Super Kawaii Cute Cat Kaoani
Tampilkan postingan dengan label GOTO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GOTO. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Februari 2025

Saham GOTO Jatuh Usai Manajemen Bantah Rumor Merger dengan Grab

IDXChannel – Saham emiten jasa ride-hailing PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) turun tajam pada Rabu (5/2/2025) setelah manajemen menepis kabar pasar soal merger dengan sang rival, Grab Holdings Ltd.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.38 WIB, saham GOTO merosot 4,60 persen ke Rp83 per saham. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp552,02 miliar.

Kemarin, saham GOTO ditutup melesat 7,41 persen seiring adanya rumor di pasar.

Diwartakan sebelumnya, pihak GOTO membantah rumor mengenai rencana akuisisi saham oleh Grab. Perseroan menegaskan bahwa tidak ada perjanjian atau kesepakatan apa pun dengan pesaingnya tersebut.

Corporate Secretary GOTO, RA Koesoemohadiani, menegaskan bahwa kabar mengenai adanya kesepakatan antara GOTO dan Grab tidak lebih dari spekulasi.

"Perseroan ingin memberikan klarifikasi bahwa tidak ada kesepakatan antara perseroan dengan pihak mana pun untuk melakukan transaksi merger sebagaimana telah diberitakan di media massa," katanya dalam keterbukaan informasi, Selasa (4/2/2025).

Grab Holdings Ltd. sebelumnya dikabarkan tengah mempertimbangkan akuisisi terhadap pesaingnya, GoTo Group, dengan valuasi lebih dari USD7 miliar atau setara Rp114,52 triliun.

Menurut sumber Bloomberg yang mengetahui rencana ini, Selasa (4/2/2025), salah satu opsi yang dibahas adalah pembelian dalam bentuk saham, dengan harga per saham GoTo di atas Rp100 rupiah. Nilai tersebut mencerminkan premi sekitar 20 persen dari harga saham GoTo saat ini.

Pembicaraan antara kedua perusahaan semakin intens dalam beberapa pekan terakhir, dengan 2025 dipandang sebagai momen yang tepat untuk mencapai kesepakatan.

Grab dan GoTo, yang merupakan dua penyedia layanan transportasi online terbesar di Asia Tenggara, telah berulang kali menjajaki kemungkinan merger demi mengurangi biaya operasional serta persaingan di kawasan yang memiliki lebih dari 650 juta konsumen.

Grab, yang didukung oleh Uber Technologies Inc., dan GoTo, dengan investor utama seperti SoftBank Group Corp., telah menunjukkan kemajuan menuju profitabilitas setelah melantai di bursa. Namun, persaingan untuk menarik pengguna masih menekan harga layanan dan memperkecil margin keuntungan.

Sejumlah hambatan merger di masa lalu termasuk perbedaan kepentingan antara kedua pihak serta potensi kendala regulasi terkait dominasi pasar di negara seperti Indonesia dan Singapura. Sumber Bloomberg juga menyebutkan bahwa pembicaraan kali ini belum tentu berujung pada kesepakatan final.

Sebelumnya, DealStreetAsia melaporkan bahwa kedua perusahaan menargetkan kesepakatan dapat tercapai tahun ini. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.



Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, TIM RISET IDX CHANNEL 05/02/2025 09:45 WIB

Kamis, 17 Oktober 2024

GOTO Ungkap Info terkait Lapkeu Kuartal III


JAKARTA, investor.id - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berencana mengumumkan kinerja untuk kuartal ketiga tahun 2024 pada 30 Oktober 2024, setelah publikasi dari laporan keuangan (lapkeu) konsolidasian perseroan pada tanggal dan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2024 yang tidak diaudit dan tidak direviu.

Manajemen GOTO akan menyelenggarakan conference call untuk membahas kinerja kuartal ketiga tahun 2024 pada tanggal 30 Oktober 2024 pukul 19:00 WIB.

“Paparan ini akan sepenuhnya dilakukan dalam bahasa Inggris,” jelas manajemen GOTO dalam pengumumannya pada Kamis (17/10/2024).

Siaran langsung webcast dari conference call beserta materi akan tersedia di bagian Hubungan Investor situs web GOTO. Rekaman akan tersedia di situs web GOTO beberapa saat setelah conference call tersebut.

Titik Impas?

Saham GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) sendiri pada sesi I perdagangan 17 Oktober 2024, di sekitar pukul 09.35 WIB, memerah 2,94% ke Rp 66.

Sebelumnya pada perdagangan 14, 15, dan 16 Oktober saham GOTO selalu hijau masing-masing +8,33%, +1,54%, dan +3,03%.

Saham GOTO pada perdagangan 16 Oktober kemarin cukup banyak diakumulasi. Broker Verdhana Sekuritas Indonesia mencatatkan net buy saham GOTO Rp 73 miliar.

Sementara itu, Mandiri Sekuritas dalam investor digest 16 Oktober memperkirakan GOTO akan mencapai titik impas EBITDA yang disesuaikan pada 3Q24. Salah satunya didorong oleh pertumbuhan kuat dua digit yoy dalam GTV layanan on demand GTV.

“Secara keseluruhan, kami memperkirakan hasil pada 3Q24 akan berada pada jalur yang tepat untuk menghasilkan metrik yang dipandu pada tahun 2024,” ungkap Mandiri Sekuritas.

“Sambil mengurangi PT (target harga) kami menjadi Rp 96, kami mempertahankan rating beli kami yang tidak berubah untuk saham GOTO,” sebut Mandiri Sekuritas.



Berita ini dikutip dari : Investor Daily
Penulis : Thresa Sandra Desfika
17 Okt 2024 | 09:41 WIB

Kamis, 10 Oktober 2024

Rogoh Kocek Rp692 M, GOTO Buyback 9,6 Miliar Saham


Bloomberg Technoz, Jakarta - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) secara agresif melakukan pembelian kembali saham atau share buyback pada periode September 2024.

Hal ini terungkap dalam Keterbukaan Informasi yang disampaikan pada Kamis (10/10/2024). GOTO menyatakan telah melakukan buyback saham sebanyak 9,61 miliar pada September 2024. Nilai ini setara dengan 0,8% dari total saham beredar GOTO.

Sementara itu pada akhir Agustus 2024, saham treasuri GOTO berjumlah 14,78 miliar saham atau setara dengan 1,23% dari seluruh saham. Dengan penambahan ini maka total saham treasuri GOTO pada September mencapai 24,4 miliar atau setara dengan 2,03%.

Belum diketahui berapa harga transaksi dalam buyback saham ini. Namun pada periode September 2024, saham GOTO diperdagangkan pada rentang Rp52 sampai Rp72. Bila menggunakan harga tersebut, GOTO mengeluarkan kocek antara Rp 500 miliar sampai Rp692,36 miliar

Sebagaimana diketahui, GOTO menyiapkan dana US$200 juta atau setara sekitar Rp3,2 triliun untuk buyback saham GOTO. Dana buyback ini berasal dari kas internal. Buyback saham GOTO tidak melebihi 10% saham termasuk saham treasuri. Sebelum buyback dilakukan GOTO telah memiliki saham treasuri sebanyak 10,26 miliar saham atau setara dengan 0,85% dari modal ditempatkan dan disetor.

Dalam keterbukaan informasi sebelumnya, buyback saham dilakukan agar GOTO dapat memiliki fleksibilitas dan opsi yang lebih baik dalam mengelola modal dan memaksimalkan imbal hasil (return) kepada pemegang saham.


Berita ini dikutip dari : Bloombergtechnoz.com
Sultan Ibnu Affan
10 October 2024 10:12

Sabtu, 05 Oktober 2024

Aksi Masif di Saham GOTO


JAKARTA, investor.id - Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) tenggelam 6,25% ke Rp 60 pada perdagangan 4 Oktober 2024 kemarin.

Saham GOTO sendiri ditransaksikan sebanyak 8,9 miliar saham, frekuensi mencapai 30.939 kali, dan nilai transaksi Rp 534,38 miliar.

Saham GOTO masif didistribusikan kemarin. Broker Semesta Indovest Sekuritas membukukan net sell alias jual bersih mencapai Rp 119,8 miliar dengan sell average di Rp 60. KB Valbury Sekuritas juga net sell Rp 11,8 miliar, dan Indo Premier Sekuritas net sell Rp 9,6 miliar.

Saham GOTO juga jadi top laggard IHSG 4 Oktober di nomor 1 dengan memberikan dampak minus 9,03 poin. 

Tapi di sisi lain, asing diam-diam sedikit mengambil kesempatan saat saham GOTO tiarap. Di mana asing membukukan net buy Rp 39,4 miliar kemarin.

Saham GOTO pada pekan ini mayoritas memerah. Pada Jumat (27/9/2024) pekan lalu, saham GOTO sedang berkibar di Rp 70. Tapi di Jumat (4/10/2024) sudah kembali ke Rp 60, atau anjlok 14,2% dalam sepekan.

Untuk periode perdagangan 30 September-4 Oktober sendiri tercatat broker Buana Capital Sekuritas membukukan net sell Rp 130 miliar dengan sell average di Rp 67. 

Target Harga

ebenarnya, GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) sendiri telah mengumumkan update terkait kemitraan strategis dengan Alibaba. Kolaborasi ini akan menitikberatkan pada pemanfaatan teknologi Alibaba Cloud untuk mendukung keseluruhan ekosistem GOTO. Penguatan kemitraan strategis ini sekaligus mengukuhkan komitmen Alibaba sebagai investor jangka panjang GOTO.

Kemitraan ini akan dilakukan selama 5 tahun, dengan komitmen Alibaba untuk mempertahankan kepemilikan saham GOTO selama periode kemitraan tersebut. Per 31 Agustus 2024, Alibaba Group memiliki 88.531.124.993 saham seri A GOTO.

Terkait komitmen Alibaba mempertahankan saham GOTO, Mandiri Sekuritas dalam ulasannya 18 September pagi sempat merekomendasikan beli saham GOTO dengan target harga Rp 125.



Berita ini dikutip dari : Investor Daily
Penulis : Thresa Sandra Desfika
5 Okt 2024 | 11:40 WIB

Jumat, 27 September 2024

Saham GOTO Tersengat Alibaba dan Tencent, Harga Terus Naik

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) terus melaju di jalur cepat. Emiten teknologi ini menutup perdagangan pada Kamis (26/9) dengan penguatan 6% ke level Rp70, posisi tertinggi sejak tiga bulan terakhir.

Menariknya, kenaikan harga saham diikuti volume transaksi yang tinggi dan beli bersih investor asing. Saham GOTO ditransaksikan sebanyak 26 ribu kali, melibatkan 6,2 miliar saham senilai Rp426,6 miliar. Data RTI menunjukkan, investor asing melakukan pembelian hingga Rp182 miliar dan penjualan Rp127 miliar sehingga membukukan net buy Rp55,74 miliar. Aksi beli bersih asing ini setara 10% dari nilai transaksi.

Tren penguatan harga saham sejak tiga pekan terakhir tentu memberikan keuntungan lumayan bagi para investor yang sempat borong GOTO di harga terendah, atau Rp50, sekitar akhir Agustus silam. Saham GOTO telah menguat 11% dalam sepekan dan lompat 37% dalam sebulan terakhir.

Investor aktif melakukan pembelian karena mengapresiasi sejumlah aksi korporasi perseroan. Yang paling signifikan adalah keberhasilan Patrick Walujo meyakinkan salah satu investor terbesarnya, Taobao (Alibaba), untuk tetap stay di GOTO hingga lima tahun ke depan. Komitmen Alibaba ini kemudian berlanjut dengan pengumuman Tencent yang mencapai kesepakatan bisnis dengan GOTO.

Komitmen Alibaba, menurut banyak analis, menjadi titik balik karena mengakhiri kekhawatiran investor terhadap besarnya antrian jual saham GOTO. Seperti diketahui, pelaku pasar mewaspadai aksi jual lanjutan Alibaba terhadap saham GOTO sebagai implementasi perubahan strategi bisnis global.

Alibaba pernah menjual 16,2 miliar saham GOTO pada Februari 2024. Porsi sahamnya pun berkurang signifikan dari 8,72% menjadi 7,37%. Terhitung sejak hari penjualan itu, harga saham GOTO terus longsor dari ketinggian Rp84 hingga mencium kanvas Rp50 pada Juli lalu.

"Dengan pernyataan terbaru komitmen Alibaba untuk ikut membesarkan GOTO hingga lima tahun ke depan, maka kekhawatiran akan terjadi sell off lanjutan bakal lenyap dengan sendirinya. Apalagi Tencent juga berhasil dirangkul. Komitmen dua raksasa ini membalikkan situasi dari tekanan jual menjadi dorongan beli," kata Analis Kiwoom Sekuritas Abdul Azis, Jumat (27/9/2024).

Selain berhasil meyakinkan pasar, komitmen Alibaba dan Tencent juga diyakini akan memberikan dampak bisnis lanjutan terhadap GOTO. Analis memprediksi kolaborasi akan menghasilkan efisiensi, peluang ekosistem baru hingga peningkatan teknologinya.

Analis Maybank Sekuritas Indonesia Etta Rusdiana Putra meyakini kolaborasi ini merupakan salah satu pakta cloud strategis Alibaba Cloud yang paling signifikan di Asia Tenggara. Perubahan ini akan menyederhanakan kegiatan operasional, meningkatkan efisiensi layanan dan menekan biaya operasional GoTo.

"Kami rasa hal ini dapat menghemat biaya pusat data kemungkinan sekitar 20-30%, sementara GOTO menghabiskan sekitar Rp752 miliar untuk peningkatan TI dan infrastruktur per semester pertama 2024," ujar Etta dalam riset terbarunya.

Etta menambahkan dalam kolaborasi ini GOTO berpeluang meningkatkan teknologi terutama di AI. Alibaba Cloud akan menyediakan layanan terkait cloud, termasuk komputasi, basis data, jaringan, analisis data, dan AI. "GOTO optimis hal ini dapat mempercepat kemampuannya untuk menyediakan solusi dan layanan bagi kliennya," ujar Etta.

Selain itu, Etta melihat ada salah satu peluang bagi GOTO untuk meningkatkan ke ekosistem teknologi yang lebih tinggi, lebih dari sekadar layanan yang didukung teknologi konsumen.

Menurutnya, Indonesia berpotensi menjadi pemain data center (pusat data) terkemuka karena memiliki potensi energi terbarukan, sumber daya manusia yang terjangkau, lahan yang melimpah untuk pusat data, dan infrastruktur fiber optic yang telah siap di Indonesia

"Kami melihat ini sebagai peluang bagi GOTO untuk berekspansi ke rantai teknologi yang lebih tinggi. Kami yakin Alibaba adalah mitra yang cocok, karena bagian yang menantang adalah menciptakan ekosistem/platform pendukung pusat data," ujarnya.

Sebagai komparasi, Etta mencontohkan Amazon yang mencapai titik balik ketika berekspansi ke bisnis pusat data dengan margin yang lebih tinggi. "Kami mempertahankan BUY dan target price sebesar Rp95 untuk GOTO. Target price ini menyiratkan 7,0x P/S dan 3,4x P/BV untuk full year 2025,"



Berita ini dikutip dari : CNBC
Romys Binekasri, CNBC Indonesia
27 September 2024 09:05

Kamis, 26 September 2024

Sebulan Terbang 33% Lebih, GOTO Dekati Level Rp 70-an

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) terpantau kembali bergairah pada perdagangan sesi I Kamis (26/9/2024), dan makin dekati level psikologis Rp 70 per saham.

Per pukul 09:47 WIB, saham GOTO melonjak 3,03% ke posisi Rp 68/saham. Saham GOTO pada sesi I hari ini bergerak di rentang harga Rp 66 - Rp 69 per saham. GOTO pun makin dekati level psikologis Rp 70 per saham.

Dalam sepekan terakhir, GOTO sudah melesat 7,94%, sedangkan sebulan terakhir GOTO melejit 33,33%. Sayangnya, sepanjang tahun ini masih terkoreksi hingga 20,93%.

Dari orderbook-nya, di kolom bid atau beli, pada harga Rp 65/saham menjadi yang paling banyak antrean belinya pada sesi I hari ini yakni mencapai 8 juta lot atau sekitar Rp 52,1 miliar.

Sedangkan di kolom offer atau jual, pada harga Rp 65/saham menjadi yang paling banyak antrean jual pada sesi I hari ini yakni mencapai 9,1 juta lot atau sekitar Rp 63,8 miliar.

Ternyata saham GOTO banyak diakumulasi kemarin. Tercatat broker Indo Premier Sekuritas mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham GOTO mencapai Rp 66,4 miliar, berikutnya Mandiri Sekuritas sebesar Rp 36,6 miliar, dan Trimegah Sekuritas Indonesia seebsar Rp 24 miliar.

GOTO sendiri telah mengumumkan update terkait kemitraan strategis dengan Alibaba. Kolaborasi ini akan menitikberatkan pada pemanfaatan teknologi Alibaba Cloud untuk mendukung keseluruhan ekosistem GOTO.

Penguatan kemitraan strategis ini sekaligus mengukuhkan komitmen Alibaba sebagai investor jangka panjang GOTO. Kemitraan ini akan dilakukan selama 5 tahun, dengan komitmen Alibaba untuk mempertahankan kepemilikan saham GOTO selama periode kemitraan tersebut. Per 31 Agustus 2024, Alibaba Group memiliki 88.531.124.993 saham seri A GOTO.

Setelah pengumuman kemitraan dengan Alibaba, GOTO juga melakukan kemitraan dengan Tencent, perusahaan teknologi global asal China.

Melalui kolaborasi ini, Tencent Cloud akan menyediakan rangkaian lengkap solusi infrastruktur cloud dan layanan digital yang komprehensif untuk bisnis GoTo.

Sebagai bagian dari kemitraan yang berjangka waktu lima tahun, GoTo akan memanfaatkan teknologi dan layanan Platform as a Service (PaaS) dari Tencent Cloud untuk mendukung ekosistem perseroan secara menyeluruh.

Tim engineering GoTo akan bekerja sama dengan para ahli layanan dan infrastruktur internal Tencent Cloud untuk mengembangkan teknologi lebih lanjut, sehingga memungkinkan perusahaan terus meningkatkan penawaran GOTO, sekaligus memperkuat produk yang berfokus pada konsumen dan memperkuat pengalaman para pengguna.

Berbagai layanan serta posisi GoTo sebagai ekosistem digital terbesar di Indonesia, akan semakin diperkuat oleh kehadiran server Tencent Cloud yang berlokasi di Indonesia.

CNBC INDONESIA RESEARCH




Berita ini dikutip dari : CNBC
Riset, CNBC Indonesia
26 September 2024 10:12

Rabu, 25 September 2024

Saham GOTO Tiba-Tiba Melonjak, Simak Prospeknya Hari Ini

 

IDXChannel - Sektor teknologi pagi ini (25/9) mengalami penguatan didorong lonjakan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Hingga pukul 10.27 WIB, sektor teknologi naik 2,11 persen. Di mana saham GOTO melesat 4,76 persen ke harga Rp66. 

Saham GOTO ditransaksikan dengan volume 5,26 miliar saham senilai Rp345,51 miliar dan frekuensi sebanyak 11.643 kali. 

Pengamat Pasar Modal sekaligus Founder WH Project, William Hartanto merekomendasikan saham GOTO Sell on Strength dengan support 60, resistance 67.

"Indikasi jenuh beli dengan belum berhasilnya menembus resistance 67. Potensi koreksi terbatas dengan support 60," kata dia dalam risetnya, hari ini. 

Sementara Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova merekomendasikan hold atau buy on weakness pada saham GOTO di rentang harga Rp55-Rp57 target harga terdekat di Rp70.

GOTO sedang menguji resisten terdekatnya di level Rp70, di mana penutupan harian di atas angka tersebut akan membuka peluang untuk melanjutkan kenaikannya menuju Rp76-Rp81. 

(Fiki Ariyanti)


Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Fiki Ariyanti 25/09/2024 10:44 WIB

Senin, 23 September 2024

Update soal GOTO


JAKARTA, investor.id - Emiten teknologi, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dikeluarkan dari perhitungan FTSE Global Equity Index kategori large cap. Namun kemudian dimasukkan ke kategori mid cap.

Hal tersebut merupakan hasil dari review semi-annual yang dilakukan FTSE. “Perubahan ini akan efektif pada 23 September 2024,” jelas pengumuman FTSE dikutip Senin (23/9/2024).

Saham GOTO sendiri pada perdagangan Jumat (20/9/2024) pekan lalu ditutup stagnan di Rp 63. Sebanyak 11,11 miliar saham GOTO ditransaksikan, frekuensi 27.123 kali, dan nilai transaksi Rp 692,53 miliar.

Saham GOTO deras dijual asing. Di mana asing mencatatkan net sell mencapai Rp 139 miliar pada perdagangan 20 September. Kendati demikian, saham GOTO telah melejit 18,87% dalam periode satu bulan terakhir.

Sementara itu, GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) sendiri telah mengumumkan update terkait kemitraan strategis dengan Alibaba. Kolaborasi ini akan menitikberatkan pada pemanfaatan teknologi Alibaba Cloud untuk mendukung keseluruhan ekosistem GOTO.

Penguatan kemitraan strategis ini sekaligus mengukuhkan komitmen Alibaba sebagai investor jangka panjang GOTO. Kemitraan ini akan dilakukan selama 5 tahun, dengan komitmen Alibaba untuk mempertahankan kepemilikan saham GOTO selama periode kemitraan tersebut. Per 31 Agustus 2024, Alibaba Group memiliki 88.531.124.993 saham seri A GOTO.

Terkait komitmen Alibaba mempertahankan saham GOTO, Mandiri Sekuritas dalam ulasannya 18 September pagi merekomendasikan beli saham GOTO dengan target harga Rp 125.

Tencent

Setelah pengumuman kemitraan dengan Alibaba, GOTO juga melakukan kemitraan dengan Tencent, perusahaan teknologi global asal China.

Melalui kolaborasi ini, Tencent Cloud akan menyediakan rangkaian lengkap solusi infrastruktur cloud dan layanan digital yang komprehensif untuk bisnis GoTo.

Sebagai bagian dari kemitraan yang berjangka waktu lima tahun, GoTo akan memanfaatkan teknologi dan layanan Platform as a Service (PaaS) dari Tencent Cloud untuk mendukung ekosistem perseroan secara menyeluruh.

Tim engineering GoTo akan bekerja sama dengan para ahli layanan dan infrastruktur internal Tencent Cloud untuk mengembangkan teknologi lebih lanjut, sehingga memungkinkan perusahaan terus meningkatkan penawaran GOTO, sekaligus memperkuat produk yang berfokus pada konsumen dan memperkuat pengalaman para pengguna.

Berbagai layanan serta posisi GoTo sebagai ekosistem digital terbesar di Indonesia, akan semakin diperkuat oleh kehadiran server Tencent Cloud yang berlokasi di Indonesia.


Berita ini dikutip dari : Investor Daily
Penulis : Thresa Sandra Desfika
23 Sep 2024 | 07:53 WIB

Kamis, 19 September 2024

GOTO Angkat Eksekutif Alibaba William Xiong Jadi CTO

 

Jakarta, CNBC Indonesia -  Emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengangkat William Xiong sebagai Chief Technology Officer (CTO) baru perusahaan.

Sebelum bergabung dengan GOTO, William menjabat sebagai Vice President Alibaba Cloud Intelligence. Sosok berkewarganegaraan Perancis tersebut diketahui memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun dalam pengembangan perangkat lunak dan produk, dengan latar belakang yang kuat di pengembangan e-wallet, sistem asuransi, business intelligence, data platform, dan platform ESG.

William juga merupakan eksekutif di perusahaan keuangan milik Alibaba yang merupakan Senior Director Engineering dari Ant Group. Lewat kiprahnya di Ant Group, William memimpin implementasi dan kerjasama e-wallet di berbagai negara Asia, termasuk PayTM di India, Dana di Indonesia, TNGD di Malaysia, Gcash di Filipina, Bcash di Bangladesh, Easypesia di Pakistan, Kakaopay di Korea dan True Money, Thailand.

Selama berkarir di Ant Group, William juga bertindak sebagai CTO TNGD, dompet digital terdepan asal Malaysia, dan CTO Worldfirst, dimana William bertanggung jawab atas teknologi pembayaran B2B untuk Ant International. Rekam jejak beliau juga mencakup posisi di perusahaan teknologi papan atas termasuk eBaoTech, SAP dan Siemens.

Dalam keterangan resminya, Direktur Utama GOTO Patrick Walujo mengatakan dirinya menyambut gembira bergabungnya William sebagai Chief Technology Officer untuk Grup GoTo.

"Pengalaman beliau yang luas dan rekam jejaknya yang solid dalam memimpin inisiatif teknologi berskala besar menjadikan beliau pilihan terbaik bagi perusahaan kami. Kepemimpinan William dalam merealisasikan visi teknologi GoTo sangat strategis seiring dengan langkah Perseroan mendorong pertumbuhan bisnis kedepannya," ungkap Patrick.

Sementara itu, CTO Grup GoTo William Xiong menyampaikan dirinya sangat bersemangat bergabung dengan GoTo Group, khususnya di masa yang penting dalam perjalanan pertumbuhan Perseroan.

"Kesempatan untuk berkontribusi pada ekosistem digital terdepan di Indonesia dan bekerja dengan tim handal yang berkomitmen menghadirkan inovasi terdepan, sangat menginspirasi saya. Saya berharap pengalaman saya dalam mendorong kemajuan teknologi dapat berkontribusi kepada pertumbuhan dan masa depan Perseroan," terang William.



Berita ini dikutip dari : CNBC

 Redaksi, CNBC Indonesia
19 September 2024 10:10

Selasa, 17 September 2024

Ada Info Begini soal GOTO

 

JAKARTA, investor.id - Grup PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengambil langkah signifikan untuk meningkatkan produktivitas tim engineer-nya dengan berkolaborasi bersama Microsoft Indonesia dalam menggunakan GitHub Copilot, solusi AI yang paling banyak digunakan developer di dunia.

Dibekali dengan kapabilitas AI, GitHub Copilot meningkatkan produktivitas dan kepuasan engineer dalam mengerjakan tugas coding sehari-hari. Mulai dari memberikan saran coding secara real time, mendampingi keseluruhan proses coding di integrated development environment melalui fitur chat, hingga menyederhanakan konsep coding kompleks dalam bahasa sehari-hari.

Chief Operating Officer GOTO Hans Patuwo mengatakan, sejak Juni 2024, hampir seribu engineer GoTo mulai mengadopsi GitHub Copilot, dengan rencana implementasi penuh diharapkan selesai pada pertengahan Oktober 2024.

“Penggunaan asisten coding berbasis AI ini memungkinkan engineer kami untuk meningkatkan kualitas code dan mengerjakan lebih banyak hal dalam waktu yang lebih singkat. Para engineer GoTo pun telah melaporkan penghematan waktu yang signifikan, dengan penghematan rata-rata lebih dari 7 jam per minggu sehingga memungkinkan mereka untuk berinovasi dengan lebih cepat dan memberikan nilai lebih kepada pengguna kami,” ungkap Hans Patuwo dalam keterangan resmi dikutip Selasa (17/9/2024).

Selain penghematan waktu, para engineer GoTo juga telah menerima 30% rekomendasi code yang diberikan GitHub Copilot, dalam bulan pertama mereka menggunakan solusi AI ini. Sebuah angka solid yang  berada di rentang atas tingkat penerimaan rekomendasi code GitHub Copilot, yang secara global umumnya berada di 26-30%.

Lebih Efisien

Manajer Merchant Gateway, GOTO Naya Hodi mengatakan, GitHub Copilot secara signifikan mengurangi kesalahan sintaks dan menyediakan fitur autocomplete yang sangat membantu.

“Dengan memanfaatkan GitHub Copilot tim bisa mengurangi pekerjaan berulang dan membuat coding jadi lebih efisien. Ini memungkinkan saya dan tim untuk fokus pada hal-hal yang lebih kompleks dalam mengembangkan software,” ungkapnya.

Langkah GoTo dalam mengintegrasikan AI ke dalam sistem operasional perusahaan memperkuat komitmen perusahaan untuk mendorong inovasi sembari memberdayakan tenaga kerja, guna menghasilkan teknologi yang berdampak positif bagi pengguna.

Selain penghematan waktu, para engineer GoTo juga telah menerima 30% rekomendasi code yang diberikan GitHub Copilot, dalam bulan pertama mereka menggunakan solusi AI ini. Sebuah angka solid yang  berada di rentang atas tingkat penerimaan rekomendasi code GitHub Copilot, yang secara global umumnya berada di 26-30%.

Berita ini dikurip dari : Investor Daily

Penulis : Thresa Sandra Desfika
 17 Sep 2024 | 09:35 WIB

Kamis, 12 September 2024

Saham GOTO Mendadak Melesat hingga Sentuh Rp60/Saham

 

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) tiba-tiba mengalami peningkatan signifikan sepanjang perdagangan hari ini, Kamis (12/9/2024).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham GOTO bahkan sempat menyentuh level Rp60 atau naik lebih dari 6% paada pukul 10.10 WIB, hingga akhirnya berada di level Rp58 hingga penutupan perdagangan sesi I hari ini atau naik 3,57%.

Pada sesi kedua, saham GOTO sempat kembali menyentuh level Rp60/saham. Ini sekaligus posisi tertinggi sejak pembukaan pagi. Adapun level terendahnya ada di Rp56/saham.

Volume transaksi saham GOTO tercatat sebanyak 6,90 miliar dengan nilai transaksi Rp403,38 miliar. Frekuensi yang terjadi sebanyak sampai sesi kedua ini sebanyak 21,862 kali. 

Sesaat sebelumnya, Eks Direktur Utama GOTO Andre Soelistyo tercatat telah menjual hampir seluruh kepemilikan saham seri A nya sebanyak 2,25 miliar saham.

Itu diketahui berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang saham GOTO per Agustus, yang mencatatkan saham seri A milik Andre tersisa hanya sebanyak 84 unit dari posisi sebelumnya yang masih sebesar 2,25 miliar.

Meski menjual hampir seluruh saham Seri A, Andre Soelistyo masih memiliki 6,73 miliar saham Seri B GOTO. 

Saham Seri B merupakan saham dengan hak suara multipel (SDHSM) atau multiple voting share (MVS). Andre Soelistyo tercatat sebagai salah satu penerima manfaat akhir dari emiten teknologi GOTO.

Berita ini dikutip dari : Bloombergtechnoz

Sultan Ibnu Affan
12 September 2024 14:35

Kamis, 05 September 2024

GOTO Tutup Wilayah Operasional di Vietnam, Ini Dalihnya

 

EmitenNews.com - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengumumkan bahwa telah mengambil keputusan untuk menutup wilayah operasional di Vietnam efektif mulai tanggal 16 September 2024.

R A Koesoemohadiani Corporate Secretary GOTO dalam keterangan tertulisnya Rabu (4/9) menuturkan bahwa Perseroan telah mengambil keputusan bisnis strategis untuk mempertegas fokus perusahaan dalam mengembangkan dan memperkuat kegiatan operasional yang dapat memberikan potensi pertumbuhan signifikan secara berkelanjutan.

Hal ini sejalan dengan komitmen GoTo untuk mendorong pertumbuhan bisnis jangka panjang serta Perseroan akan terus berinvestasi dalam hal-hal yang dapat menghasilkan pertumbuhan, dengan tetap berkomitmen pada target impas EBITDA yang disesuaikan untuk tahun 2024 dan Penutupan wilayah operasional di Vietnam akan mengikuti peraturan dan prosedur setempat.

Lebih lanjut Koesoemohadiani memaparkan Vietnam adalah pasar yang sangat terfragmentasi, dengan banyak pemain di bidang transportasi dan pengiriman makanan and bisnis Vietnam berkontribusi kurang dari 0,5% dari GTV Grup dan 2% dari GTV bisnis on-demand services pada 2Q24.

"Keputusan bisnis ini tidak akan berdampak negatif secara material pada kegiatan operasional, kinerja bisnis dan kondisi keuangan GOJEK secara menyeluruh,"pungkasnya.


Berita ini dikutip dari : Emiten News

Author: Komarudin Muchtar

05/09/2024, 10:40 WIB

Senin, 02 September 2024

GOTO Siapkan Private Placement Saham, Mantan Dirut Bursa Hasan Zein: Unplausible Reasons

 

Ilustrasi GOTO

JAKARTA, investortrust.id – Mantan Direktur Utama Bursa Efek Jakarta Hasan Zein Mahmud berkomentar terkait keputusan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPLSB) PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) soal rencana peningkatan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMED) atau private placement sebanyak 10% saham.

 

Rapat umum pemegang saham luar biasa (RULSB) GOTO yang digelar pada 30 Agustus 2024 telah memutuskan tiga agenda penting. Pertama, RUPSLB tersebut menyetujui peningkatan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMED) atau private placement sebanyak 10% saham.

 

Kedua, penarikan kembali saham treasuri yang berasal dari pembelian kembali saham tahun 2021. Sebanyak 10,26 miliar saham GOTO seri A rencananya dihanguskan. Ketiga, pemegang saham menyetujui pengangkatan Simon Tak Leung Ho sebagai direktur baru menggantikan Wei Jye Jacky Lo.


Hasan Zein mengatakan, Keputusan private placement bersamaan dengan pemusnahan saham treasury adalah aksi korporasi yang sulit untuk dimengerti. “Saya membaca dua alasan private placement kali ini, yaitu likuiditas dan permodalan. Bagi saya, dua alasan tersebut unplausible reasons. Dalam bahasa yang lebih eufimis, dua alasan itu tidak masuk akal,” terangnya dalam media socialnya di Jakarta, Minggu (1/9/2024).


Dengan jumlah saham GOTO lebih dari 1,2 triliun unit dan hampir satu triliun dikuasai masyarakat non warkat, dia mengatakan, saham GOTO merupakan saham yang paling likuid di Bursa Efek Indonesia (BEI). Transaksi jutaan lot setiap hari, sehingga menempatkan GOTO nyaris top volume setiap hari perdagangan. Apalagi secara bersamaan, perseroan berniat menghapus-bukukan saham treasuri sebanyak 14 miliar.

 

Terkait alasan permodalan, Hasan Zein mengatakan, tak sepenuhnya bisa mengerti. “Dalam laporan keuangan 30 Juni 2024, perusahaan memiliki kas dan setara kas sebesar lebih dari Rp 20 triliun. Perbaikan EBITDA yang dicanangkan perusahaan tentu akan memperbaiki pula posisi arus kas,” terangnya.


Dia melanjutkan, apabila tetap berkeinginan untuk melanjutkan rencana private placement sebanyak 10% saham, GOTO harus bisa membuat harga pelaksanaan yang lebih tinggi dari harga pasar saat ini. “Pemegang saham ritel tak peduli dengan dilusi kepemilikan saham, sepanjang tidak medilusi dilusi kekayaan,” tulisnya.


Kinerja keuangan GOTO semester I-2024
Apabila harga private placement  jauh lebih murah dari harga penawaran umum perdana (IPO) GOTO Rp 338 per saham, dia menjelaskan, tindakan ini bisa dipersepsikan sebagai ejekan kepada pada anchor investors yang telah menyetor dengan harga tinggi dan masih tetap setia sebagai pemegang saham hingga kini.


Meski demikian, Hasan Zein beranggapan bahwa GOTO kini sudah kembali ke jalan yang benar. Melakukan restrukturisasi, kembali fokus pada core business, menghentikan strategi bakar duit, melakukan efisiensi, ekspansi lewat inovasi dan kembali ke orientasi profit.

 

“Saya memiliki beberapa ribu lot saham GOTO. Saya beli saat harga saham melorot tajam. Tapi bukan harga yang melorot yang mendorong saya membeli saham GOTO. Seperti saya tulis pada beberapa celoteh sebelumnya, saya beranggapan bahwa GOTO sudah kembali ke jalan yang benar,” terangnya. 




Dikutip dari investortrust.id