Super Kawaii Cute Cat Kaoani
Tampilkan postingan dengan label TOWR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TOWR. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 November 2024

BEI Telusuri Dana Setoran Modal Right Issue Grup Djarum (TOWR)

EmitenNews.com - Emiten menara grup Djarum Sarana Menara Nusantara (TOWR), belum dapat memastikan kreditur yang akan dibayar dari dana hasil setoran modal yang berasal dari Dwimuria Investama Andalan milik Hartono bersaudara.

Hal itu terungkap dari jawaban manajemen emiten menara telekomunikasi grup Djarum atas pertanyaan Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip Kamis 7 November 2024.

“ Perseroan masih melakukan finalisasi atas detail rencana penggunaan dana PMHMETD I, termasuk pinjaman yang akan dilunasi,” jawab Sekretaris Perusahaan TOWR, Monalisa Irawan.

Sebelumnya, TOWR mengabarkan Dwimuria Investama Andalan telah menyatakan kesiapan menjadi pembeli siaga dari Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) 1 atau right issue.

Dalam aksi korporasi ini, TOWR menawarakan 4.998.674.660 saham baru bernominal Rp10 per saham atau setara 9,08 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Dengan harga pelaksanaan Rp900 per lembar maka TOWR akan meraup dana sebesar Rp4,498 triliun.

Namun Sapta Adhikari Investama selaku pemegang 55,49 persen kepemilikan pada TOWR telah menyatakan tidak akan menyerap selembar pun saham right issue. Sehingga, porsi sahammya akan turun menjadi 50,45 persen

Sebaliknya, Dwimuria Investama Andalan yang saat ini memegang 5,59 persen porsi saham TOWR menyanggupi menyerap seluruh saham right issue yang tidak ditebus pemiliknya. Sehingga porsi kepemilikannya pada TOWR akan meningkat menjadi 14,26 persen.

Rencananya, dana hasil right issue akan digunakan untuk pembayaran pinjaman dan untuk keperluan modal kerja Perseroan dan/atau Protelindo.

Perlu diketahui, utang bank kepada pihak ketiga jangka pendek mencapai Rp14,165 triliun per 30 September 2024. Sedangkan utang bank pihak berelasi jangka pendek Rp5,5 miliar. Ditambah obligasi senilai Rp3,987 triliun yang jatuh tempo kurang 1 tahun dari akhir September 2024.

Pada periode yang sama, TOWR mencatat utang bank jangka panjang kepada pihak ketiga Rp27,281 triliun.

Selain itu tercatat utang jangka panjang kepada pihak berelasi dalam hal ini BCA senilai Rp4,686 triliun.

Sedangkan, Keluarga Hartono mengendalikan BCA melalui Dwimuria Investama Andalan.




Berita ini dikutip dari : Emiten News
Author: Komarudin Muchtar
08/11/2024, 11:20 WIB

Rabu, 16 Oktober 2024

Menilik Rekomendasi Saham Emiten Menara yang Tumbuh Positif Sejak Awal Tahun

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Para emiten menara telekomunikasi alis tower kompak mencetak pertumbuhan kinerja sepanjang 2024. Seiring dengan itu, para analis menilai prospek saham dan kinerja emiten tower masih bisa positif. 

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) menjadi emiten menara terakhir yang merilis kinerja keuangan semester I-2024. Emiten Grup Djarum ini masih mencetak kinerja yang positif. 

TOWR membukukan pendapatan sebesar Rp 6,15 triliun per Juni 2023 atau tumbuh 6,54% secara tahunan atau Year on Year (YoY). Laba bersih TOWR mencapai Rp 1,6 triliun atau naik 9,4% secara tahunan. 

Kinerja positif juga ditorehkan oleh PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), yang laba bersihnya melonjak 6,10% YoY menjadi Rp 730,79 miliar. Dari top line, pendapatan TBIG naik 4,10% YoY menjadi Rp 3,41 triliun. 

Setali tiga uang, pendapatan dan laba bersih PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) alias Mitratel juga masing-masing mengalami pertumbuhan sebesar 7,75% dan 12,61% di paruh pertama di 2024. 

Adityo Nugroho, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas mengatakan kinerja emiten menara telekomunikasi masih bisa bertumbuh meski sempat ada kekhawatiran dari kehadiran Starlink.

"Kalau sampai akhir tahun kinerjanya stabil dan baik-baik saja, maka dampak atas kehadiran Starlink minim," jelasnya, Selasa (15/10). 

Adityo bilang dalam jangka panjang, emiten sektor telekomunikasi masih prospektif karena penetrasi jaringan masih belum 100%. Namun perlu dicermati, emiten menara merupakan sektor yang padat karya. 

"Yang perlu diantisipasi adalah emiten menara telekomunikasi merupakan padat modal sehingga memiliki tingkat utang tinggi. Kalau rupiah tetap stabil dan utang bisa terjaga maka masih aman," ucap dia. 

Equity Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Niko Margaronis menambahkan emiten menara telekomunikasi juga berpotensi mendapat angin segar dari rencana penjualan aset fiber optik milik PT Link Net Tbk (LINK). 

"Investasi potensial dari infrastruktur LINK dapat menguntungkan perusahaan menara dalam memperkuat kemampuan mereka untuk menghasilkan pendapatan baru dari perluasan jaringan fiber optik," kata Niko.  

Selain itu, TOWR juga dikabarkan sedang mengincar bisnis fiber optik milik PT Indosat Tbk (ISAT) alias Indosat Ooredoo Hutchinson (IOH). Ini memungkinkan TOWR untuk mendorong pertumbuhan FTTH di luar Jawa. 

Lebih lanjut, BRI Danareksa Sekuritas memberikan rekomendasi beli dengan target harga di Rp 1.400. Niko juga merekomendasikan beli MTEL dengan target harga di Rp 960. 



Berita ini dikutip dari : Kontan Investasi
Rabu, 16 Oktober 2024 / 07:15 WIB
Reporter: Yuliana Hema | Editor: Putri Werdiningsih

Senin, 14 Oktober 2024

TOWR Gelar Rights Issue, Incar Dana Segar Rp4,5 T

Bloomberg Technoz, Jakarta - Emiten Grup Djarum, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) akan menggelar rights issue dengan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD).

Berdasarkan prospektus, dikutip Senin (14/10/2024), TOWR akan melepas paling banyak lima miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp900/saham.

Sehingga, TOWR akan meraup dana segar hingga Rp4,5 triliun melalui aksi korporasi tersebut.

TOWR akan menggunakan dana hasil rights issue untuk pembayaran pinjaman dan keperluan modal kerja PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), yang merupakan anak usaha perusahaan.

Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya akan mengalami dilusi hingga 9,12%, tanpa memperhitungkan saham treasuri.

TOWR akan meminta restu pemegang saham sebelum mengeksekusi rights issue. RUPSLB terkait aksi korporasi ini akan dilaksanakan pada 25 Oktober 2024.


Berita ini dikutip dari : Bloombergtechnoz.com
Sultan Ibnu Affan
14 October 2024 08:55

Senin, 30 September 2024

Rekomendasi & Target Harga TOWR Usai Cetak Laba Rp1,6 T

Bloomberg Technoz, Jakarta - Analis dalam konsensus Bloomberg memasang sikap bullish untuk saham emiten menara Grup Djarum, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).

Pada saat yang bersamaan, TOWR juga baru saja merilis hasil kinerja keuangan semester I-2024.

Berdasarkan konsensus Bloomberg, Senin (30/9/2024), sebanyak 23 analis merekomendasikan buy saham TOWR.

Salah satu analis yang memberikan rekomendasi ini adalah, Henry Tedja dari Mandiri Sekuritas. Target harga darinya Rp1.500/saham.

Kemudian, Analis Macquarie Indra Cahya juga memberikan rekomendasi serupa dengan target harga Rp1.000/saham.

Adapun target harga secara konsensus untuk 12 bulan ke depan sebesar Rp1.159,75/saham. Saat ini, harga TOWR di pasar reguler Rp850/saham.

Mengutip laporan keuangan, TOWR mencatat kenaikan laba bersih 9,4% secara tahunan menjadi Rp1,6 triliun pada semester I-2024.

Kenaikan itu tak lepas dari pertumbuhan pendapatan sebesar 6,54% secara tahunan menjadi Rp6,15 triliun.

Jika diperinci lebih lanjut, pendapatan dari PT Indosat Tbk (ISAT) mencapai Rp 2,19 triliun atau setara dengan 36% dari keseluruhan pendapatan TOWR. Kemudian, dari PT XL Axiata Tbk (EXCL) sebesar Rp 2,06 triliun yang setara dengan 33%. 

Sejalan dengan kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan TOWR juga ikut meningkat sebesar 8,05% secara tahunan menjadi Rp 1,85 triliun per semester I-2024. Pada periode yang sama di 2023, pos beban TOWR ini hanya Rp 1,71 triliun. 



Berita ini dikutip dari : Bloombergtechnoz
Redaksi
30 September 2024 14:50