Super Kawaii Cute Cat Kaoani
Tampilkan postingan dengan label PTMR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PTMR. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Oktober 2024

Master Print (PTMR) Cetak Laba Rp7,16 Miliar di Kuartal III-2024

IDXChannel - PT Master Print Tbk (PTMR) mengantongi laba bersih sebesar Rp7,16 miliar hingga kuartal III-2024. Angka itu naik 81,73 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp3,94 miliar.

Penjualan perseroan turut meningkat 39,05 persen menjadi Rp89,47 miliar, dari sebelumnya sebesar Rp64,34 miliar. Secara rinci, segmen suku cadang mencatatkan penjualan sebesar Rp81,94 miliar, penjualan mesin tercatat sebesar Rp7,51 miliar dan pendapatan sewa sebesar Rp8 juta.

Dari sisi pengeluaran, beban pokok penjualan perseroan tercatat sebesar Rp67,78 miliar, beban penjualan tercatat sebesar Rp1,09 miliar, serta beban umum dan administrasi tercatat sebesar Rp11,57 miliar.

Per September 2024, total nilai aset PTMR tercatat sebesar Rp92,47 miliar, turun 2,83 persen dari posisi Desember 2023 yang sebesar Rp95,17 miliar. Adapun, liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp46,13 miliar dan ekuitas tercatat sebesar Rp46,33 miliar.

Lebih lanjut,  PTMR akan berfokus pada dua strategi pertumbuhan untuk memacu kinerja. Perseroan akan fokus pada strategi secara horizontal dan vertikal.

Secara horizontal perseroan akan mengembangkan bisnis di beberapa Complementary Industry yaitu, mencari teknologi dan consumables solution untuk logistic dan distribusi. Serta, fokus kepada sektor e-commerce yang berkembang sangat cepat.

Sedangkan secara vertikal yaitu mengembangkan bisnis yang sudah ada dengan menambahkan tipe produk baru, misalnya casing atau bungkus sosis yang sudah dikembangkan cellulose casing, selanjutnya menjadi plastik dan collagen casing.

(Febrina Ratna)


Berita ini dikutip dari : IDX Channel

Jumat, 20 September 2024

Anak Usaha IPO, Ada Emiten Sahamnya Tiba-tiba Loncat

 


JAKARTA, investor.id - Saham PT Mitra Pack Tbk (PTMP) mendadak loncat pada awal sesi I perdagangan 20 September 2024. Di sekitar pukul 09.17 WIB saham ini ada di Rp 106 atau +13,98%.

Dalam sebulan terakhir saham PTMP ternyata sudah melambung sekitar 40%.

Mitra Pack (PTMP) sempat bikin heboh jagat pasar modal karena dimasukkan dalam perhitungan indeks LQ45 per 1 Februari 2024. LQ45 sendiri adalah indeks yang mengukur kinerja harga 45 saham yang memiliki kapitalisasi pasar relatif besar, likuiditas tinggi, dan fundamental yang bagus.

Banyak pihak menilai PTMP belum seharusnya dimasukkan indeks LQ45, apalagi jika dilihat dari nilai kapitalisasi pasarnya. Tapi kemudian per 2 Mei 2024, PTMP dikeluarkan dari indeks LQ45.

Saham Mitra Pack cerah hari ini bersamaan dengan aksi dari anak usahanya yakni PT Master Print Tbk (PTMR) yang bersiap menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) maksimal 435 juta (22,81%) saham.

Master Print membuka harga penawaran awal di kisaran Rp 125-135 per saham sehingga nilai keseluruhan IPO sebanyak-banyaknya Rp 58,72 miliar.

Masa penawaran awal (bookbuilding) pada 20-24 September 2024, dan masa penawaran umum IPO PTMR diperkirakan pada 2-4 Oktober 2024. Pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diharapkan pada 8 Oktober 2024. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah Profindo Sekuritasd Indonesia.

Dana IPO

Master Print - anak usaha Mitra Pack (PTMP) - bergerak dalam bidang perdagangan sebagai distributor resmi dan penyewaan barang-barang industri pengemasan termasuk suku cadang dan servis seperti coding, marking, labelling dan product inspection system, serta shrink-packaging,  protective packaging, food packaging dan pharmaceutical (blister) packaging.

Mitra Pack (PTMP) menguasai 99% saham Master Print. Sedangkan 1% saham dipegang langsung oleh Ardi Kusuma. Ia juga merupakan pengendali dan penerima manfaat akhir dari Master Print (PTMR).

Sementara itu, dana hasil IPO Master Print (PTMR) setelah dikurangi biaya-biaya emisi efek, sekitar 46% atau sebesar Rp 25,09 miliar akan digunakan untuk pembelian sebanyak 247.500 saham atau sebesar 99% saham PT Global Putra Kusuma (GPK).

Sekitar 54% dana IPO digunakan untuk modal kerja seperti pembelian persediaan barang regular (pembelian consumable, mesin printer dan sparepart), penambahan dan pengembangan produk baru, pemasaran dan marketing.


Berita ini dikutip dari : Investor Daily
Penulis : Thresa Sandra Desfika
20 Sep 2024 | 09:27 WIB

Incar Rp58,72 miliar, Intip Rencana Penggunaan Dana IPO Master Print (PTMR)

IDXChannel - PT Master Print Tbk (PTMR) menggelar penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dengan mengincar dana segar hingga Rp58,72 miliar.

Dalam hajatan IPO tersebut, perseroan menawarkan sebanyak 435 juta saham atau setara 22,81 persen dari total modal ditempatkan dan disetor.

Harga yang ditawarkan sebesar Rp125-Rp135 per saham, sehingga perseroan berpotensi meraup dana segar sebesar Rp54,37 miliar hingga Rp58,72 miliar.

Dalam IPO ini, perseroan menunjuk PT Profindo Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek. 

Rencana Penggunaan Dana IPO PTMR

Mengutip prospektusnya, perseroan akan menggunakan 46 persen atau Rp25,09 miliar dari dana hasil IPO untuk pembelian sebanyak 247.500 saham atau sebesar 99 persen saham PT Global Putra Kusuma (GPK) yang dimiliki oleh PT KUS Global Investama (KGI) sebanyak 197.500 saham, yang dimiliki oleh PT Kencana Usaha Sentosa (KUS) sebanyak 47.500 saham, dan yang dimiliki oleh Cindy Kusuma sebanyak 2.500 saham.

Ini berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham tertanggal 28 Februari 2024 juncto Addendum Perjanjian Pengikatan Jual Beli tanggal 11 Juli 2024 juncto Addendum II tanggal 11 September 2024, yang dibuat oleh dan antara perseroan selaku pembeli dengan KGI selaku penjual 1; KUS sebagai penjual 2, dan Cindy Kusuma selaku penjual 3.

Kemudian, sekitar 54 persen dana hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja, seperti pembelian persediaan barang regular (consumables, mesin printer dan spare parts), penambahan dan pengembangan produk baru, pemasaran dan marketing. 

Penambahan dan pengembangan produk baru yang dimaksud adalah tipe produk baru yang mengalami peningkatan sesuai teknologi atau pembaharuan sesuai perkembangan pasar, misalnya casing atau bungkus sosis yang sudah dikembangkan cellulose casing selanjutnya menjadi plastic sausage casing dan collagen sausage casing. 

“Pemasaran dan marketing digunakan untuk pameran packaging, seminar consumer, penambahan tenaga marketing untuk sosial media dan iklan,” kata manajemen, Jumat (20/9).

Distributor resmi dan penyewaan barang-barang industri pengemasan termasuk suku cadang dan servis tersebut saat ini sedang dalam masa penawaran awal atau bookbuilding hingga 24 September 2024.

Masa penawaran umum akan berlangsung pada 2-4 Oktober 2024. Dan Master Print dijadwalkan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Oktober 2024 dan akan tercatat dengan kode PTMR.  


Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, Cahya Puteri Abdi Rabbi 20/09/2024 08:26 WIB