Super Kawaii Cute Cat Kaoani

Jumat, 20 September 2024

Anak Usaha IPO, Ada Emiten Sahamnya Tiba-tiba Loncat

 


JAKARTA, investor.id - Saham PT Mitra Pack Tbk (PTMP) mendadak loncat pada awal sesi I perdagangan 20 September 2024. Di sekitar pukul 09.17 WIB saham ini ada di Rp 106 atau +13,98%.

Dalam sebulan terakhir saham PTMP ternyata sudah melambung sekitar 40%.

Mitra Pack (PTMP) sempat bikin heboh jagat pasar modal karena dimasukkan dalam perhitungan indeks LQ45 per 1 Februari 2024. LQ45 sendiri adalah indeks yang mengukur kinerja harga 45 saham yang memiliki kapitalisasi pasar relatif besar, likuiditas tinggi, dan fundamental yang bagus.

Banyak pihak menilai PTMP belum seharusnya dimasukkan indeks LQ45, apalagi jika dilihat dari nilai kapitalisasi pasarnya. Tapi kemudian per 2 Mei 2024, PTMP dikeluarkan dari indeks LQ45.

Saham Mitra Pack cerah hari ini bersamaan dengan aksi dari anak usahanya yakni PT Master Print Tbk (PTMR) yang bersiap menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) maksimal 435 juta (22,81%) saham.

Master Print membuka harga penawaran awal di kisaran Rp 125-135 per saham sehingga nilai keseluruhan IPO sebanyak-banyaknya Rp 58,72 miliar.

Masa penawaran awal (bookbuilding) pada 20-24 September 2024, dan masa penawaran umum IPO PTMR diperkirakan pada 2-4 Oktober 2024. Pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diharapkan pada 8 Oktober 2024. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah Profindo Sekuritasd Indonesia.

Dana IPO

Master Print - anak usaha Mitra Pack (PTMP) - bergerak dalam bidang perdagangan sebagai distributor resmi dan penyewaan barang-barang industri pengemasan termasuk suku cadang dan servis seperti coding, marking, labelling dan product inspection system, serta shrink-packaging,  protective packaging, food packaging dan pharmaceutical (blister) packaging.

Mitra Pack (PTMP) menguasai 99% saham Master Print. Sedangkan 1% saham dipegang langsung oleh Ardi Kusuma. Ia juga merupakan pengendali dan penerima manfaat akhir dari Master Print (PTMR).

Sementara itu, dana hasil IPO Master Print (PTMR) setelah dikurangi biaya-biaya emisi efek, sekitar 46% atau sebesar Rp 25,09 miliar akan digunakan untuk pembelian sebanyak 247.500 saham atau sebesar 99% saham PT Global Putra Kusuma (GPK).

Sekitar 54% dana IPO digunakan untuk modal kerja seperti pembelian persediaan barang regular (pembelian consumable, mesin printer dan sparepart), penambahan dan pengembangan produk baru, pemasaran dan marketing.


Berita ini dikutip dari : Investor Daily
Penulis : Thresa Sandra Desfika
20 Sep 2024 | 09:27 WIB

0 comments:

Posting Komentar