Super Kawaii Cute Cat Kaoani
Tampilkan postingan dengan label JPFA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JPFA. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Desember 2024

Program Makan Bergizi Jadi Sentimen Positif, Cek Rekomendasi Saham CPIN, JPFA & MAIN

Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kinerja sektor perunggasan (poultry) diprediksi tetap positif pada tahun 2025. Program makan bergizi gratis dan perbaikan harga menjadi faktor utama yang mendorong optimisme ini.  

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, menyebut program makan bergizi gratis berpotensi meningkatkan permintaan daging ayam, sehingga mampu menekan oversupply. 

"Program ini dapat mendongkrak harga anak ayam umur sehari (DOC) dan ayam hidup (livebird)," ujar Abdul, Jumat (13/12).  

Selain itu, program swasembada pangan dinilai turut membantu stabilisasi harga, menekan biaya produksi, dan meningkatkan margin keuntungan emiten.  

Meskipun prospek positif, risiko tetap ada. Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji, mengingatkan bahwa ketidakpastian ekonomi global dapat memicu kenaikan harga komoditas, termasuk pakan ternak. 

"Jika kenaikan harga komoditas moderat, emiten dapat menjaga stabilitas biaya produksi," katanya.  

Nafan juga menyoroti risiko pelemahan daya beli masyarakat yang berpotensi menekan permintaan daging ayam.  

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano, memperkirakan harga DOC dan livebird akan membaik di 2025 seiring berkurangnya oversupply daging ayam. Ia mencatat kelebihan pasokan akan turun menjadi 397.000 ekor (14% dari total 2,8 juta ekor) dibandingkan 600.000 ekor (22%) di 2024.  

Penurunan ini didorong oleh kuota impor grand parent stock yang lebih rendah sebesar 15% secara tahunan (yoy) pada 2024 dan peningkatan permintaan sekitar 5%, sejalan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) nasional.  

Victor memperkirakan harga jagung dan bungkil kedelai, bahan baku utama pakan, masing-masing naik menjadi Rp 5.670 per kilogram (5,3% yoy) dan US$ 362 per ton (5,4% yoy) di 2025.  

Implementasi program makan bergizi gratis diprediksi memberikan dampak positif bagi industri unggas. Program ini diharapkan meningkatkan permintaan livebird dan membantu menyerap kelebihan pasokan ayam, memungkinkan emiten menjual produk dengan harga di atas biaya produksi.  

Menurut Badan Gizi Nasional, program makan bergizi gratis akan resmi diluncurkan pada 2 Januari 2025 dengan rata-rata biaya Rp 10.000 per porsi makanan. Program ini menargetkan 3.000 unit layanan pada April 2025 dan 5.000 unit pada Agustus 2025, dengan jangkauan penerima 15 juta hingga 17 juta orang pada akhir 2025.  

Victor menyebut, program ini akan memberikan peluang bagi integrator untuk membuka pasar baru di segmen mass market.  

BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan peringkat overweight untuk sektor unggas. 

Victor memberikan rekomendasi beli untuk MAIN, JPFA, dan CPIN. Aziz merekomendasikan JPFA dengan target harga Rp 2.060 per saham, sedangkan Nafan menyarankan accumulate buy untuk MAIN dengan target harga teknikal Rp 895 per saham.  





Berita ini dikutip dari : Kontan Investasi
Senin, 16 Desember 2024 / 11:53 WIB
Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Noverius Laoli

Jumat, 13 Desember 2024

Diversifikasi Bisnis dan Program Makan Bergizi Gratis Kerek Kinerja Japfa (JPFA)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) mencatatkan kinerja keuangan yang menggembirakan sepanjang kuartal III 2024.

Kinerja penjualan bersih Japfa melonjak 9,3% dari periode kuartal III-2023 sebesar Rp 37,76 triliun menjadi Rp 41,27 triliun pada sembilan bulan pertama tahun 2024. 

Analis NH Korindo Sekuritas Ezaridho Ibnutama  menyampaikan segmen peternakan komersial masih menjadi kontributor terbesar terhadap total penjualan dengan porsi 40,70%, disusul pakan ternak 26,32%, pengolahan unggas dan produk konsumen 15,25%, akuakultur 8,35%, pembibitan unggas 5,70%, serta perdagangan dan lainnya 3,68%.

Ezaridho melihat peningkatan kinerja ini menunjukkan keberhasilan strategi diversifikasi bisnis dan penguatan bisnis hilir perusahaan, khususnya melalui pengolahan unggas dan produk konsumen. 

"Selain memperluas bisnis hilirnya melalui pengolahan unggas dan produk konsumen, perusahaan akan fokus pada segmen-segmen dengan basis pendapatan rendah yaitu akuakultur dan vaksin," tulis Ezaridho dalam risetnya, Kamis (12/12).

Ezaridho merinci, segmen akuakultur yang sebagian besar disokong oleh pakan akuatik berhasil mencatat pendapatan Rp 3,5 triliun pada sembilan bulan pertama tahun ini, mencerminkan run-rate sebesar 76,4% dari pendapatan di sepanjang tahun 2023. 

Laba operasional segmen ini melonjak 28,3% YoY menjadi Rp 281 miliar, melampaui laba operasional sepanjang tahun 2023 yang tercatat sebesar Rp 219 miliar.

Selain itu, bisnis akuakultur JPFA memiliki usaha patungan dengan Hendrix Genetics untuk membangun pusat perkembangbiakan induk udang guna membudidayakan induk udang Kona Bay, di mana memiliki pangsa pasar di atas 50% di Indonesia.

Kemudian, lini usaha di bidang kesehatan hewan yang dijalankan oleh anak usaha yaitu PT Vaksindo Satwa Nusantara (Vaksindo) mencatat pendapatan sebesar Rp 476 miliar pada sembilan bulan pertama tahun ini, atau naik 83,95% dari pendapatan sepanjang tahun lalu. 

"Vaksindo merupakan pemimpin pasar dalam vaksin untuk unggas dan telah mengekspor produknya ke 14 negara, termasuk baru-baru ini ekspor ke India dan Vietnam," jelasnya.

JPFA juga aktif mendukung inisiatif pemerintah menuju Indonesia Emas 2045, terutama dalam upaya memperkuat ketahanan pangan.

Perusahaan menjadi salah satu pihak swasta pertama yang mendanai uji coba pelaksanaan program makanan bergizi di Banyumas, Jawa Tengah. 
Program ini dirancang untuk mendukung konsumsi protein domestik, terutama dari ayam dan telur, yang memiliki surplus masing-masing sebesar 0,12 juta ton dan 0,17 juta ton pada 2024.

"Dengan kolaborasi Japfa dan pemerintah untuk melaksanakan uji coba program makan siang gratis bergizi, perusahaan diperkirakan akan memperoleh kontrak Business-To-Government (B2G) yang signifikan dalam waktu dekat," papar Ezaridho.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai kinerja fundamental JPFA menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih. 

Ia membenarkan, kinerja yang positif ini didorong oleh keberhasilan diversifikasi bisnis dan dukungan dari program pemerintah, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Diversifikasi bisnis yang tercermin dari akuakultur dan vaksin hewan juga mampu menyumbang pendapatan. Kalau program pemerintah mulai efektif dijalankan Januari tahun depan juga akan mendukung program penjualan JPFA," terang Nafan kepada Kontan, Kamis (12/12).

Namun, ia berpendapat harga saham JPFA saat ini sudah berada di level overbought, berdasarkan indikator RSI. Oleh karena itu, ia merekomendasikan posisi hold dengan target harga Rp 1.925 per saham.

Sementara itu, NH Korindo Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk saham JPFA dengan target harga Rp 2.500 per saham, naik dari sebelumnya Rp 2.100 per saham. 

Proyeksi dari NH Korindo Sekuritas mencerminkan rata-rata P/E 3 tahun sebesar 10 kali. Namun, perusahaan tetap menghadapi tantangan seperti potensi kenaikan harga komoditas pangan akibat perang dagang, inflasi tarif, dan ancaman wabah flu burung yang dapat mempengaruhi pasokan unggas.





Berita ini dikutip dari : Kontan Investasi
Kamis, 12 Desember 2024 / 19:46 WIB

Selasa, 29 Oktober 2024

Laba JPFA Melesat 124%, Sahamnya Melejit 8,7%

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten perunggasan atau poultry PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA) terpantau melesat hingga 9% lebih pada perdagangan sesi I Selasa (29/10/2024), setelah dirilisnya kinerja keuangan perseroan pada kuartal III-2024.

Per pukul 10:20 WIB, saham JPFA melejit 8,71% ke posisi harga Rp 1.810/unit. Saham JPFA pada sesi I hari ini bergerak di rentang harga Rp 1.690 - Rp 1.845 per unit.

Saham JPFA sudah ditransaksikan sebanyak 9.102 kali dengan volume sebesar 47,08 juta lembar saham dan nilai transaksinya sudah mencapai Rp 84,26 miliar. Adapun kapitalisasi pasarnya saat ini mencapai Rp 21,23 triliun

Hingga pukul 10:20 WIB, di order bid atau beli, pada harga Rp 1.800/unit menjadi posisi dengan antrean beli terbanyak di sesi I hari ini yakni mencapai 50.955 lot atau sekitar Rp 9,2 miliar.

Sementara di order offer atau jual, pada harga Rp 1.850/unit menjadi posisi dengan antrean jual terbanyak di sesi I hari ini yakni mencapai 25.645 lot atau sekitar Rp 4,7 miliar.

Terbangnya saham JPFA terjadi setelah perseroan merilis kinerja keuangan pada kuartal III-2024, di mana laba bersihnya melesat cukup pesat hingga ratusan persen secara tahunan.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis perseroan pada hari ini, laba bersih JPFA pada kuartal III-2024 melesat 123,58% menjadi Rp 2,09 triliun secara tahunan (year-on-year/yoy), dari sebelumnya sebesar Rp 937,26 miliar pada kuartal III-2023.

Melesatnya laba bersih JPFA pada kuartal III-2024 karena ditopang oleh penjualan neto yang tumbuh 9,29% menjadi Rp 41,28 triliun (yoy), dari sebelumnya pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 37,76 triliun.

Penjualan neto Japfa yang paling besar bersumber dari segmen peternakan komersial yang mencapai Rp 17,08 triliun dan pakan ternak sebesar Rp 11,04 triliun. Dua segmen unggulan JPFA itu kompak tumbuh positif masing-masing 8,88% (yoy) untuk peternakan komersial dan 9,89% (yoy) untuk pakan ternak.

Selain itu, kocek JPFA juga diisi dari penjualan neto segmen pengolahan hasil peternakan dan produk konsumen yang mencapai Rp 6,39 triliun, budidaya perairan Rp 3,5 triliun, pembibitan unggas Rp 2,39 triliun, serta perdagangan dan lain-lain Rp 1,54 triliun. Penjualan itu dikurangi potongan penjualan Rp 684,14 miliar.

Sementara itu, penjualan lokal mendominasi top line JPFA dengan nilai Rp 40,6 triliun, sedangkan penjualan ekspor hanya Rp 673,89 miliar sepanjang Januari-September 2024.

Di lain sisi, prospek saham JPFA juga cenderung positif di tengah sikap pasar yang menanti realisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) masa pemerintahan Prabowo-Gibran. Diharapkan dengan adanya program ini, maka emiten-emiten perunggasan termasuk JPFA akan lebih dilibatkan untuk keperluan pengadaan lauk bergizi.

CNBC INDONESIA RESEARCH



Berita ini dikutip dari : CNBC
Chandra Dwi, CNBC Indonesia
29 October 2024 10:31

Rabu, 25 September 2024

Kuasai 21% Pangsa Pasar Pakan Unggas, Simak Rekomendasi Saham JPFA

 

Reporter: Nova Betriani Sinambela | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) mencatatkan kinerja keuangan yang kuat pada kuartal II-2024. Perusahaan ini berhasil meraih pendapatan sebesar Rp 13,7 triliun, didorong oleh kenaikan harga jual rata-rata (ASP) dan volume penjualan. 

Secara kumulatif, pendapatan pada semester I-2024 mencapai Rp 27,6 triliun, meningkat 14,5% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Laba bersih perusahaan juga mengalami lonjakan signifikan, mencapai Rp 1,47 triliun, jauh di atas Rp 82 miliar yang diperoleh pada semester I-2023.

Segmen pakan JPFA terus memberikan kontribusi besar dengan margin laba operasional (OPM) di atas 7% selama tujuh kuartal berturut-turut, berkontribusi hampir 50% dari total pendapatan perusahaan.

Analis Sinarmas Sekuritas, Yosua Zisokhi, menyebutkan bahwa kinerja JPFA didukung oleh posisinya sebagai pemimpin pasar pakan unggas dengan pangsa pasar 21%. Kekuatan posisi pasar ini memungkinkan JPFA untuk meneruskan fluktuasi biaya bahan baku kepada pembeli, sehingga margin operasional tetap terjaga.

Segmen Day Old Chicken (DOC) juga turut mendukung kinerja JPFA. Dengan pangsa pasar 24%, JPFA merupakan produsen DOC terbesar kedua di Indonesia. Harga DOC pada kuartal II-2024 tercatat Rp 7.016 per ekor, meningkat 29% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

JPFA juga memperkuat fasilitas di Tangerang, Banten, melalui modernisasi teknologi pada Ciomas Commercial Farm (CCF) dan PT So Good Food (SGF). 

Fasilitas kandang tertutup yang diterapkan mampu menekan tingkat kematian unggas menjadi di bawah 1%, jauh lebih rendah dibandingkan kandang terbuka yang tingkat kematiannya di atas 10%. 

Peningkatan kapasitas produksi di SGF, terutama pada produk nugget dan sosis, juga tercatat signifikan dengan tingkat utilisasi fasilitas produksi mencapai 60%-70%.

Pada 24 Juni 2024, SGF menambah lini produksi nugget kelima untuk mendukung produk baru, seperti Mac and Cheese Chicken Nugget. SGF juga mencatat peningkatan tajam pada produk daging olahan beku, dengan pertumbuhan 55% secara tahunan (yoy), sementara penjualan sosis beku melonjak 125%, dan produk susu naik 28%. SGF kini memiliki 83 jenis produk dan jaringan distribusi luas, mencakup 171 saluran distribusi dan 45.300 pelanggan.

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, memperkirakan kinerja JPFA pada semester II-2024 akan mengalami sedikit pelambatan seiring dengan stabilnya konsumsi masyarakat dan minimnya hari libur yang biasanya meningkatkan konsumsi. Meski demikian, segmen commercial farm dan SGF dinilai tetap berpotensi memberikan kontribusi positif.

Aziz juga memperkirakan harga saham JPFA cenderung bergerak stabil, sambil menunggu hasil kinerja kuartal III-2024. Ia merekomendasikan trading buy dengan target harga Rp 1.680 per saham.

Sementara itu, analis MNC Sekuritas, Raka Junico, optimis bahwa kinerja JPFA akan meningkat pada akhir tahun dengan proyeksi laba mencapai Rp 2,57 triliun dan pendapatan Rp 59,4 triliun. Ia merekomendasikan Buy dengan target harga Rp 2.080 per saham.

Sinarmas Sekuritas tetap optimis terhadap prospek industri unggas di Indonesia dalam jangka panjang, mengingat pertumbuhan konsumsi ayam yang mencapai CAGR 3,3% dalam 10 tahun terakhir, didukung oleh program ketahanan pangan pemerintah. Sinarmas Sekuritas mempertahankan rekomendasi Buy untuk saham JPFA dengan target harga Rp 1.950 per saham.




Berita ini dikutip dari : Investasi Kontan
Rabu, 25 September 2024 / 07:56 WIB

Kamis, 22 Agustus 2024

Ancang-Ancang Japfa (JPFA) Sambut Program Makan Bergizi Gratis Prabowo-Gibran

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) tengah menyiapkan strategi untuk menyambut
program makan bergizi gratis Prabowo-Gibran. Dok Freepik

Bisnis.com, JAKARTA — Program makan bergizi gratis (MBG) pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo-Gibran siap dijalankan dengan anggaran sebesar Rp71 triliun. Emiten perunggasan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) pun ancang-ancang menyambut program tersebut.

Direktur Corporate Affairs JAPFA Rachmat Indrajaya mengatakan pihaknya tengah menyiapkan serangkaian strategi demi mendukung program makan bergizi gratis yang tidak lama lagi akan bergulir.

"Kami juga terbuka untuk berkolaborasi dengan para stakeholders lainnya, terutama kaitannya dengan penyediaan protein hewani untuk meningkatkan kualitas generasi muda Indonesia," katanya kepada Bisnis pada Senin (19/8/2024). JPFA sendiri memiliki produk unggulan berupa pangan olahan seperti daging ayam, telur ayam, hingga susu. Tahun ini, 

JPFA tengah dalam upaya strategis memperkuat segmen hilirnya yaitu melakukan ekspansi dan pengembangan pasar, khususnya pada daerah-daerah yang masih memiliki potensi pasar yang besar.

Selain itu, perseroan memperluas distribusi penjualan produk dengan melakukan penetrasi ke pasar tradisional. Hal ini sejalan dengan sinergi yang dilakukan dengan menggabungkan distribusi produk-produk olahan. JPFA juga akan melakukan berbagai program promosi untuk menjaga loyalitas konsumen. Dalam menjalankan upayanya tersebut, JPFA telah menyiapkan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp2 triliun pada 2024.

Adapun, berdasarkan laporan keuangan, hingga semester I/2024, JPFA mencatatkan pertumbuhan pesat laba 1.704,54% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp1,47 triliun pada paruh pertama 2024. 

Pertumbuhan laba JPFA ditopang oleh penjualan neto yang naik 14,45% yoy menjadi Rp27,64 triliun pada semester I/2024. 

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan emiten unggas seperti JPFA memang mencatatkan kinerja moncer sesuai ekspektasi, seiring dengan kondisi perbaikan, seperti harga pakan yang telah normal.

"Ini meningkatkan optimalisasi kinerja fundamental kinerja emiten poultry," ujarnya kepada Bisnis. 

Ke depan menurutnya kinerja keuangan dan saham emiten unggas masih menjanjikan, didorong oleh katalis positif. "Ada kebijakan pemerintahan baru, kebijakan makan siang gratis yang menjadi katalis positif, karena permintaan terhadap makanan bergizi, termasuk ditopang emiten unggas semakin meningkat," ujar Nafan.

Nafan merekomendasikan hold untuk saham JPFA dengan target harga di level Rp1.625. Pada perdagangan sesi kemarin, Senin (19/8/2024), JPFA mencatatkan pelemahan harga saham 0,62% ke level Rp1.590. Meskipun, sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd), harga saham JPFA melesat 34,75%.

Program Makan Bergizi Gratis 

Program yang diwacanakan Presiden terpilih Prabowo Subianto ini memang telah menunjukan kepastiannya. Pemerintah resmi merancang anggaran untuk program makan bergizi gratis pada 2025 sebesar Rp71 triliun atau 0,29% terhadap produk domestik bruto (PDB), sesuai Rancangan Undang-undang (RUU) tentang APBN 2025.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pun telah melantik Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, untuk mendukung program makan siang gratis atau makan bergizi gratis yang diusung Presiden terpilih Prabowo Subianto. 

Lebih lanjut, pembentukan Badan Gizi Nasional untuk mengoptimalkan penyelenggaraan pemenuhan gizi nasional sebagai perwujudan hak asasi manusia sebagaimana dijamin dalam UUD 1945. 

Berdasarkan salinan Perpres yang dilihat dalam laman jdih.setneg.go.id di Jakarta, pertimbangan pembentukan Badan Gizi Nasional yakni dalam rangka memenuhi gizi nasional di mana pemerintah perlu melakukan upaya untuk mengatur tata kelola tercukupinya konsumsi yang aman dan bergizi bagi masyarakat. 

Badan Gizi Nasional berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Presiden, serta bertugas memenuhi gizi nasional. Badan Gizi Nasional dipimpin seorang kepala. 

Dalam menjalankan tugasnya, Badan Gizi Nasional menjalankan beberapa fungsi antara lain koordinasi, perumusan dan penetapan kebijakan teknis di bidang sistem dan tata kelola, penyediaan dan penyaluran, promosi dan kerja sama, serta pemantauan dan pengawasan pemenuhan gizi nasional. 

Selain itu, Badan Gizi Nasional juga melakukan koordinasi dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang sistem dan tata kelola, penyediaan dan penyaluran, promosi dan kerja sama, serta pemantauan dan pengawasan pemenuhan gizi nasional. 

Sasaran pemenuhan gizi yang menjadi tugas dan fungsi Badan Gizi Nasional diberikan kepada peserta didik jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar dan pendidikan menengah di lingkungan pendidikan umum, pendidikan kejuruan, pendidikan keagamaan, pendidikan khusus, pendidikan layanan khusus dan pendidikan pesantren. 

Selain itu, program pemenuhan gizi juga difokuskan kepada anak usia di bawah lima tahun, ibu hamil dan ibu menyusui.

Dikutip dari MarketBisnis