Super Kawaii Cute Cat Kaoani
Tampilkan postingan dengan label BJBR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BJBR. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Februari 2025

Dua Direktur Bank bjb Serok Saham BJBR

IDXChannel - Dua direktur PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau Bank bjb (BJBR), Rio Lanasier dan Nancy Adistyasari kompak memborong saham bank yang dipimpinnya.

Rio Lanasier yang menjabat sebagai Direktur IT dan Transaction Banking Bank bjb tercatat beberapa kali menyerok saham BPD Jawa Barat itu pada Februari 2025.

"Tujuan dari transaksi untuk investasi," katanya lewat keterbukaan informasi yang dikutip Rabu (19/2/2025).

Rio membeli saham BJBR sebanyak 10 ribu saham pada 6 Februari, kemudian sehari setelahnya membeli lagi 20 ribu saham. Kedua transaksi itu berada di harga Rp915.

Lalu pada 10 dan 12 Februari, Rio kembali membeli 40 ribu saham di harga Rp910 dan Rp915. Baru-baru ini, dia melakukan akumulasi lebih banyak hingga 400 ribu saham BJBR pada 13 dan 17 Februari 2025 di harga Rp915.

Berdasarkan perhitungan IDXChannel, dana yang diinvestasikan oleh Rio untuk membeli saham BJBR sekitar Rp430 juta di luar pajak dan komisi broker. Dengan akumulasi tersebut, porsi sahamnya di BJBR mencapai 1,96 juta atau setara 0,0186 persen dari total saham yang tercatat di Bursa Efek.

Sementara itu, Nancy yang menjabat Direktur Komersial dan UMKM Bank bjb juga menambah kepemilikannya di BJBR. Dia menyerok 62 ribu saham di harga Rp915 dengan nilai transaksi sekitar Rp57 juta.

Dengan transaksi terbaru tersebut, kepemilikan saham Nancy di Bank bjb tercatat 1,04 juta saham. Jumlah itu setara 0,0098 persen dari total saham BJBR yang tercatat.

Direksi dan Komisaris Bank bjb memiliki kepemilikan saham di BJBR. Direktur Utama Bank bjb, Yuddy Renaldi masih menjadi direksi dengan kepemilikan saham terbesar sebanyak 2,19 juta saham, dipepet oleh Rio yang kini menggenggam 1,96 juta saham.

Di posisi ketiga dan keempat ada nama Teddy Setiawan dan Nancy Adistyasari yang menggenggam masing-masing 1,49 juta dan 1,04 juta saham BJBR.

Harga saham BJBR pada pagi ini relatif stagnan pada level Rp915 per saham. Dalam setahun terakhir, sahamnya merosot 24,07 persen sehingga membuat nilai kapitalisasi pasarnya menjadi Rp9,6 triliun.

(Rahmat Fiansyah)



Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, Rahmat Fiansyah 19/02/2025 09:56 WIB

Rabu, 30 Oktober 2024

Laba Bersih Bank BJB Tembus Rp 1,16 T di Kuartal III-2024

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR) mencatat laba bersih hingga kuartal III tahun ini sebesar Rp 1,16 triliun. Angka tersebut turun sebesar 18,9% dibandingkan periode yang sama tahun 2023 sebesar Rp 1,43 triliun.

Efisiensi dalam operasional serta optimalisasi fee-based income menghasilkan laba sebelum pajak konsolidasi sebesar Rp 1,47 triliun.

Dana Pihak Ketiga juga tumbuh 17,1% yoy, mencapai Rp 153,2 triliun, sementara kredit termasuk pembiayaan meningkat 10,4% yoy menjadi Rp 138 triliun.

Dari sisi kredit bank only, bank bjb mencatat pertumbuhan kredit sebesar 4,3% yoy menjadi Rp 121,5 triliun, dengan kontribusi utama dari segmen kredit konsumer yang tumbuh 6,8% yoy mencapai Rp 73,1 triliun.

Segmen kredit konsumer masih menjadi penopang utama kinerja bank bjb, dengan market share mencapai 29% di kalangan P3K di Jawa Barat dan Banten. Pada akhir September, jumlah debitur P3K meningkat signifikan dengan lebih dari 54 ribu pegawai yang menjadi nasabah bank bjb, menunjukkan potensi pasar yang masih besar di segmen ini.

Sementara dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), bank bjb berhasil meningkatkan rasio CASA (Current Account Saving Account) sebesar 2,2% menjadi 44,9%, dan cost of fund di level 4,7%. Hal ini membantu bank bjb memanfaatkan momentum penurunan suku bunga acuan guna mengurangi biaya dana.

Net Interest Margin (NIM) bank bjb tercatat sebesar 3,8%, dengan Non-Performing Loan (NPL) pada level 1,53% yang didukung Coverage Ratio di atas 100%. Rasio permodalan (CAR) bank bjb juga terjaga di level 19,4%, dengan rencana penerbitan Surat Berharga Perpetual untuk penguatan modal Tier 1.

Secara konsolidasi, bank bjb menunjukkan kinerja keuangan yang solid. Total aset meningkat sebesar 17,1% year on year (yoy), mencapai Rp 210 triliun.

"Ke depan, Perseroan akan terus berupaya untuk memperkuat posisi untuk menjadi Bank pilihan utama masyarakat dengan fokus pada inovasi, digitalisasi, serta peningkatan kualitas layanan, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, sebagai modal penting bagi Perseroan dalam menghadapi tantangan kedepan, serta memperkuat posisi Perseroan sebagai institusi keuangan yang terpercaya dan berorientasi pada masa depan," kata Direktur Utama BJB Yuddy Renaldi dalam keterangannya, Rabu (30/10).

Menurutnya, pengembangan Kelompok Usaha Bank (KUB), bank bjb mencatat progress positif terkait KUB dengan Bank Jambi dan Bank Maluku Malut. Sinergi grup ini diharapkan dapat memberikan efisiensi operasional, utamanya dalam penggunaan teknologi bersama yang membutuhkan investasi besar, yang pada akhirnya akan mendukung profitabilitas secara grup.

Selain itu, inisiatif KUB ini juga merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat posisi BPD secara grup perbankan dalam industri perbankan nasional. "Kolaborasi adalah hal paling penting yang harus dilakukan BPD dalam melakukan inovasi dan transformasi, agar bisa tetap relevan di industri perbankan," pungkasnya.



Berita ini dikutip dari : CNBC
Romys Binekasri, CNBC Indonesia
30 October 2024 11:30

Kamis, 19 September 2024

KPK Usut Korupsi Bank BJB, Dana Markup Rp200 Miliar Ngalir ke Pejabat

 

EmitenNews.com - Kasus korupsi melanda PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk (BJBR). KPK menduga Bank BJB melakukan markup dana penempatan iklan pada 2021-2023 dengan nilai total Rp200 miliar, atau terjadi penggelembungan mencapai 100 persen. Kabarnya sudah lima orang ditetapkan sebagai tersangka. Salah satunya dirut bank milik pemerintah provinsi dan daerah, Jawa Barat dan Banten itu.

Dalam keterangannya yang dikutip Senin (16/9/2024), Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu mengungkapkan, KPK sedang menangani perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan barang dan jasa, terkait iklan BJB.

KPK menduga, Bank BJB telah melakukan markup dana penempatan iklan pada 2021-2023. Totalnya, kurang lebih Rp200 miliar. Penggelembungannya mencapai 100 persen. Misal, setiap pemasangan iklan di satu media, seharga Rp200 juta dalam satu kali placement, akan digelembungkan hingga Rp400 juta.

Total uang markup kurang lebih Rp200 miliar dalam kurun waktu 2021-2023 tersebut, mengalir sebagai setoran ke sejumlah pejabat. KPK menduga juga mengalir ke Ahmadi Noor Supit agar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menghapus soal temuan tersebut.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan lima orang tersangka. Dua di antaranya dari pihak internal BJB, termasuk jajaran petinggi berinisial YR, yang diduga adalah Dirut BJB Yuddy Renaldi. Sementara tiga orang lainnya merupakan pihak swasta. Sayangnya, Asep Guntur menjelaskan lebih jauh. "Pada waktunya nanti akan diumumkan."

Seperti dikutip dari Inilah, akademisi dari Fakultas Hukum Universitas Andalas, Yoserwan mengungkapkan, KPK harus bersikap terbuka, dengan segera mengumumkan saja para tersangka dugaan korupsi Bank BJB itu. Bisa sudah memenuhi dua alat bukti yang diperoleh secara sah, tak ada alasan untuk menutupi identitas para tersangka.

Mengenai dugaan adanya aliran dana markup yang mengalir ke anggota BPK Ahmadai Noor Supit, KPK tetap bisa mengusut hal ini. KPK juga harus mengusutnya dengan menelusuri aliran dananya, bisa dengan melibatkan PPATK. 

Dalam menjalankan tugas dan kewenangan, KPK diingatkan agar dalam mengusut setiap dugaan tindak pidana krorupsi, jangan memandang status dan kedudukan seseorang, sesuai asas persamaan di hadapan hukum. ***


Berita ini dikutip dari : Emiten News

16/09/2024, 20:01 WIB