Super Kawaii Cute Cat Kaoani
Tampilkan postingan dengan label LQ45. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LQ45. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 September 2024

Lo Kheng Hong Borong Saham Energi LQ45

JAKARTA, investor.id - Kepemilikan investor kawakan Lo Kheng Hong terpantau bertambah atas saham salah satu emiten energi yang bertengger di indeks LQ45.

Emiten energi yang dimaksud adalah PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN (PGAS).

Berdasarkan data kepemilikan per 31 Agustus 2024, jumlah saham PGN (PGAS) yang dipegang Lo Kheng Hong menjadi 194.764.800 (0,80%) saham.

Membuat Pak Lo – sapaan akrabnya – ada di nomor 7 daftar pemegang saham PGN terbesar. Posisi Pak Lo di atas BlackRock di nomor 8 dengan jumlah kepemilikan 175.434.700 (0,72%) saham PGAS.


Jumlah kepemilikan Lo Kheng Hong per 31 Agustus tersebut sudah bertambah 44.786.700 saham dibandingkan data per 30 April 2024. Saat itu Pak Lo masih memiliki 149.978.100 (0,62%) saham PGN.

Adapun PT Pertamina sebagai pengendali PGN masih tetap menguasai 13,8 miliar (56,96%) saham.

Harga Saham

Saham emiten portofolio Lo Kheng Hong, Perusahaan Gas Negara atau PGN (PGAS) pada 26 September kemarin menguat tipis 0,68% ke Rp 1.480.

Dalam sebulan terakhir saham energi LQ45 PGAS terpeleset 6,33%, namun dalam periode year to date (ytd) masih melejit 29,82%.

Jika mengacu pada harga Rp 1.480/saham, maka nilai kepemilikan Lo Kheng Hong atas saham PGN (PGAS) mencapai Rp 288,25 miliar.

Sebelumnya telah diberitakan bahwa MNC Sekuritas mempertahankan rekomendasi hold untuk saham PGN (PGAS).

Target harga saham PGAS dipatok sebesar Rp 1.550. Target harga tersebut menyiratkan EV/EBITDA 2024 dan 2025 sebesar 2,48 kali dan 2,37 kali.



Berita ini dikutip dari : Investor Daily
Penulis : Thresa Sandra Desfika
27 Sep 2024 | 08:20 WIB

Kamis, 05 September 2024

Dikoleksi Lo Kheng Hong dan Lagi Diskon, Saham LQ45 Ini Makin Banyak Penggemarnya

 

JAKARTA, investor.id - Jumlah pemegang saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)/PGN bertambah banyak.

Berdasarkan data yang disampaikan perseroan dalam keterbukaan informasi, jumlah pemegang sahamnya menjadi 87.169 pihak per 31 Agustus 2024. Bertambah cukup besar 5.560 pihak dari data per akhir Juli 2024 yang saat itu masih 81.609 pemegang saham. Artinya bertambah penggemarnya.

PT Pertamina sebagai pengendali masih menguasai 56,964 saham PGN (PGAS). Sedangkan masyarakat nonwarkat menggenggam 43,025% saham PGAS.

Sebagaimana diketahui, saham PGN (PGAS) masuk dalam portofolio investor kawakan Lo Kheng Hong.

Berdasarkan data per 30 April 2024, Lo Kheng Hong mengoleksi 149.978.100 (0,62%) saham PGAS dan membuatnya ada di nomor 8 pemegang saham terbesar emiten tersebut.

Saham PGAS juga masuk dalam indeks LQ45.

Saham Perusahaan Gas Negara dengan kode PGAS turun 1,93% ke Rp 1.525 pada perdagangan 4 September 2024 kemarin. Sepanjang pekan lalu, saham PGN selalu memerah. Tapi dalam periode year to date (ytd) alias tahun berjalan, saham PGN masih melambung 33,77%.

Rasio price to book value (PBV) PGAS 0,85 kali (masih undervalue) dengan price earning ratio (PER) 6,04 (annualised).

Saham PGN tengah melemah setelah perseroan merilis laporan keuangan per 30 Juni 2024 yang ditelaah secara terbatas.

Saham PGAS anjlok usai perseroan merilis laporan keuangan per 30 Juni 2024 yang ditelaah secara terbatas.

PGN membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk US$ 186,60 juta sepanjang semester I-2024. Angka laba bersih itu meningkat 28,40% dari US$ 145,32 juta pada periode yang sama tahun 2023.

Namun untuk kuartal II-2024, PGN (PGAS) meraup laba bersih US$ 65,46 juta. Menyusut dari capaian kuartal I-2024 yang mencapai US$ 121,13 juta.

Pendapatan

Untuk semester I-2024, PGN (PGAS) meraih pendapatan US$ 1,83 miliar. Naik dari US$ 1,78 miliar pada enam bulan pertama tahun 2023.

Adapun beban pokok pendapatan di semester pertama tahun ini sejumlah US$ 1,43 miliar. Meningkat dari US$ 1,41 miliar pada paruh pertama tahun lalu.

Laba bruto sebesar US$ 407,22 juta di Januari-Juni 2024. Masih menguat dibandingkan US$ 368,11 juta pada semester I-2023.

Berita ini dikutip dari : Investor Daily

Penulis : Thresa Sandra Desfika
 5 Sep 2024 | 08:26 WIB