Super Kawaii Cute Cat Kaoani
Tampilkan postingan dengan label RATU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RATU. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Februari 2025

Saham RATU Terus Melaju Kencang, Naik 13 Persen Selepas Keluar FCA

IDXChannel - Saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) melambung pada lanjutan sesi I, Rabu (5/2/2025) seiring emiten minyak dan gas (migas) tersebut keluar dari papan pemantauan khusus yang menggunakan mekanisme full call auction (FCA).

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.36 WIB, saham RATU melonjak 13,29 persen ke Rp9.800 per saham. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp259,92 miliar.

Saham RATU belum pernah ditutup melemah alias selalu menguat sejak debut di bursa pada 8 Januari 2025.

Saham anak usaha PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) besutan Hapsoro tersebut berhasil melonjak 752,17 persen atau multibagger (naik lebih dari 100 persen) sejak listing pada 8 Januari 2025.

Sebagai informasi, saham RATU pertama kali tercatat di papan FCA pada 22 Januari 2025 dengan kriteria nomor 10, yaitu mengalami suspensi perdagangan selama lebih dari satu hari bursa seiring kenaikan signifikan sejak debut di bursa.

Memang, antusiasme investor, terutama dari kalangan ritel, sangat tinggi pada IPO RATU.

Berdasarkan data Henan Sekuritas selaku penjamin emisi efek bersama Sucor Sekuritas, IPO RATU mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscription) hingga 313,15 kali. Jumlah pemesanan tercatat berasal dari 139.899 investor ritel dan 6.291 investor non-ritel.

“Ini adalah jumlah oversubscription di atas 300x yang kedua kalinya dalam sejarah BEl, setelah PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ),” kata Henan dalam sebuah kiriman di akun Instagram resmi mereka.

Tingginya minat investor terhadap IPO RATU membuat jumlah penjatahan saham menjadi sangat terbatas. Menurut perhitungan pengamat IPO melalui akun Instagram @sudarsanglory, investor yang memesan IPO RATU dengan nilai di bawah Rp100 juta rata-rata hanya mendapatkan alokasi 2-3 lot, sementara pemesanan di atas Rp100 juta hanya memperoleh sekitar 0,5 persen dari jumlah yang dipesan.

Direktur Utama RATU Alexandra Sinta Wahjudewanti mengatakan, perseroan memiliki investasi di Blok Cepu melalui perusahaan asosiasi dan partisipasi di Blok Jabung Jambi melalui anak usahanya. Sejak didirikan, RATU berkomitmen untuk tumbuh dan memberikan nilai tambah bagi mitra serta masyarakat.

“Kami akan selalu mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance demi menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan,” kata Alexandra di Gedung BEI Jakarta pada Rabu (8/1/2025).

Seluruh dana hasil IPO, setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan sebanyak Rp157,36 miliar akan dipinjamkan kepada anak perusahaan, PT Raharja Energi Tanjung Jabung, untuk memenuhi kewajiban pembayaran Cash Call dari PetroChina International Jabung Ltd. terkait pengelolaan Blok Jabung.

Jumlah kebutuhan dana untuk Cash Call ini sekitar USD10 juta atau setara dengan Rp159,42 miliar sehingga terdapat kekurangan sekitar Rp 2,05 miliar yang akan ditutup dengan dana dari kas internal perseroan.

Apabila dana tersebut dikembalikan kepada perseroan, dana akan digunakan untuk pengembangan usaha, khususnya studi kelayakan pada blok-blok migas, yaitu wilayah perizinan pemerintah untuk eksplorasi, pengembangan, dan produksi minyak dan gas bumi.

Kemudian, sebesar Rp34,96 miliar akan dipinjamkan kepada perusahaan asosiasi yaitu PT Petrogas Jatim Utama Cendana, yang akan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional melalui pemenuhan kewajiban pembayaran cash call dari ExxonMobil Cepu Ltd.

Selanjutnya, sisa dana akan digunakan untuk modal kerja, termasuk remunerasi karyawan, pengurus, dan pengawas (Direksi dan Dewan Komisaris RATU), serta biaya operasional perseroan. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.



Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, TIM RISET IDX CHANNEL 05/02/2025 10:45 WIB

Jumat, 24 Januari 2025

Saham RATU Cetak ARA Lagi, Kapitalisasi Pasarnya Lampaui RAJA

IDXChannel - Saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) kembali menyentuh batas auto reject atas (ARA) pada perdagangan Jumat (24/1/2025). Kenaikan ini membuat nilai kapitalisasi pasar RATU melampaui induknya, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA).

Saham RATU kembali ARA setelah naik 10 persen ke Rp7.150 meskipun masuk papan pemantauan khusus. Kenaikan itu membuat saham emiten migas milik Happy Hapsoro mencatat ARA untuk kedelapan kalinya sejak IPO pada 8 Januari 2025. Investor yang membeli di harga IPO meraih imbal hasil (return) hingga 521 persen.

Nilai kapitalisasi pasar RATU ikut terkerek naik menjadi Rp19,4 triliun. Valuasi itu di atas kapitalisasi pasar RAJA yang kini berada di kisaran Rp16 triliun. Hingga pukul 11:10 WIB, saham RAJA terkoreksi 2,8 persen ke Rp3.830.

Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas, Fath Aliansyah Budiman menilai, pergerakan saham IPO seperti RATU sangat tergantung dari bid-offer dan nilai transaksi harian. Apabila nilai transaksinya masih kecil, maka potensi kembalinya ARA masih terbuka lebar.

"Terlepas dapatnya sedikit banget (saat IPO) kalau punya saham RATU. Misalnya skenario terbaik ARA, apalagi volume dan value-nya kecil, ya sudah nggak masalah, ARA-nya masih berpotensi lanjut lagi," katanya belum lama ini.

Saham RATU mencetak kinerja fenomenal sejak IPO pada 8 Januari 2025. RATU menjadi saham paling dinanti yang tercermin dari sahamnya yang mengalami kelebihan permintaan (oversubscription) hingga 313,5 kali. Sebagian besar investor ritel hanya memperoleh 2-3 lot saham RATU saat penjatahan pooling (pooling allotment).

Tak pelak, harga sahamnya mengalami ARA berjilid-jilid dan menjadi rebutan pelaku pasar di pasar reguler. Kondisi ini membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) turun tangan dan menetapkan status unusual market activity (UMA), suspensi sebanyak dua kali, hingga terakhir dimasukkan ke dalam papan FCA.

Kenaikan harga saham RATU ditengarai akibat berbagai sentimen. Selain saham yang dilepas ke publik tidak terlalu banyak, rumor taipan Prajogo Pangestu menjadi investor kakap alias anchor buyer dalam IPO RATU turut mengerek saham RATU.

Namun, jumlah antrean pembelian (bid) saham RATU terus berkurang. Berdasarkan pantauan IDXChannel, bid pada saham RATU saat ini sekitar 200 ribu lot. Hingga siang ini, nilai transaksi saham RATU mencapai Rp5,5 miliar dengan volume 7.630 lot saham.

(Rahmat Fiansyah)



Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, Rahmat Fiansyah 24/01/2025 11:25 WIB

Rabu, 22 Januari 2025

Masuk FCA Gak Ngaruh, RATU Naik Terus

JAKARTA, investor.id - Suspensi saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) dibuka per sesi I perdagangan 22 Januari 2025 hari ini. Saham RATU kemudian dimasukkan di papan pemantauan khusus full call auction (FCA).

Di akhir sesi I papan pemantaun khusus, saham RATU masih mampu melonjak 9,72% mentok auto reject atas (ARA) ke Rp 5.925. Dengan demikian saham RATU sudah terbang 415,22% alias 4 bagger dari harga initial public offering (IPO) Rp 1.150.

BEI sebelumnya menjatuhkan suspensi terhadap saham Raharja Energi Cepu (RATU) mulai sesi I tanggal 20 Januari 2025. BEI menyebutkan bahwa penerapan suspensi itu lantaran terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan atas saham RATU dan sebagai bentuk perlindungan terhadap investor.

Sebelumnya juga BEI menjatuhkan suspensi terhadap saham Raharja Energi Cepu (RATU) satu hari tanggal 16 Januari 2025.

Suspensi dibuka tanggal 17 Januari, lalu saham RATU kembali melonjak 24,71% mentok auto reject atas (ARA) ke Rp 5.400 di hari itu. Dan kemudian RATU kena suspensi pada 20 serta 21 Januari.

Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)



Berita ini dikutip dari : Investor Daily
Penulis : Thresa Sandra Desfika
22 Jan 2025 | 10:15 WIB

Selasa, 14 Januari 2025

Saham RATU ARA Berjilid-jilid, Lampaui Harga RAJA

IDXChannel – Saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) kembali melesat hingga auto rejection atas (ARA) untuk hari kelima beruntun usai debut di bursa pada Rabu (8/1/2025) pekan lalu.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Selasa (14/1/2025) hingga 10.11 WIB, RATU melonjak 24,82 persen ke Rp3.470 per saham. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp4,16 miliar dan volume perdagangan 1,2 juta saham.

Pagi ini, terdapat antrean beli mencapai 1,91 juta lot di harga ARA atau setara dengan Rp664,76 miliar, menandakan masih tingginya tekanan beli di saham RATU.

Dengan ini, saham anak usaha PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) besutan Hapsoro tersebut menembus ARA 5 hari beruntun, dengan total kenaikan 201,74 persen atau multibagger (naik lebih dari 100 persen) sejak debut pada Rabu (8/1) lalu.

Harga saham RATU saat ini pun sudah melampaui sang induk, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) yang dibanderol di angka Rp3.210 per saham.

Walaupun, kapitalisasi pasar (market cap) RAJA masih lebih besar, yakni Rp13,53 triliun, dibandingkan RATU yang sebesar Rp9,42 triliun.

Antusiasme investor, terutama dari kalangan ritel, sangat tinggi pada IPO emiten yang terafiliasi oleh pengendali RAJA, Happy Hapsoro, tersebut.

Berdasarkan data Henan Sekuritas selaku penjamin emisi efek bersama Sucor Sekuritas, IPO RATU mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscription) hingga 313,15 kali. Jumlah pemesanan tercatat berasal dari 139.899 investor ritel dan 6.291 investor non-ritel.

“Ini adalah jumlah oversubscription di atas 300x yang kedua kalinya dalam sejarah BEl, setelah PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ),” kata Henan dalam sebuah kiriman di akun Instagram resmi mereka.

Tingginya minat investor terhadap IPO RATU membuat jumlah penjatahan saham menjadi sangat terbatas. Menurut perhitungan pengamat IPO melalui akun Instagram @sudarsanglory, investor yang memesan IPO RATU dengan nilai di bawah Rp100 juta rata-rata hanya mendapatkan alokasi 2-3 lot, sementara pemesanan di atas Rp100 juta hanya memperoleh sekitar 0,5 persen dari jumlah yang dipesan.

Direktur Utama RATU Alexandra Sinta Wahjudewanti mengatakan, perseroan memiliki investasi di Blok Cepu melalui perusahaan asosiasi dan partisipasi di Blok Jabung Jambi melalui anak usahanya. Sejak didirikan, RATU berkomitmen untuk tumbuh dan memberikan nilai tambah bagi mitra serta masyarakat.

“Kami akan selalu mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance demi menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan,” kata Alexandra di Gedung BEI Jakarta pada Rabu (8/1/2025).

Seluruh dana hasil IPO, setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan sebanyak Rp157,36 miliar akan dipinjamkan kepada anak perusahaan, PT Raharja Energi Tanjung Jabung, untuk memenuhi kewajiban pembayaran Cash Call dari PetroChina International Jabung Ltd. terkait pengelolaan Blok Jabung.

Jumlah kebutuhan dana untuk Cash Call ini sekitar USD10 juta atau setara dengan Rp159,42 miliar sehingga terdapat kekurangan sekitar Rp 2,05 miliar yang akan ditutup dengan dana dari kas internal perseroan.

Apabila dana tersebut dikembalikan kepada perseroan, dana akan digunakan untuk pengembangan usaha, khususnya studi kelayakan pada blok-blok migas, yaitu wilayah perizinan pemerintah untuk eksplorasi, pengembangan, dan produksi minyak dan gas bumi.

Kemudian sebesar Rp34,96 miliar akan dipinjamkan kepada perusahaan asosiasi yaitu PT Petrogas Jatim Utama Cendana, yang akan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional melalui pemenuhan kewajiban pembayaran cash call dari ExxonMobil Cepu Ltd.

Lalu sisa dana akan digunakan untuk modal kerja, termasuk remunerasi karyawan, pengurus, dan pengawas (Direksi dan Dewan Komisaris RATU), serta biaya operasional perseroan.

Investment Analyst Stockbit Hendriko Gani mencatat, dalam riset pada 16 Desember 2024, valuasi IPO RATU berada di kisaran 6,0–7,6 kali berdasarkan rasio price-to-earnings (P/E) di semester I-2024 (1H24) TTM (trailing twelve months) dan price-to-book value (P/BV) pasca-IPO sekitar 2,98–3,26 kali.

Valuasi ini lebih rendah dibandingkan induk usahanya, RAJA, yang diperdagangkan pada P/E 23,8 kali dan P/BV 4,6 kali.

Namun, mengutip Hendriko, valuasi RATU cenderung lebih tinggi dibandingkan pesaing (peers) di sektor migas, seperti PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).

MEDC diperdagangkan pada P/E 4,7 kali dan P/BV 0,8 kali, sementara ENRG pada P/E 5,1 kali dan P/BV 0,6 kali per 9M24. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.



Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, TIM RISET IDX CHANNEL 14/01/2025 10:20 WIB

Jumat, 10 Januari 2025

Saham Raharja Energi Cepu (RATU) ARA 3 Hari Tanpa Henti

IDXChannel – Saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) lagi-lagi menguat signifikan hingga auto rejection atas (ARA) di hari ketiga melantai di bursa, Jumat (10/1/2025).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.07 WIB, RATU melesat 24,58 persen ke Rp2.230 per saham. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp1,54 miliar.

Terdapat antrean beli mencapai 5,69 juta lot di harga ARA atau setara dengan Rp1,27 triliun, menandakan tekanan beli yang sangat tinggi di saham RATU.

Dengan ini, saham RATU menembus ARA 3 hari beruntun, dengan total kenaikan 93,91 persen sejak debut pada Rabu (8/1) lalu.

Direktur Utama RATU Alexandra Sinta Wahjudewanti mengatakan, perseroan memiliki investasi di Blok Cepu melalui perusahaan asosiasi dan partisipasi di Blok Jabung Jambi melalui anak usahanya. Sejak didirikan, RATU berkomitmen untuk tumbuh dan memberikan nilai tambah bagi mitra serta masyarakat.

“Kami akan selalu mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance demi menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan,” kata Alexandra di Gedung BEI Jakarta pada Rabu (8/1/2025).

Seluruh dana hasil IPO, setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan sebanyak Rp157,36 miliar akan dipinjamkan kepada anak perusahaan, PT Raharja Energi Tanjung Jabung, untuk memenuhi kewajiban pembayaran Cash Call dari PetroChina International Jabung Ltd. terkait pengelolaan Blok Jabung.

Jumlah kebutuhan dana untuk Cash Call ini sekitar USD10 juta atau setara dengan Rp159,42 miliar sehingga terdapat kekurangan sekitar Rp 2,05 miliar yang akan ditutup dengan dana dari kas internal perseroan.

Apabila dana tersebut dikembalikan kepada perseroan, dana akan digunakan untuk pengembangan usaha, khususnya studi kelayakan pada blok-blok migas, yaitu wilayah perizinan pemerintah untuk eksplorasi, pengembangan, dan produksi minyak dan gas bumi.

Kemudian sebesar Rp34,96 miliar akan dipinjamkan kepada perusahaan asosiasi yaitu PT Petrogas Jatim Utama Cendana, yang akan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional melalui pemenuhan kewajiban pembayaran cash call dari ExxonMobil Cepu Ltd.

Lalu sisa dana akan digunakan untuk modal kerja, termasuk remunerasi karyawan, pengurus, dan pengawas (Direksi dan Dewan Komisaris RATU), serta biaya operasional perseroan.

Investment Analyst Stockbit Hendriko Gani mencatat, dalam riset pada 16 Desember 2024, valuasi IPO RATU berada di kisaran 6,0–7,6 kali berdasarkan rasio price-to-earnings (P/E) di semester I-2024 (1H24) TTM (trailing twelve months) dan price-to-book value (P/BV) pasca-IPO sekitar 2,98–3,26 kali.

Valuasi ini lebih rendah dibandingkan induk usahanya, RAJA, yang diperdagangkan pada P/E 23,8 kali dan P/BV 4,6 kali.

Namun, mengutip Hendriko, valuasi RATU cenderung lebih tinggi dibandingkan pesaing (peers) di sektor migas, seperti PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).

MEDC diperdagangkan pada P/E 4,7 kali dan P/BV 0,8 kali, sementara ENRG pada P/E 5,1 kali dan P/BV 0,6 kali per 9M24. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.




Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, TIM RISET IDX CHANNEL 10/01/2025 09:18 WIB

Kamis, 09 Januari 2025

Saham Raharja Energi Cepu (RATU) ARA 2 Hari Beruntun, Sampai Kapan?

IDXChannel – Saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) kembali naik tajam hingga auto rejection atas (ARA) di hari kedua melantai di bursa, Kamis (9/1/2025).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.55 WIB, RATU melonjak 24,74 persen ke Rp1.790 per saham. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp390,40 juta.

Terdapat antrean beli mencapai 6,98 juta lot di harga ARA atau setara dengan Rp1,25 triliun, menandakan tekanan beli yang sangat tinggi di saham RATU.

Pada Rabu (8/1), anak usaha emiten besutan Happy Hapsoro PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) tersebut resmi debut di bursa. Kemarin, harga saham RATU ditutup ARA 24,78 persen, naik tajam dari harga penawaran awal yang ditetapkan sebesar Rp1.150 per saham.

Direktur Utama RATU Alexandra Sinta Wahjudewanti mengatakan, perseroan memiliki investasi di Blok Cepu melalui perusahaan asosiasi dan partisipasi di Blok Jabung Jambi melalui anak usahanya. Sejak didirikan, RATU berkomitmen untuk tumbuh dan memberikan nilai tambah bagi mitra serta masyarakat.

“Kami akan selalu mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance demi menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan,” kata Alexandra di Gedung BEI Jakarta pada Rabu (8/1/2025).

Seluruh dana hasil IPO, setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan sebanyak Rp157,36 miliar akan dipinjamkan kepada anak perusahaan, PT Raharja Energi Tanjung Jabung, untuk memenuhi kewajiban pembayaran Cash Call dari PetroChina International Jabung Ltd. terkait pengelolaan Blok Jabung.

Jumlah kebutuhan dana untuk Cash Call ini sekitar USD10 juta atau setara dengan Rp159,42 miliar sehingga terdapat kekurangan sekitar Rp 2,05 miliar yang akan ditutup dengan dana dari kas internal perseroan.

Apabila dana tersebut dikembalikan kepada perseroan, dana akan digunakan untuk pengembangan usaha, khususnya studi kelayakan pada blok-blok migas, yaitu wilayah perizinan pemerintah untuk eksplorasi, pengembangan, dan produksi minyak dan gas bumi.

Kemudian sebesar Rp34,96 miliar akan dipinjamkan kepada perusahaan asosiasi yaitu PT Petrogas Jatim Utama Cendana, yang akan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional melalui pemenuhan kewajiban pembayaran cash call dari ExxonMobil Cepu Ltd.

Lalu sisa dana akan digunakan untuk modal kerja, termasuk remunerasi karyawan, pengurus, dan pengawas (Direksi dan Dewan Komisaris RATU), serta biaya operasional perseroan.

Investment Analyst Stockbit Hendriko Gani mencatat, dalam riset pada 16 Desember 2024, valuasi IPO RATU berada di kisaran 6,0–7,6 kali berdasarkan rasio price-to-earnings (P/E) di semester I-2024 (1H24) TTM (trailing twelve months) dan price-to-book value (P/BV) pasca-IPO sekitar 2,98–3,26 kali.

Valuasi ini lebih rendah dibandingkan induk usahanya, RAJA, yang diperdagangkan pada P/E 23,8 kali dan P/BV 4,6 kali.

Namun, mengutip Hendriko, valuasi RATU cenderung lebih tinggi dibandingkan pesaing (peers) di sektor migas, seperti PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).

MEDC diperdagangkan pada P/E 4,7 kali dan P/BV 0,8 kali, sementara ENRG pada P/E 5,1 kali dan P/BV 0,6 kali per 9M24. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.



Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, TIM RISET IDX CHANNEL 09/01/2025 10:08 WIB

Rabu, 08 Januari 2025

CUAN & DAAZ Melejit, Promotornya Sama dengan RATU

JAKARTA, investor.id - Saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) perdana listing langsung melesat 24,78% mentok auto reject atas (ARA) ke Rp 1.435 pada sesi I, 8 Januari 2025.

Saham RATU diburu dengan antrean beli di harga atas Rp 1.435 membeludak sekitar 11,65 juta lot saham per jeda siang.

Raharja Energi (RATU) menggelar IPO dengan dikawal underwriter atau ‘promotor’ Henan Putihrai dan Sucor Sekuritas.

Henan sendiri sebelumnya sempat turut mengawal IPO PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ).

CUAN & DAAZ

Sementara itu, bersama dengan listing perdana RATU, saham CUAN juga diparkir melonjak 11,38% ke Rp 13.700. Sedangkan saham DAAZ juga melambung 10,79% ke Rp 4.620.

Adapun saham CUAN sendiri listing perdana pada 8 Maret 2023. Emiten Prajogo Pangestu ini menetapkan harga IPO Rp 220 kala itu. Berarti CUAN telah melambung 6.127,27%.

Sedangkan saham DAAZ listing mulai 11 November 2024 dengan harga IPO Rp 880. Artinya DAAZ juga sudah melejit 425%.





Berita ini dikutip dari : Investor Daily
Penulis : Thresa Sandra Desfika
8 Jan 2025 | 12:24 WIB

Kamis, 02 Januari 2025

Raharja Energi (RATU) Patok Harga IPO di Batas Atas

IDXChannel - PT Raharja Energi Cepu Tbk resmi menetapkan harga penawaran umum perdana saham (initial public offering atau IPO) sebesar Rp1.150 per saham. Harga tersebut merupakan batas atas dari harga penawaran awal antara Rp900-Rp1.150.

Raharja Energi berencana melepas maksimal 543,01 juta saham atau 20 persen dari modal disetor dan ditempatkan. Dengan demikian, perusahaan energi yang terlibat dalam Blok Cepu dan Blok Jabung itu berpotensi meraup dana IPO sebesar Rp624,46 miliar dengan nilai kapitalisasi pasar Rp3,1 triliun.

Seluruh dana hasil IPO, setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan sebanyak Rp157,36 miliar akan dipinjamkan kepada anak perusahaan, PT Raharja Energi Tanjung Jabung, untuk memenuhi kewajiban pembayaran Cash Call dari PetroChina International Jabung Ltd. terkait pengelolaan Blok Jabung. 

Jumlah kebutuhan dana untuk Cash Call ini sekitar USD10 juta atau setara Rp159,42 miliar, sehingga terdapat kekurangan sekitar Rp2,05 miliar yang akan ditutup dengan dana dari kas internal perseroan.

Apabila dana tersebut dikembalikan kepada perseroan, dana akan digunakan untuk pengembangan usaha, khususnya studi kelayakan pada blok-blok migas, yaitu wilayah perizinan pemerintah untuk eksplorasi, pengembangan, dan produksi minyak dan gas bumi.

Kemudian sebesar Rp34,96 miliar akan dipinjamkan kepada perusahaan asosiasi yaitu PT Petrogas Jatim Utama Cendana, yang akan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional melalui pemenuhan kewajiban pembayaran cash call dari ExxonMobil Cepu Ltd. Lalu sisa dana akan digunakan untuk modal kerja, termasuk remunerasi karyawan, pengurus, dan pengawas , serta biaya operasional perseroan.

Perseroan dijadwalkan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Januari 2025 dan akan tercatat dengan kode RATU. Saat ini, proses IPO memasuki masa penawaran umum hingga 6 Januari. Penjatahan efek akan dilakukan pada 6 Januari dan distribusi saham pada 7 Januari.

Dalam gelaran IPO kali ini, anak perusahaan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) tersebut menunjuk dua penjamin pelaksana efek (underwriter), yakni Henan Putihrai Sekuritas (HP) dan Sucor Sekuritas (AZ). HP memboyong DAAZ dan CUAN melantai di BEI sementara AZ pernah membawa IPO emiten CYBR dan RAAM.

(Rahmat Fiansyah)



Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, Cahya Puteri Abdi Rabbi 02/01/2025 14:20 WIB

Senin, 16 Desember 2024

RATU dan CBDK Siap IPO, Mana yang Lebih Potensial?

IDXChannel – Dua anak usaha emiten besutan pengusaha kenamaan Indonesia sedang bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham (IPO).

Kedua perusahaan ini adalah PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), anak usaha PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) milik Hapsoro, serta PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), anak usaha PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) yang dikendalikan taipan Aguan dan Grup Salim.

Bagaimana valuasi kedua perusahaan ini, dan mana yang lebih menarik bagi investor?

RATU Melantai di Bursa

RATU akan menawarkan hingga 543,01 juta saham atau setara 20 persen dari modal ditempatkan dengan harga di kisaran Rp900–1.150 per lembar.

Dengan kisaran tersebut, RATU menargetkan perolehan dana Rp488,7–624,5 miliar, yang mengimplikasikan valuasi sebesar Rp2,4–3,1 triliun.

Periode bookbuilding berlangsung pada 17–23 Desember 2024, sementara penawaran umum dijadwalkan pada 2–6 Januari 2025. Jika sesuai rencana, saham RATU akan resmi tercatat di BEI pada 8 Januari 2025.

Investment Analyst Stockbit Hendriko Gani mencatat, dalam riset pada Senin (16/12/2024), valuasi IPO RATU berada di kisaran 6,0–7,6 kali berdasarkan rasio price-to-earnings (P/E) di semester I-2024 (1H24) TTM (trailing twelve months) dan price-to-book value (P/BV) pasca-IPO sekitar 2,98–3,26 kali.

Valuasi ini lebih rendah dibandingkan induk usahanya, RAJA, yang diperdagangkan pada P/E 23,8 kali dan P/BV 4,6 kali.

Namun, mengutip Hendriko, valuasi RATU cenderung lebih tinggi dibandingkan pesaing (peers) di sektor migas, seperti PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).

MEDC diperdagangkan pada P/E 4,7 kali dan P/BV 0,8 kali, sementara ENRG pada P/E 5,1 kali dan P/BV 0,6 kali per 9M24.

PANI Boyong CBDK

Sementara, CBDK akan menawarkan hingga 566,89 juta saham atau setara 10 persen dari modal ditempatkan, dengan harga IPO di kisaran Rp3.000–4.060 per lembar.

Dari IPO ini, CBDK menargetkan dana Rp1,7–2,3 triliun, dengan valuasi mencapai Rp17–23 triliun.

Periode bookbuilding berlangsung pada 13–20 Desember 2024, dengan penawaran umum dijadwalkan pada 3–9 Januari 2025. Saham CBDK diperkirakan akan tercatat di bursa pada 13 Januari 2025.


Stockbit Research Team, dalam riset pada13 Desember 2024, memperkirakan valuasi IPO CBDK berada pada diskon 45–61 persen dari estimasi net asset value (NAV) perusahaan sebesar Rp37,4 triliun untuk 100 persen kepemilikan.

Diskon ini, kata Stockbit, membuat CBDK terlihat lebih menarik dibandingkan PANI, induk usahanya, yang valuasi pasarnya sudah lebih premium dibandingkan NAV yang Stockbit estimasikan.

CBDK mengelola lahan strategis, termasuk kawasan CBD Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2), yang dianggap sebagai aset premium. Pemegang saham utama CBDK terdiri dari PANI (51 persen), PT Agung Sedayu (24,5 persen), dan PT Tunas Mekar Jaya (24,5 persen).

Mana yang Lebih Menarik?

IPO RATU menawarkan valuasi yang kompetitif di sektor migas, meski lebih tinggi dari pesaing seperti MEDC dan ENRG. Sementara itu, IPO CBDK memberikan peluang bagi investor dengan valuasi yang berada di diskon signifikan dari NAV, terutama karena CBDK memiliki landbank premium di PIK2.

Yang jelas, investor perlu mempertimbangkan sektor, prospek bisnis, serta valuasi masing-masing sebelum menentukan pilihan investasi. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.



Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, TIM RISET IDX CHANNEL
16/12/2024 12:15 WIB

Raharja Energi (RATU) Siap Bagikan hingga 60 Persen Laba sebagai Dividen

IDXChannel - PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) segera melepas saham ke publik melalui penawaran perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam prospektus yang diterbitkan perusahaan, Senin (16/12/2024), manajemen berkomitmen membayarkan dividen tunai hingga 60 persen dari laba bersih tahun berjalan. Kebijakan ini akan berlaku mulai tahun buku 30 Juni 2024 dan seterusnya.

“Pembagian dividen akan bergantung pada hasil kegiatan usaha, arus kas, serta kebutuhan modal kerja, belanja modal, dan rencana investasi perusahaan ke depan,” kata manajemen.

Namun, Direksi memiliki wewenang untuk mengubah kebijakan dividen ini kapan saja, dengan persetujuan para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Lebih lanjut, perusahaan juga membuka peluang untuk membagikan dividen interim sebelum tahun buku berakhir, dengan syarat memenuhi kriteria likuiditas dan solvabilitas.

Berdasarkan laporan keuangan hingga 30 Juni 2024, RATU mencatatkan pendapatan usaha sebesar USD27,95 juta atau Angka ini setara Rp459,12 miliar (kurs tengah akhir BI yang disajikan perseroan Rp16.421 per 1 dolar AS).

Dari jumlah tersebut, laba kotor mencapai USD11,58 juta atau setara Rp190,17 miliar. Adapun laba bersih yang dibukukan perusahaan sebesar USD7,39 juta, atau Rp121,43 miliar, dengan laba per saham dasar mencapai USD0,0029 atau Rp47,62 per saham.

Sebagai catatan, anak usaha PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) itu menawarkan 543.010.800 saham, atau setara 20 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh. Nilai nominal dipatok Rp10 setiap saham.

Detilnya, sejumlah 190.053.800 saham biasa atas nama yang merupakan saham baru dan dikeluarkan dari portepel perseroan atau setara 7 persen dari jumlah modal ditempatkan. Sementara sebanyak 352.957.000 saham biasa merupakan milik RAJA atau Saham Divestasi, setara 13 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor.

Dalam periode penawaran awal (bookbuilding), harga ditawarkan dalam rentang Rp900-Rp1.150 per saham dengan jadwal bookbuilding pada 17-23 Desember 2024.

(Rahmat Fiansyah)




Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, Dinar Fitra Maghiszha 16/12/2024 12:33 WIB

Emiten Energi RATU IPO, Tawarkan Harga Rp900 - Rp1.150 per Saham

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU) akan melepas sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) dengan sebanyak 543.010.800 saham atau setara dengan 20% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai nominal sebesar Rp10 per saham.

Mengutip keterbukaan informasi, BEI, 543.010.800 saham terdiri dari 190.053.800 saham dari portepel atau sebesar 7,000% dari jumlah modal ditempatkan, dan sebanyak 352.957.000 saham atas nama milik PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) disebut sebagai pemegang saham penjual atau sham divestasi setara dengan 13%.

Harga saham yang ditawarkan kepada masyarakat sebesar Rp900 sampai dengan Rp1.150 per saham. Sehingga nantinya, perseroan akan mendapatkan dana segar sebanyak banyaknya sebesar Rp624.462.420.000 yang terdiri dari Rp218.561.870.000 dari IPO dan Rp405.900.550.000 dari penawaran umum saham divestasi.

Saham divestasi dimiliki secara sah oleh pemegang saham penjual dan dalam keadaan bebas, tidak sedang dalam sengketa dan/atau dijaminkan kepada pihak manapun serta tidak sedang ditawarkan kepada pihak lain.

Untuk memuluskan aksi korporasi ini, RATU menunjuk PT Henan Putihrai Sekuritas dan PT Sucor Sekuritas.

Nantinya, seluruh dana yang diperoleh dari IPO ini, setelah dikurangi seluruh biaya-biaya emisi sekitar Rp157.364.546.400 akan dipinjamkan kepada perusahaan anak yaitu PT Raharja Energi Tanjung Jabung, yang selanjutnya akan digunakan untuk pemenuhan kewajiban pembayaran Cash Call dari PetroChina International Jabung Ltd. dalam rangka pengelolaan Blok Jabung dengan jumlah sekitar US$ 10.000.000 atau setara dengan Rp159.420.000.000 sehingga masih terdapat kekurangan dana sekitar Rp2.055.453.600,-, yang akan dilunasi dengan dana yang direncanakan bersumber dari kas internal Perseroan.

Sekitar Rp34.969.899.200 akan dipinjamkan kepada perusahaan asosiasi yaitu PT Petrogas Jatim Utama Cendana, yang akan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional melalui pemenuhan kewajiban pembayaran Cash Call dari ExxonMobil Cepu Ltd. Dalam rangka pengelolaan Blok Cepu dengan jumlah sekitar US$ 2.200.000 atau setara dengan Rp35.072.400.000 sehingga masih terdapat kekurangan dana sekitar Rp102.500.800 yang akan dilunasi dengan dana yang direncanakan bersumber dari kas internal Perseroan.

Sementara, sisanya akan digunakan untuk modal kerja seperti renumerasi karyawan serta pengurus dan pengawas (Direksi dan Dewan Komisaris) dan biaya operasional Perseroan.

Hasil penjualan Saham Divestasi yang ditawarkan oleh Pemegang Saham Penjual sejumlah 352.957.000 saham biasa atas nama RAJA dalam Penawaran Umum ini, setelah dikurangi biaya emisi dan biaya lain yang dihitung secara proporsional dengan biaya emisi saham baru, akan dibayarkan kepada pemegang saham penjual dan perseroan tidak akan menerima hasil dari penjualan saham divestasi tersebut.

Adapun jadwa IPO RATU sebagai berikut:

Masa Penawaran Awal: 17 Desember 2024 - 23 Desember 2024
Tanggal Efektif: 30 Desember 2024
Masa Penawaran Umum: 02 Januari - 06 Januari 2025
Tanggal Penjatahan: 06 Januari 2025
Tanggal Distribusi Saham: 07 Januari 2025
Tanggal Pencatatan Saham: 08 Januari 2025




Berita ini dikutip dari : CNBC
Romys Binekasri, CNBC Indonesia
16 December 2024 10:25