Super Kawaii Cute Cat Kaoani
Tampilkan postingan dengan label BREN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BREN. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Februari 2025

Saham Prajogo Pangestu BREN hingga PTRO Jatuh di Tengah Kabar Tak Masuk MSCI

IDXChannel – Saham emiten milik taipan Prajogo Pangestu serentak turun tajam pada Jumat (7/2/2025) pagi seiring MSCI mengumumkan tidak akan memasukkan saham-saham tersebut ke indeks acuan investor global itu.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.31 WIB, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) merosot hingga auto rejection bawah (ARB) 20 persen, tepatnya, 19,94 persen, ke Rp7.025 per saham.

Kemudian, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga ARB 19,96 persen. Demikian pula, saham PT Petrosea Tbk (PTRO) amblas 15,45 persen, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melorot 6,04 persen dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turun 9,57 persen.

MSCI mengonfirmasi, dikutip dari Stockbit Sekuritas, saham BREN, CUAN, dan PTRO tidak akan dimasukkan dalam MSCI Indonesia Investable Market Index pada review indeks Februari 2025. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan analisis dan masukan mengenai potensi kendala investability.

“Setelah melakukan analisis dan menerima masukan dari pelaku pasar mengenai potensi kendala investability, MSCI tidak akan mempertimbangkan penambahan sekuritas berikut ke dalam MSCI Indonesia Investable Market Index (IMI) dalam Review Indeks Februari 2025,” kata MSCI dalam pengumumannya, Kamis (6/2/2025).

Namun, MSCI akan terus mengevaluasi kelayakan saham-saham tersebut dalam tinjauan indeks berikutnya dan akan memberikan pembaruan jika diperlukan. (Aldo Fernando)




Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, TIM RISET IDX CHANNEL 07/02/2025 09:42 WIB

Rabu, 08 Januari 2025

Saham Prajogo Pangestu Pesta Lagi, Giliran CUAN dan PTRO Naik Tinggi

IDXChannel – Saham emiten milik taipan Prajogo Pangestu kembali menguat signifikan pada Rabu (8/1/2025), melanjutkan tren positif akhir-akhir ini.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.20 WIB, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melesat 10,16 persen ke Rp13.550 per saham. Dalam sepekan, saham ini melejit 17,35 persen.

Diwartakan sebelumnya, PT Daya Bumindo Karunia (DBK), anak usaha CUAN, resmi memulai produksi batu bara metalurgi di Kalimantan Tengah. Proyek ini didukung fasilitas kredit senilai Rp2,42 triliun dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).

DBK tengah membangun berbagai fasilitas, termasuk kantor, gudang bahan bakar, dan jalan tambang sepanjang 149 kilometer yang menghubungkan area tambang dengan intermediate stockpile.

Pembangunan infrastruktur ini dikerjakan oleh PT Petrosea Tbk (PTRO), anak usaha Petrindo yang bergerak di bidang kontrak pertambangan dan EPC.

Petrosea juga menyediakan jasa pendukung lainnya, seperti pembangunan camp karyawan, kantor, jetty, serta aktivitas tambang, termasuk overburden removal dan produksi batu bara.

Direktur Utama Petrindo, Michael, menyebut langkah ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk mendukung ekspansi bisnis.

Proyek ini diharapkan memperkuat sinergi antar-anak usaha Petrindo dan memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan perusahaan.

Kenaikan tajam CUAN turut mengerek harga saham PT Petrosea Tbk (PTRO) yang mendaki 4,80 persen.

Demikian pula, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 1,01 persen bersama dengan anak usahanya PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang tumbuh 0,24 persen.

Sebelumnya, dalam keterbukaan informasi pada 9 Desember 2024, BREN, melalui anak usahanya Star Energy Geothermal, menggandeng Kyndryl untuk memanfaatkan kecerdasan buatan generatif (GenAI) berbasis Microsoft Azure Cloud. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan efisiensi operasional, inovasi, dan mengurangi biaya IT.

Kyndryl akan mengintegrasikan platform Kyndryl Bridge yang didukung AI untuk memperkuat operasional IT di unit panas bumi Barito Renewables.

Solusi ini mengandalkan AI dan machine learning untuk memberikan insight real-time, mendeteksi potensi masalah, dan menyelesaikannya secara proaktif. Pendekatan ini juga mengotomatisasi berbagai tugas IT guna mengurangi downtime dan meningkatkan produktivitas.

Sejalan dengan prioritas pemerintah dalam mendorong ketahanan energi dan digitalisasi, migrasi ke cloud ini memungkinkan Barito Renewables merespons kebutuhan bisnis dengan lebih cepat, sekaligus mengoptimalkan biaya operasional.

 Pemanfaatan cloud juga meningkatkan skalabilitas untuk menghadapi perubahan teknologi, dinamika pasar, dan regulasi siber.

Selain itu, Kyndryl mendukung modernisasi jaringan di divisi panas bumi Barito Renewables dengan mengimplementasikan teknologi Software-Defined Wide Area Networking (SD-WAN).

Sebelumnya, BREN mengumumkan dividen tunai interim senilai Rp506 miliar yang diambil dari tahun buku 2024.

Dividen tersebut diambil dari laba bersih perseroan per 30 September 2024 yang sebesar USD86 juta. Adapun saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya mencapai USD549,7 juta sementara posisi ekuitas tercatat USD736 juta.

Pada Juni 2024, BREN membagikan dividen tunai final sebesar Rp2,03 per saham. Dengan demikian, total dividen yang dibagikan di 2024 sebesar Rp5,81 per saham. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.



Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, TIM RISET IDX CHANNEL 08/01/2025 10:27 WIB

Selasa, 07 Januari 2025

Saham BREN Tembus Level Rp10 Ribu, Naik Lebih dari 4 Persen

IDXChannel – Saham emiten geotermal milik Prajogo Pangestu PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) kembali menyentuh level psikologis Rp10 ribu pada Selasa (7/1/2025).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.46 WIB, saham BREN naik 4,85 persen ke level Rp10.275 per saham. Nilai transaksi mencapai Rp245,8 miliar dan volume perdagangan 24,33 juta saham.

Dalam sepekan, saham BREN mendaki 8,44 persen dan dalam sebulan meningkat 23,42 persen.

Secara teknikal, grafik menunjukkan momentum bullish yang kuat dalam beberapa pekan terakhir dengan pola higher high dan higher low secara konsisten.

RSI berada di zona overbought (di atas 70), yang bisa mengindikasikan potensi pullback atau konsolidasi dalam jangka pendek.

Namun, dalam tren naik yang kuat, RSI dapat tetap overbought untuk periode yang cukup lama.

Di sisi lain, lonjakan volume yang tajam pada candlestick hijau saat ini sejalan dengan breakout harga, memperkuat sentimen bullish.

Peningkatan volume yang konsisten telah menyertai tren naik sejak awal Desember, mengonfirmasi adanya akumulasi.

Resistance terdekat berada di Rp10.450 dan gap di 10.725. Sementara, support terdekat di Rp.9.750 dan Rp9.000 yang merupakan zona konsolidasi sebelumnya.

Sebelumnya, dalam keterbukaan informasi pada 9 Desember 2024, BREN, melalui anak usahanya Star Energy Geothermal, menggandeng Kyndryl untuk memanfaatkan kecerdasan buatan generatif (GenAI) berbasis Microsoft Azure Cloud. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan efisiensi operasional, inovasi, dan mengurangi biaya IT.

Kyndryl akan mengintegrasikan platform Kyndryl Bridge yang didukung AI untuk memperkuat operasional IT di unit panas bumi Barito Renewables.

Solusi ini mengandalkan AI dan machine learning untuk memberikan insight real-time, mendeteksi potensi masalah, dan menyelesaikannya secara proaktif. Pendekatan ini juga mengotomatisasi berbagai tugas IT guna mengurangi downtime dan meningkatkan produktivitas.

Sejalan dengan prioritas pemerintah dalam mendorong ketahanan energi dan digitalisasi, migrasi ke cloud ini memungkinkan Barito Renewables merespons kebutuhan bisnis dengan lebih cepat, sekaligus mengoptimalkan biaya operasional.

 Pemanfaatan cloud juga meningkatkan skalabilitas untuk menghadapi perubahan teknologi, dinamika pasar, dan regulasi siber.

Selain itu, Kyndryl mendukung modernisasi jaringan di divisi panas bumi Barito Renewables dengan mengimplementasikan teknologi Software-Defined Wide Area Networking (SD-WAN).

Sebelumnya, BREN mengumumkan dividen tunai interim senilai Rp506 miliar yang diambil dari tahun buku 2024.

Dividen tersebut diambil dari laba bersih perseroan per 30 September 2024 yang sebesar USD86 juta. Adapun saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya mencapai USD549,7 juta sementara posisi ekuitas tercatat USD736 juta.

Pada Juni 2024, BREN membagikan dividen tunai final sebesar Rp2,03 per saham. Dengan demikian, total dividen yang dibagikan di 2024 sebesar Rp5,81 per saham. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.




Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, TIM RISET IDX CHANNEL 07/01/2025 10:50 WIB

Kamis, 02 Januari 2025

Saham Prajogo Pangestu CUAN hingga BREN Melesat Sambut 2025

IDXChannel – Saham-saham milik taipan Prajogo Pangestu menguat signifikan pada perdagangan perdana di Tahun Baru 2025, Kamis (2/1/2025), melanjutkan momentum positif akhir-akhir ini.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 10.46 WIB, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melesat 6,74 persen. Dalam sebulan, saham CUAN melesat 81,30 persen.

Diberitakan sebelumnya sebelumnya, PT Daya Bumindo Karunia (DBK), anak usaha CUAN, resmi memulai produksi batu bara metalurgi di Kalimantan Tengah. Proyek ini didukung fasilitas kredit senilai Rp2,42 triliun dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).

DBK tengah membangun berbagai fasilitas, termasuk kantor, gudang bahan bakar, dan jalan tambang sepanjang 149 kilometer yang menghubungkan area tambang dengan intermediate stockpile.

Pembangunan infrastruktur ini dikerjakan oleh PT Petrosea Tbk (PTRO), anak usaha Petrindo yang bergerak di bidang kontrak pertambangan dan EPC.

Petrosea juga menyediakan jasa pendukung lainnya, seperti pembangunan camp karyawan, kantor, jetty, serta aktivitas tambang, termasuk overburden removal dan produksi batu bara.

Direktur Utama Petrindo, Michael, menyebut langkah ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk mendukung ekspansi bisnis.

Proyek ini diharapkan memperkuat sinergi antar-anak usaha Petrindo dan memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan perusahaan.

Berbeda dengan CUAN, saham PTRO terkoreksi 1,63 persen. Dalam sebulan belakangan, saham PTRO melambung 24,23 persen.

Kabar terbaru, Direktur Utama PTRO, Michael, membeli 80 ribu saham perseroan di harga Rp25.000 per saham pada 20 Desember 2024, senilai Rp2 miliar. Kepemilikannya kini bertambah menjadi 140 ribu saham atau 0,0139 persen dari total saham beredar.

Komisaris Independen PTRO, Erwin Ciputra, juga membeli 60 ribu saham di harga rata-rata Rp28.233 per saham pada 23 Desember 2024, senilai Rp1,7 miliar. Kini, Erwin menguasai 685.400 saham atau 0,068 persen.

Pemegang saham Petrosea juga menyetujui rencana stock split 1:10 yang akan berlaku efektif pada 7 Januari 2025. Langkah ini diharapkan meningkatkan likuiditas, frekuensi perdagangan, dan menarik minat investor ritel.

Saham emiten geotermal Prajogo, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga menghijau 3,77 persen dan induk BREN PT Barito Pacific Tbk (BRPT) tumbuh 0,54 persen.

Berbeda, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) stagnan di Rp7.500 per saham. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.



Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, TIM RISET IDX CHANNEL 02/01/2025 10:58 WIB

Senin, 30 Desember 2024

Saham Prajogo Pangestu CUAN Cs Melesat di Penghujung 2024

IDXChannel – Saham-saham milik pengusaha kawakan Prajogo Pangestu meningkat signifikan pada perdagangan akhir tahun, Senin (30/12/2024), melanjutkan momentum positif belakangan ini.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.06 WIB, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) memimpin kenaikan, yakni sebesar 6,12 persen ke Rp11.275 per saham.

Dalam sebulan, saham CUAN melesat 68 persen.

Diwartakan sebelumnya, PT Daya Bumindo Karunia (DBK), anak usaha CUAN, resmi memulai produksi batu bara metalurgi di Kalimantan Tengah. Proyek ini didukung fasilitas kredit senilai Rp2,42 triliun dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).

DBK tengah membangun berbagai fasilitas, termasuk kantor, gudang bahan bakar, dan jalan tambang sepanjang 149 kilometer yang menghubungkan area tambang dengan intermediate stockpile.

Pembangunan infrastruktur ini dikerjakan oleh PT Petrosea Tbk (PTRO), anak usaha Petrindo yang bergerak di bidang kontrak pertambangan dan EPC.

Petrosea juga menyediakan jasa pendukung lainnya, seperti pembangunan camp karyawan, kantor, jetty, serta aktivitas tambang, termasuk overburden removal dan produksi batu bara.

Direktur Utama Petrindo, Michael, menyebut langkah ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk mendukung ekspansi bisnis.

Proyek ini diharapkan memperkuat sinergi antar-anak usaha Petrindo dan memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan perusahaan.

Kendati tidak sesignifikan CUAN, saham PTRO juga naik, yaitu 0,88 persen. Dalam sebulan belakangan, saham PTRO melambung 44,61 persen.

Kabar terbaru, Direktur Utama PTRO, Michael, membeli 80 ribu saham perseroan di harga Rp25.000 per saham pada 20 Desember 2024, senilai Rp2 miliar. Kepemilikannya kini bertambah menjadi 140 ribu saham atau 0,0139 persen dari total saham beredar.

Komisaris Independen PTRO, Erwin Ciputra, juga membeli 60 ribu saham di harga rata-rata Rp28.233 per saham pada 23 Desember 2024, senilai Rp1,7 miliar. Kini, Erwin menguasai 685.400 saham atau 0,068 persen.

Pemegang saham Petrosea juga menyetujui rencana stock split 1:10 yang akan berlaku efektif pada 7 Januari 2025. Langkah ini diharapkan meningkatkan likuiditas, frekuensi perdagangan, dan menarik minat investor ritel.

Saham emiten geotermal Prajogo, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga terkerek 0,27 persen dan induk BREN PT Barito Pacific Tbk (BRPT) tumbuh 0,55 persen.

Berbeda, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) stagnan di Rp7.300 per saham. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.



Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, TIM RISET IDX CHANNEL 30/12/2024 10:14 WIB

Selasa, 17 Desember 2024

Saham Prajogo Pangestu BREN-CUAN Kompak Unjuk Gigi

IDXChannel – Sejumlah saham emiten milik taipan Prajogo Pangestu menguat pada Selasa (17/12/2024), melanjutkan momentum positif akhir-akhir ini.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.13 WIB, saham emiten batu bara PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) meningkat 4,29 persen ke Rp9.725 per saham. Nilai transaksi tercatat Rp73,97 miliar.

Dengan ini, saham CUAN sudah meningkat 5 hari beruntun.

Kemudian, saham emiten geotermal PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mendaki 3,86 persen ke Rp8.750 per saham, berusaha mendekati level psikologis 9.000.

Sebelumnya, BREN mengumumkan dividen tunai interim senilai Rp506 miliar yang diambil dari tahun buku 2024. Dividen emiten milik taipan Prajogo Pangestu itu akan cair pada akhir tahun.

"Perseroan akan membagikan dividen interim sebesar Rp506 miliar atau Rp3,78 per saham," kata Corporate Secretary BREN, Merly dalam suratnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (3/12/2024).

Keputusan pembagian dividen interim tersebut diambil dalam rapat jajaran direksi BREN yang disetujui lewat keputusan sirkuler Dewan Komisaris pada 2 Desember 2024.

Dividen tersebut diambil dari laba bersih perseroan per 30 September 2024 yang sebesar USD86 juta. Adapun saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya mencapai USD549,7 juta sementara posisi ekuitas tercatat USD736 juta.

Pada Juni 2024, BREN membagikan dividen tunai final sebesar Rp2,03 per saham. Dengan demikian, total dividen yang dibagikan tahun ini sebesar Rp5,81 per saham.

Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 11 Desember 2024, sementara untuk pasar tunai pada 12 Desember 2024.

Selanjutnya, ex dividen untuk pasar reguler dan negosiasi dimulai 13 Desember 2024, diikuti pasar tunai pada 16 Desember 2024.

Pembayaran dividen kepada pemegang saham akan dilakukan pada 20 Desember 2024.

Tidak hanya CUAN dan BREN, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) juga tumbuh 0,65 persen dan PT Petrosea Tbk (PTRO) terapresiasi 0,49 persen.

Kabar terbaru, para pemegang saham PTRO menyetuji rencana perseroan untuk melakukan pemecahan nilai nominal saham atau stock split dengan rasio 1:10. 

Rencana stock split disetujui investor dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang telah digelar Senin (16/12/2024).

"Menyetujui dilakukannya pemecahan saham (stock split), yakni setiap 1 saham perseroan yang saat ini memiliki nilai nominal Rp50, dipecah menjadi 10 saham dengan nilai nominal Rp5 per saham," demikian keputusan RUPSLB yang diumumkan di keterbukaan informasi BEI, Selasa (17/12/2024).

"Sehingga jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan yang semula sebanyak 1.008.605.000 (1 miliar) saham dengan nilai nominal sebesar Rp50 per saham akan meningkat menjadi sebanyak-banyaknya 10.086.050.000 (10,08 miliar) saham dengan nilai nominal sebesar Rp5 per saham," tulis ringkasan risalah RUPSLB.

Petrosea sebelumnya mengumumkan rencana pemecahan saham atau stock split dengan rasio 1:10. 

“Perseroan berharap bahwa pemecahan nilai nominal saham dapat menjadikan harga saham perseroan lebih terjangkau oleh investor pasar modal, terutama pemegang saham perorangan, sehingga dapat meningkatkan likuiditas dan frekuensi perdagangan saham perseroan,” kata manajemen PTRO, Kamis (7/11).

Kabar lainnya, PTRO menandatangani kontrak senilai Rp4,03 triliun dengan PT Bara Prima Mandiri di Kalimantan Tengah untuk pengupasan lapisan penutup dan penggalian batu bara hingga 2032, dengan target produksi 135,46 juta BCM dan 7,35 juta ton batu bara. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.



Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, TIM RISET IDX CHANNEL 17/12/2024 10:25 WIB

Rabu, 11 Desember 2024

Beda Nasib Saham BREN-TBIG saat Cum Date Dividen Hari Ini

IDXChannel - PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) memasuki cum date dividen interim di Pasar Reguler dan Negosiasi hari ini, Rabu (11/12/2024). 

Emiten Prajogo Pangestu BREN akan membagikan dividen interim senilai Rp506,15 miliar atau Rp3,78 per saham. Dividen tersebut dijadwalkan cair pada 20 Desember 2024.

Sedangkan TBIG menabur dividen interim sebesar Rp567 miliar atau Rp25 per saham. Dividen emiten Grup Saratoga itu akan dibayarkan pada 27 Desember 2024.

Bagaimana nasib saham BREN dan TBIG hari ini?

Jelang penutupan sesi I hari ini, saham BREN menguat 0,89 persen di Rp8.525. Sedangkan saham TBIG justru melemah 0,77 persen menjadi Rp1.940. 
 
(Fiki Ariyanti)




Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, Fiki Ariyanti 11/12/2024 11:55 WIB

Jumat, 08 November 2024

Saham Barito Renewables (BREN) Tiba-Tiba Pesta, Melesat 16 Persen

IDXChannel – Saham emiten geotermal PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) naik tajam di awal perdagangan Jumat (8/11/2024), membalik pelemahan selama sepekan terakhir.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.54 WIB, saham BREN melambung 15,83 persen ke Rp6.950 per saham.

Nilai transaksi saham emiten Prajogo Pangestu tersebut mencapai Rp216,9 miliar dan volume perdagangan 32,13 juta saham.

Penguatan ini memutus tren koreksi saham BREN sejak Jumat (1/11) pekan lalu

Dengan ini, dalam sepekan saham BREN tumbuh 3,73 persen dan dalam sebulan naik 3,73 persen.

Menurut pemberitaan sejumlah media massa, Kamis (7/11/2024), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memeriksa transaksi saham BREN sejak tahun lalu, khususnya terkait dugaan transaksi perdagangan semu.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi, mengonfirmasi pemeriksaan tersebut, termasuk pemantauan terhadap kepemilikan saham publik yang membuat BREN gagal masuk indeks FTSE Russell pada September.

Empat pemegang saham besar BREN, PT Barito Pacific Tbk, Green Era Energy Pte. Ltd., Jupiter Tiger Holdings, dan Prime Hill Funds, telah diverifikasi dan dianggap tidak berafiliasi.

OJK mengatakan belum dapat memastikan batas waktu pemeriksaan tersebut, tetapi menegaskan bahwa penyelesaian tetap menjadi target mereka.

OJK menjelaskan, pihaknya terus memantau indikasi manipulasi pasar, termasuk pada saham BREN dan CUAN, sesuai ketentuan yang berlaku.

Rapor Keuangan BREN

BREN berhasil meraup laba bersih sebesar USD86,1 juta hingga triwulan III-2024 lalu.

Capaian tersebut tumbuh tipis sebesar 1,9 persen dari capaian laba bersih pada periode sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD84,5 juta dolar AS.

Dengan menggunakan asumsi nilai tukar dolar terhadap rupiah sebesar Rp15.700 per dolar AS, maka nilai laba bersih BREN dalam sembilan bulan pertama 2024 ini setara dengan Rp1,35 triliun.

"Kenaikan laba bersih terutama terdongkrak dari akuisisi PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Bayu) (PLTB) Sidrap 1 serta peningkatan kepemilikan Perseroan di Salak-Darajat," ujar Direktur Utama BREN, Hendra Soetjipto Tan, dalam keterangan resminya, Kamis (31/10/2024).

Sementara pendapatan konsolidasi Perseroan dalam periode yang sama, menurut Hendra, tercatat mencapai USD441,3 juta, dengan nilai EBITDA konsolidasi sebesar USD377 juta.

Dengan capaian tersebut, Hendra pun mengaku optimistis dengan respons cepat terhadap tantangan operasional dan refinancing, sehingga dapat secara signifikan menurunkan biaya keuangan Perseroan.

"Seiring dengan upaya kami dalam mengoptimalkan dan memperluas aset geotermal, kami percaya bahwa kinerja kami akan semakin kuat di kuartal-kuartal mendatang," ujar Hendra.

Tercatat, Perseroan telah refinancing fasilitas Bangkok Bank Public Company Limited, yang mengakibatkan penurunan suku bunga dari 4,4 persen menjadi 2,5 persen di atas SOFR.

Hendra menyebut ke depan BREN akan tetap fokus pada peningkatan kapasitas geotermal melalui retrofitting, peningkatan kapasitas, dan penambahan unit baru pada aset geotermal yang ada. Langkah ini diyakini akan meningkatkan kapasitas perseroan sebesar 104,6 MW dalam beberapa tahun ke depan.

"Dalam jangka pendek, Salak Binary diperkirakan akan mencapai COD pada akhir tahun ini, yang akan semakin meningkatkan kapasitas dan output perusahaan," ujar Hendra.

Diketahui, total aset perseroan per September 2024, tumbuh 7,9 persen dibandingkan akhir 2023 sebesar USD3,78 miliar. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.



Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, TIM RISET IDX CHANNEL 08/11/2024 10:05 WIB

Selasa, 22 Oktober 2024

Gara-gara Ini, Saham Barito Renewables (BREN) Makin Dikejar

JAKARTA, investor.id - Saham emiten Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melompat 5,34% ke Rp 7.400 per akhir sesi I perdagangan 22 Oktober 2024.

Saham Barito Renewables (BREN) laris dikejar pelaku pasar modal. Sebanyak 37,51 juta saham BREN ditransaksikan, frekuensi 16.669 kali, dan nilai transaksi Rp 274,61 miliar.

Sebelumnya saham emiten Prajogo Pangestu, Barito Renewables Energy (BREN) ditutup stagnan di Rp 7.175 pada perdagangan Jumat (18/10/2024) pekan lalu. Tapi nilai transaksi saham Barito Renewables tembus Rp 683,17 miliar.

Saham Barito Renewables - emiten Prajogo Pangestu - benar-benar diakumulasi saat itu. Broker Macquarie Sekuritas Indonesia mencetak net buy saham BREN sampai Rp 509,9 miliar pada 18 Oktober.

Sementara itu, investment analyst Stockbit Theodorus Melvin mengungkap bahwa Blackrock pada Jumat (18/10/2024) mengumumkan Barito Renewables Energy (BREN) mengalami peningkatan bobot dari 0,64% menjadi 1,36% dalam produk ETF Blackrock, iShares Global Clean Energy ETF (ICLN), dan iShares Global Clean Energy UCITS ETF (INRG).

“Peningkatan bobot ini memberikan total net buy sebanyak 70,9 juta saham. Dengan asumsi harga pembelian menggunakan harga penutupan pada Jumat (18/10/2024) di level Rp 7.175/saham, maka total nilai transaksi sebesar Rp 509 miliar,” jelas Theodorus dalam ulasannya Senin (21/10/2024) siang.

Berpotensi Volatil

Di sisi lain, lanjutnya, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mengalami penurunan bobot dari 0,16% menjadi 0%, dengan total net sell sebanyak 103,5 juta saham. Dengan asumsi harga penjualan menggunakan harga penutupan pada Jumat (18/10/2024) di level Rp 1.145/saham, maka total transaksi mencapai Rp 118 miliar.

“Perubahan bobot ICLN dan INRG mengacu pada S&P Global Clean Energy Index,” ungkap Theodorus.

Dalam waktu dekat, ia menambahkan, terdapat rebalancing MSCI pada November 2024 dan FTSE pada Desember 2024.

“Harga saham Barito Renewables (BREN) berpotensi volatil menjelang rebalancing seiring ekspektasi sebagian pelaku pasar bahwa perseroan akan masuk ke dalam salah satu atau kedua indeks tersebut,” pungkasnya.



Berita ini dikutip dari : Investor Daily
Penulis : Thresa Sandra Desfika
22 Okt 2024 | 12:10 WIB

Kamis, 17 Oktober 2024

Saham Loncat, Barito Renewables (BREN) Punya Jadwal Ini Pekan Depan


JAKARTA, investor.id - Saham emiten Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) loncat  5,09% ke Rp 7.225 per akhir sesi I pedagangan 17 Oktober 2024.

Saham Barito Renewables laris dengan 27,94 juta saham ditransaksikan, frekuensi 13.977 kali, dan nilai transaksi Rp 196,81 miliar.

Saham emiten Prajogo Pangestu, Barito Renewables Energy (BREN) juga naik 4,96% pada perdagangan 16 Oktober 2024 kemarin. Sebanyak 26,1 juta saham Barito Renewables ditransaksikan, frekuensi 10.619 kali, dan nilai transaksi Rp 177,04 miliar.

Saham Barito Renewables diakumulasi kemarin. Broker Mandiri Sekuritas mencatatkan net buy saham BREN hingga Rp 57,6 miliar. Asing pun banyak tergiur saham emiten energi terbarukan ini kemarin. Di mana asing membukukan net buy Rp 62,9 miliar.


Public Expose

Sementara itu, Barito Renewables Energy (BREN) dijadwalkan menggelar public expose tahunan pada 24 Oktober 2024 pekan depan.

Agendanya adalah paparan kinerja keuangan dan operasional BREN. “Kami sampaikan rencana PT Barito Renewables Energy Tbk untuk menyelenggarakan public expose tahunan yang akan dilaksanakan secara elektronik,” ungkap Direktur dan Sekretaris Perusahaan BREN Merly dalam keterbukaan informasi, baru-baru ini.

Sebelumnya, dalam siaran pers 3 Oktober 2024 diungkapkan bahwa Prajogo Pangestu, chairman Grup Barito Pacific menambah kepemilikan saham Barito Renewables Energy (BREN).

Hal ini dilatarbelakangi oleh kepercayaan dan keyakinan Prajogo Pangestu pada perusahaan dan keinginan untuk terus mendukung Indonesia mencapai net zero emission.

“Bapak Prajogo menambah kepemilikan saham sebanyak 26.611.600 lembar yang dilakukan pada tanggal 2 dan 3 Oktober 2024,” ungkap Direktur dan Corporate Secretary BREN, Merly.

“Bapak Prajogo senantiasa memberikan dukungan kepada perusahaan untuk melaksanakan ekspansi dan pengembangan usahanya. Barito Renewables memiliki komitmen kuat untuk terus menggarap sektor energi baru terbarukan. Oleh karena itu, kami tetap optimis atas kontribusi yang dapat dipersembahkan perusahaan untuk Indonesia,” tutup Merly.



Berita ini dikutip dari : Investor Daily
Penulis : Thresa Sandra Desfika
17 Okt 2024 | 13:00 WIB

Rabu, 09 Oktober 2024

Prajogo Borong Rp181 M Saham BREN, BEI Peringatkan Ini


Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) menanggapi aksi Chairman Grup Barito Pacific Prajogo Pangestu yang belakangan memborong saham perusahaannya dengan nilai yang besar. Padahal, BREN sempat disorot usai tidak memenuhi syarat free float indeks FTSE.

Sebagai informasi, Prajogo meningkatkan kepemilikan di PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) dengan membeli 26,6 juta lembar saham atau senilai Rp 181 miliar.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi pembelian tersebut dilakukan sebanyak dua kali yaitu pada tanggal 2 Oktober 2024 yang sebanyak 16.712.500 saham dengan harga rata-rata Rp 6.776. Sehingga Ia merogoh kocek senilai Rp 113,24 miliar.

Selanjutnya, pada 3 Oktober 2024 sebanyak 9.899.100 saham dengan harga rata-rata Rp 6.845 atau senilai Rp 67,76 miliar.

Alasannya memborong saham karena kepercayaan dan keyakinannya pada perusahaan dan keinginan untuk terus mendukung Indonesia mencapai net zero emission.

Menanggapi hal ini, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna tak menampik aksi tersebut mengurangi jumlah saham yang beredar atau free float pada emiten energi terbarukan tersebut. Namun, ia mengatakan bahwa setiap pemilik saham memiliki hak untuk membeli saham-saham miliknya.

"Kan nanti ada proses mereka juga akan melakukan penjualan," kata Nyoman saat ditemui wartawan wartawan di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, dikutip Rabu (9/10/2024).

Terlepas dari hak tersebut, perseroan wajib bertanggung jawab untuk mencatat dan memantau kepemilikan saham di perusahaannya melalui Sekretaris Korporasi. Hal ini diperlukan agar BEI bisa memeriksa apakah perusahaan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

"Pada saat itu dia juga akan mengambil tindakan untuk memastikan perusahaannya itu memenuhi free float," kata dia.

Sekadar mengingatkan, akhir bulan lalu saham BREN sempat terkoreksi signifikan usai tak jadi masuk dan malah dikeluarkan dari indeks ternama global FTSE Global Equity Series - Large Cap. Saham BREN digadang-gadang akan masuk ke dalam indeks FTSE Global Equity Series - Large Cap yang akan berlaku per 20 September 2024 dan efektif pada 23 September 2024, namun akhirnya dibatalkan.

Melalui pengumuman resmi FTSE Russel pada Kamis (19/9/2024), saham BREN dikeluarkan lantaran tidak memenuhi persyaratan free float. Dalam pernyataan FTSE, mereka menjelaskan ada empat pemegang saham yang mengendalikan 97% dari total saham yang diterbitkan.

Imbas ditendang dari FTSE, saham BREN ambruk 40% dalam kurun waktu tujuh hari perdagangan dari Rp 11.025 per saham pada 19 September 2024 menjadi Rp 6.600 pada 30 September 2024.



Berita ini dikutip dari : CNBC
Mentari Puspadini, CNBC Indonesia
09 October 2024 08:55