangan BUMI menunjukkan total aset BUMI meningkat 1,67 persen year-to-date (ytd) menjadi USD4,27 miliar. Liabilitas atau utang turun 4,40 persen ytd menjadi USD1,37 miliar, dengan ekuitas meningkat 4,80 persen ytd menjadi USD2,91 miliar.

Level posisi kas perusahaan pada akhir September tercatat justru turun 26,48 persen ytd menjadi USD56,47 juta, dibandingkan posisi Januari 2024 sebesar USD76,81 juta.

(DESI ANGRIANI)




Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, Dinar Fitra Maghiszha 03/12/2024 11:07 WIB

Selasa, 12 November 2024

Saham Bumi Resources (BUMI) Kembali Melaju Kencang, Naik 10 Persen

IDXChannel – Saham emiten batu bara PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali naik signifikan pada perdagangan Selasa (12/11/2024).

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.29 WIB, saham BUMI melambung 10,07 persen ke level Rp164 per saham. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp480,67 miliar.

Dengan ini, saham BUMI menguat dua hari beruntun. Pada Senin (11/11), saham BUMI ditutup melesat 17,32 persen.

Sebelumnya, lembaga pemeringkat, Pefindo menyematkan peringkat idA+ dengan prospek stabil kepada BUMI.

Namun peringkat tersebut dibatasi oleh posisi biaya tunai yang moderat, bisnis yang terkonsentrasi, serta paparan terhadap fluktuasi harga komoditas dan risiko lingkungan.

"Peringkat dapat dinaikkan jika BUMI berhasil menurunkan biaya tunai, sehingga akan meningkatkan peringkatnya margin keuntungan Perusahaan dan memperkuat manajemen operasionalnya," tulis Pefindo, Jumat (8/11/2024) lalu.

Pefindo menjelaskan, peringkat BUMI juga dapat terus terkerek jika perseroan berhasil melakukan diversifikasi usaha dan menghasilkan porsi pendapatan yang signifikan dari sumber selain batu bara termal.

Lebih lanjut, memburuknya pendapatan akibat turunnya harga batu bara juga dapat memberikan tekanan pada peringkat perusahaan.

"Kami dapat menurunkan peringkat jika pendapatan Perusahaan atau EBITDA jauh di bawah target, sehingga dapat memperburuk struktur permodalan perusahaan dan langkah-langkah perlindungan arus kas," kata Pefindo.

BUMI bergerak di industri pertambangan batu bara dan emas melalui anak perusahaannya, PT Arutmin Indonesia dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) masing-masing.

Perusahaan juga memiliki saham mayoritas sebesar 51 persen di PT Kaltim Prima Coal (KPC), salah satu perusahaan Indonesia perusahaan pertambangan batu bara terbesar. (Aldo Fernando)



Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, TIM RISET IDX CHANNEL 12/11/2024 09:38 WIB

Jumat, 08 November 2024

Dua Emiten Tambang Bakrie, BUMI dan BRMS Masuk Indeks MSCI

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) mengumumkan, perusahaan tambang ini masih termasuk dalam MSCI Indonesia Small Cap Index pada rebalancing yang akan datang pada tanggal 25 November 2024.

"Pada rebalancing yang akan datang pada tanggal 25 November 2024, Bumi Resources (BUMI) dan Bumi Resources Minerals (BRMS) masih termasuk dalam MSCI Indonesia Small Cap Index," kata Direktur Independen merangkap Corporate Secretary BUMI Dileep dalam pesan singkatnya, Jumat (7/11).

Ia menyebut, BUMI merupakan salah satu konstituen teratas, dengan bobot sekitar 4,82%, sementara PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) juga mempertahankan posisinya dalam indeks karena memenuhi persyaratan likuiditas.

Pada data terakhir, BRMS memiliki bobot sekitar 3,06% dalam indeks small cap MSCI Indonesia, yang terdiri dari 52 konstituen yang mewakili sekitar 14% dari total saham di Indonesia.

Sebelumnya, Dileep juga menegaskan, bahwa Bumi telah masuk dalam indeks ini sejak beberapa waktu yang lalu dan juga 5 indeks FTSE.

Mengutip algoresearch, Bumi Resources Mineral (BRMS) sedang mengalami kenaikan harga saham yang signifikan tahun ini, dengan peningkatan sebesar 93%. Kenaikan ini banyak didorong oleh ekspektasi bahwa BRMS akan masuk ke dalam indeks MSCI.

MSCI sendiri adalah indeks global yang sering dijadikan acuan oleh investor institusi besar di seluruh dunia, dan jika sebuah saham masuk ke dalam indeks ini, kemungkinan akan ada aliran pembelian besar dari investor pasif, seperti Exchange Traded Funds (ETF).

"Beberapa analis mengatakan bahwa level Rp 400 per saham adalah kunci penting untuk masuk ke MSCI," tulisnya.

Saat ini, kapitalisasi pasar BRMS berada di angka Rp 48 triliun (US$ 3,1 miliar) dengan free float 49% dan public float 52% per September 2024.

Berdasarkan harga penutupan pada di level Rp 338 per saham, kapitalisasi pasar yang disesuaikan dengan free float (FFMC) berada di sekitar Rp 23,6 triliun (US$ 1,5 miliar). Jika harga saham mencapai Rp 400 per saham, maka FFMC akan naik menjadi IDR 28 triliun (US$ 1,8 miliar), yang sudah cukup untuk memenuhi syarat batas minimum MSCI.

Para analis percaya bahwa jika BRMS dapat mempertahankan harga saham di sekitar Rp 400 hingga akhir Oktober 2024, ada kemungkinan besar saham ini akan masuk MSCI pada November 2024. Hal ini bisa membawa likuiditas lebih besar dan menarik minat investor yang lebih luas, termasuk dari investor pasif dan ETF.




Berita ini dikutip dari : CNBC
Romys Binekasri, CNBC Indonesia
08 November 2024 11:30

Senin, 07 Oktober 2024

ADRO, PTBA, ITMG, BUMI Cs Bisa Panas


JAKARTA, investor.id - Indeks batu bara Newcastle melonjak +5% ke level US$ 149,6/ton pada Jumat (4/10/2024), sebagaimana diungkap dalam ulasan Stockbit Sekuritas pada Senin (7/10/2024).

Kenaikan harga batu bara didorong oleh meningkatnya permintaan dari China dan India serta kenaikan harga gas di tengah eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah.

“Peningkatan harga gas sendiri berpotensi mengerek harga batu bara, yang mana merupakan produk substitusinya sebagai sumber energi,” jelas Investment Analyst Stockbit, Hendriko Gani.

Kenaikan harga batu bara, tentu bisa menjadi katalis positif jangka pendek bagi emiten batu bara, seperti PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), hingga PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Sehingga sahamnya memanas.


Penguatan harga batu bara ditopang oleh China yang mengalami peningkatan konsumsi oleh industri di tengah penurunan produksi akibat hujan lebat. Selain itu, ekspektasi pemulihan ekonomi pasca–pengumuman paket stimulus dari bank sentral China (PBoC) juga mendukung kenaikan harga batu bara.

Peningkatan konsumsi batu bara juga terjadi di India yang melaporkan kenaikan PLTU batu bara sebesar +15% dalam sepekan terakhir seiring penurunan produksi energi terbarukan sebesar -16%.

Harga Batu Bara RI

Menurut Hendriko Gani, kenaikan harga acuan batu bara Newcastle berpotensi memberikan sentimen positif jangka pendek bagi emiten produsen batu bara, seperti ADRO, PTBA, ITMG, BYAN, HRUM, INDY, dan BUMI.

“Di sisi lain, kami melihat bahwa indeks harga batu bara Indonesia tidak mengalami kenaikan yang signifikan dalam 1 pekan terakhir,” paparnya.

Berdasarkan analisis kami, ungkap Hendriko, kenaikan batu bara Indonesia tertinggi dialami oleh kategori ICI5 (+1,1% wow), sementara kenaikan terendah dialami oleh kategori ICI3 (+0,05% wow).

“Kondisi ini dapat membuat kinerja keuangan emiten batu bara Indonesia kurang berkorelasi dengan kenaikan indeks batu bara Newcastle saat ini,” pungkasnya.



Berita ini dkutip dari : Investor Daily
Penulis : Thresa Sandra Desfika
7 Okt 2024 | 08:42 WIB

Senin, 23 September 2024

Saham Bumi Resources (BUMI) & Bukit Asam (PTBA) Panas, Ada Apa?

 


JAKARTA, investor.id - Sejumlah saham emiten batu bara memanas pada sesi I perdagangan 23 September 2024. Di antaranya, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Saham Bumi Resources (BUMI) di sekitar pukul 09.52 WIB ada di Rp 121 atau +4,31%. Sedangkan saham Bukit Asam (PTBA) +3,05% ke Rp 3.040.

Saham Bukit Asam dengan kode PTBA juga sempat melonjak 6,12% pada perdagangan Jumat, 20 September pekan lalu.

Sementara itu, Research and Development ICDX Girta Yoga memprediksi harga batu bara diselimuti tren bullish pada pekan iniHal itu ditopang oleh sentimen positif dari China.

Yoga mengatakan, permintaan batu bara China berpotensi meningkat dalam jangka pendek dipicu oleh gangguan produksi. Hal itu akibat curah hujan tinggi yang melanda negara konsumen batu bara terbesar pertama dunia.

“Ditambah lagi, persiapan pasokan jelang berlangsungnya libur perayaan ‘Golden Week’ di China pada 1-7 Oktober mendatang di tengah gangguan produksi akibat hujan lebat dan pemeliharaan di beberapa jalur kereta transportasi batu bara,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, akhir pekan lalu.

Namun, lanjut Yoga, harga batu bara menghadapi hambatan dari permintaan batu bara India. Hal itu karena rencana ambisius pemerintah India untuk meningkatkan produksi batu bara domestik dari 982 juta ton menjadi lebih dari 1,5 miliar ton pada tahun 2030.

Ditambah lagi, Yoga mengatakan, harga gas alam pekan ini berpotensi bergerak stabil cenderung bearish karena prakiraan cuaca yang hangat berpotensi mengurangi permintaan pemanas maupun pendingin ruangan. “Biasanya permintaan gas alam mengalami tren menurun selama bulan September dan Oktober,” ucapnya.

Harga Batu Bara

Sementara itu, harga batu bara kembali membara pada Jumat (20/9/2024). Hal itu berkat persiapan pasokan jelang berlangsungnya libur perayaan ‘Golden Week’ di China. Harga batu bara Newcastle untuk September 2024 stagnan di US$ 139,5 per ton. Sedangkan Oktober 2024 meningkat US$ 2,25 menjadi US$ 139 per ton. Sementara itu, November 2024 terkerek US$ 1,75 menjadi US$ 139,75 per ton.

Penguatan harga batu bara tentu bisa menjadi katalis positif bagi emiten batu bara seperti Bumi Resource (BUMI) dan Bukit Asam (PTBA).

Harga batu bara Rotterdam untuk September 2024 naik 0,1% menjadi US$ 114,35. Sedangkan, Oktober 2024 terkerek US$ 1,55 menjadi US$ 112,35. Sedangkan pada November 2024 meningkat US$ 1,95 menjadi US$ 112,7.


Berita ini dikutip dari : Investor Daily
Penulis : Thresa Sandra Desfika
23 Sep 2024 | 10:03 WIB

Jumat, 20 September 2024

Bumi Resources (BUMI) Punya Update Begini

 


JAKARTA, investor.id - Emiten Grup Bakrie dan Salim, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mendapatkan dua penghargaan dalam TOP GRC Awards 2024.

TOP GRC Awards merupakan kegiatan yang diadakan oleh Majalah Top Business dengan kerja sama berbagai pihak dan merupakan penghargaan GRC terbesar di Indonesia. Acara yang bertema “Leadership for Sustainable Impact: GRC, ESG, and Sustainable Development Goals (SDGs)”  ini diselenggarakan di Hotel Raffles Jakarta pada 11 September 2024.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI, Dileep Srivastava menjelaskan, penilaian dalam ajang penghargaan ini dilakukan terhadap 900 perusahaan di Indonesia. Setelah melalui penilaian yang objektif dan independen, Bumi Resources (BUMI) meraih TOP GRC Awards 2024 #5 Stars.

“Penghargaan #5 Stars merupakan tingkatan tertinggi dalam penghargaan ini. Perusahaan yang mendapatkan penghargaan #5 Stars berarti memiliki sistem, infrastruktur, dan implementasi GRC (governance, risk, and compliance) yang terbaik sehingga dapat mendukung peningkatan kinerja bisnis perusahaan secara berkelanjutan,” papar Dileep dalam keterangan resmi dikutip Jumat (20/9/2024).

Pemimpin Perusahaan

Dileep menambahkan, keberhasilan Bumi Resources (BUMI) dalam meraih penghargaan #5 Stars tentu tidak terlepas dari peran pemimpin  perusahaan.

Untuk itu, TOP GRC Awards 2024 turut menganugerahi Adika Nuraga Bakrie, Presiden Direktur BUMI, penghargaan The Most Committed GRC Leader 2024. Penghargaan tersebut dianugerahi kepada pemimpin perusahaan yang berkomitmen dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan GRC di perusahaannya.

Bumi Resources (BUMI) secara konsisten meningkatkan pelaksanaan pengelolaan risiko, kepatuhan, dan tata kelola yang baik dalam menjalankan bisnisnya. BUMI juga berkomitmen memperkuat sistem GRC, meningkatkan kualitas dan transparansi keterbukaan publik, serta melaksanakan praktik-praktik terbaik GRC dalam berbagai aspek operasional di kelompok usaha BUMI.


Berita ini dikutip dari : Investor Daily
Penulis : Thresa Sandra Desfika
20 Sep 2024 | 10:31 WIB