Super Kawaii Cute Cat Kaoani
Tampilkan postingan dengan label INAF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INAF. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 November 2024

Mau Jual Setengah Kekayaan, Indofarma (INAF) Buru Restu Investor

IDXChannel - PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF) berencana menjual aset perseroan. Aset BUMN Farmasi tersebut memiliki nilai lebih dari 50 persen dari kekayaan bersih perseroan. 

Untuk mengeksekusi rencana tersebut, perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis (12/12/2024) pukul 13.00 WIB di Indonesia Health Learning Institute, Jl. Cipinang Cempedak I Nomor 36, Jakarta Timur.

"Mata acara persetujuan atas rencana penjualan aset perseroan yang merupakan lebih dari 50 persen jumlah kekayaan bersih perseroan," kata manajemen dalam Pengumuman RUPSLB di keterbukaan informasi BEI, Rabu (20/11/2024).

Dalam pengumuman terpisah, Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah mengesahkan perjanjian perdamaian atau homologasi pada 15 Agustus 2024. 

Pengesahan ini sesuai dengan hasil pemungutan suara kreditor separatis yang hadir dan menyetujui proposal perdamaian perseroan adalah 100 persen. 

"Dengan demikian, maka status PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang) terhadap perseroan telah berakhir dan perseroan dalam kondisi normal," ujar Direktur Utama Yeliandriani. 

Kemudian pada pengumuman berikutnya 27 Agustus 2024, perseroan memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia mengenai sumber dana yang digunakan untuk penyelesaian kewajiban perseroan kepada kreditur, yaitu pertama, dengan penjualan aset jaminan (produksi dan non produksi) dengan nilai appraisal sebesar Rp865,83 miliar.

Kedua, penjualan aset non jaminan dengan nilai appraisal sebesar Rp88,64 miliar, dan ketiga, sisa kas dari kegiatan operasi terbatas. 

Perseroan akan melunasi utang Kreditur Tipe A dan Tipe B masing-masing dengan nilai tagihan Rp598,95 miliar dan Rp3,44 miliar dari penjualan aset. 

Adapun jenis aset yang akan dijual INAF berupa tanah dan bangunan berdasarkan nilai appraisal KJPP 2024 dengan taksiran nilai Rp954,46 miliar. 

(Fiki Ariyanti)



Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, Fiki Ariyanti 20/11/2024 11:14 WIB

Selasa, 05 November 2024

Bukukan Rugi, Defisit Indofarma (INAF) Tembus Rp1,5 Triliun

IDXChannel - PT Indofarma Tbk (INAF) mengakumulasi defisit saldo laba senilai Rp1,57 triliun hingga akhir kuartal III-2024.

Ini berlangsung seiring rugi bersih sebanyak Rp166,48 miliar pada triwulan ketiga. Kendati lebih rendah 13 persen year-on-year (yoy), dari rugi pada periode sama tahun lalu, demikian menurut laporan keuangan triwulanan, diakses pada Selasa (5/11/2024).

Angka defisit dalam neraca memangkas habis modal INAF. Utang dicatatkan naik 10,5 persen year-to-date (ytd) mencapai Rp1,72 triliun, saat aset INAF hanya Rp758,43 miliar.

Sehingga terjadi defisiensi modal atau ekuitas negatif mencapai Rp970,63 miliar, di mana jumlah aset perusahaan lebih rendah dari kewajiban yang harus dibayar.

Dari sisi topline, pendapatan usaha INAF jatuh 69,06 persen yoy menjadi Rp137,87 miliar. Pasar lokal paling banyak menyerap produk obat ethical, vaksin, hingga alat kesehatan, sementara nilai ekspor menembus Rp8,9 miliar.

Sayangnya beban pokok justru lebih tinggi dari omset perusahaan, sehingga margin menjadi negatif.

Setelah dipangkas sederet beban mulai dari ongkos penjualan hingga biaya administrasi, hingga keuangan, maka secara operasional sebelum nilai pajak, INAF rugi Rp167,15 miliar.

Kinerja ini membuat rugi per saham dasar INAF menjadi Rp53,72 per saham, dari semula Rp61,85 per lembar.

Kondisi ekuitas negatif INAF telah lama disorot PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebagai penyelenggara pasar modal, BEI telah menempatkan perseroan dalam papan pemantauan khusus.

(DESI ANGRIANI)



Berita ini dikutip dari :
Market news, Dinar Fitra Maghiszha05/11/2024 14:27 WIB