Super Kawaii Cute Cat Kaoani
Tampilkan postingan dengan label HGII. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HGII. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Januari 2025

IHSG Sesi I Menguat, Saham BRRC-HGII Bertahan di Pucuk Top Gainers

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat. Indeks naik tipis 0,04 persen atau 3,02 poin ke level 7.083 pada sesi I perdagangan Kamis (9/1/2025).

Siang ini, total volume saham yang diperdagangkan sebanyak 9,69 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp4,13 triliun, dan ditransaksikan sebanyak 736.180 kali. 

Sebanyak 252 saham harganya naik, 319 saham harganya turun, dan 213 saham lain harganya stagnan.

Sektor industri naik 0,82 persen, sektor bahan baku naik 0,63 persen, sektor infrastruktur naik 0,39 persen dan sektor properti naik 0,14 persen. 

Sedangkan sektor energi 0,38 persen, sektor non siklikal turun 0,34 persen, sektor siklikal turun 0,30 persen, sektor kesehatan turun 0,24 persen, sektor keuangan turun 0,20 persen, sektor transportasi turun 0,05 persen, dan sektor teknologi turun 0,04 persen.

Adapun, tiga saham yang menempati posisi top gainers yaitu PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC) naik 23,81 persen ke Rp260, PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) naik 22,03 persen ke Rp216, dan PT Hero Global Investment Tbk (HGII) naik 18,00 persen ke Rp236.

Sedangkan, tiga saham yang menempati posisi top losers yaitu PT Lini Imaji Kreasi Ekosistem Tbk (FUTR) turun 19,85 persen ke Rp109, PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) turun 1,04 persen ke Rp112, dan PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) turun 14,69 persen ke Rp1.365.

Lalu, tiga saham yang teraktif diperdagangkan hingga sesi I ini adalah, PT Hero Global Investment Tbk (HGII), PT Kentanix Supra International Tbk (KSIX), dan PT Petrosea Tbk (PTRO).

(Fiki Ariyanti)




Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, Cahya Puteri Abdi Rabbi 09/01/2025 12:25 WIB

Selasa, 07 Januari 2025

Gandeng Shikoku Electric, Simak Rencana Ekspansi EBT Hero Global (HGII) Usai IPO

Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID JAKARTA. PT Hero Global Investment Tbk (HGII) akan menutup masa penawaran umum (offering) pada hari ini, Selasa (7/1). Setelah mencatatkan saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI), HGII akan mengembangkan energi baru & terbarukan (EBT) dengan dukungan dari perusahaan energi asal Jepang.

Perusahaan asal Jepang tersebut adalah Shikoku Electric Power Co. Inc. alias Yonden. Pasalnya, pemegang saham pendiri HGII dan Yonden telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat. 

Yonden akan mengakuisisi 25% saham HGII setelah penawaran umum perdana saham alias Initial Public Offering (IPO).

Presiden Direktur Hero Global Investment Robin Sunyoto mengungkapkan kolaborasi dengan Yonden  memberikan peluang besar bagi HGII untuk mempercepat pertumbuhan EBT. Dukungan teknis dan pengalaman Yonden dalam konstruksi, operasi dan pemeliharaan (operation and maintenance) pembangkit listrik, akan memperkuat kemampuan HGII dalam memastikan kinerja pembangkit yang stabil dan efisien.

"Pasca IPO, kami akan memiliki strategic partner yaitu Shikoku Electric Power dan bersama-sama kami akan menggabungkan sumer daya untuk mengembangkan EBT di Indonesia," ungkap Robin dalam siaran tertulis yang diterima Kontan.co.id, Senin (6/1).

Sebagai informasi, Shikoku Electric Power (Yonden) tercatat di Tokyo Stock Exchange dengan kode saham TYO:9507. Berdiri pada tahun 1951, Yonden merupakan penyedia listrik yang membangkitkan dan menjual listrik di wilayah Shikoku, Jepang. 

Yonden memiliki portofolio pembangkit listrik sebesar 5.332 Megawatt (MW) yang bersumber dari hidro, thermal, nuklir dan surya. 

Berdasarkan laporan per 31 Maret 2024, Yonden memiliki total aset sebesar JPY 1,62 triliun atau sekitar Rp 167 triliun, serta operating revenue sebesar JPY 787,40 miliar atau sekitar Rp 81 triliun. 

Yonden juga telah melakukan investasi di perusahaan energi mancanegara lainnya. Seperti Oman, Qatar, Chile, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Saudi Arabia, Myanmar serta Vietnam. Adapun, pelaksanaan akuisisi 25% saham HGII akan menjadi investasi pertama Yonden di Indonesia.

Sebagai catatan, para pemegang saham pendiri akan tetap sebagai pengendali HGII dalam komposisi saham pasca IPO. Para pemegang saham pendiri menguasai 55% saham HGII. Yonden menggenggam 25% saham, dan 20% menjadi kepemilikan publik. 

Rencana HGII Pasca IPO

HGII akan ekspansi proyek pembangkit listrik EBT melalui dana yang terhimpun dari IPO. Dalam aksi ini, HGII melepas sebanyak 1,3 miliar saham atau mewakili sebanyak 20% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO, dengan nilai nomial Rp 25 setiap saham.

HGII mematok harga penawaran sebesar Rp 200 per saham, dalam masa penawaran umum yang berlangsung pada 3 Januari - 7 Januari 2025. Jadwal listing HGII di BEI akan berlangsung pada 9 Januari 2025.

Melalui IPO ini, HGII akan menghimpun dana segar sebesar Rp 260 miliar. Dana itu terutama akan digunakan HGII untuk ekspansi pembangkit EBT dengan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 25 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) berkapasitas 10 MW. 

Kedua proyek pembangkit tersebut berlokasi di Sumatera Utara. Proyek PLTA 25 MW dan PLTM 10 MW tersebut dijadwalkan memulai konstruksi pada tahun 2026, dan beroperasi secara komersial pada tahun 2028.

Selanjutnya, HGII akan meneruskan ekspansi ke berbagai sumber EBT. Tidak hanya tenaga hidro, tapi juga sumber biomassa, biogas, dan surya. HGII menargetkan total pengelolaan pembangkit hijau bisa mencapai 100 MW pada tahun 2031.

HGII turut melihat peluang ekspansi EBT dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) 2024 -2034 yang sedang dalam tahap finalisasi. Dalam RUPTL tersebut, PLN dikabarkan berencana menambah kapasitas listrik Indonesia sebesar 71.000 MW, yang sebagian besar tambahan berasal dari sumber EBT.

RUPTL tersebut menitikberatkan pada pencapaian target bauran energi bersih menuju net zero emission pada tahun 2060. "HGII siap mendukung pemerintah dan PLN dalam mencapai target penambahan kapasitas listrik terutama dari EBT yang selaras dengan RUPTL baru," tandas Robin.





Berita ini dikutip dari : Kontan Investasi
Selasa, 07 Januari 2025 / 09:29 WIB

Jumat, 20 Desember 2024

Hero Global Investment (HGII) Kedatangan Investor Jepang Jelang IPO

IDXChannel - Perusahaan holding energi terbarukan PT Hero Global Investment Tbk (HGII) siap memulai gelaran penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Saat ini, HGII telah memasuki masa bookbuilding atau penawaran awal, dengan rentang harga di kisaran Rp200-Rp230 per saham, menurut laman e-IPO, diakses Jumat (22/12/2024).

Menjelang penawaran perdana, manajemen HGII mengumumkan kedatangan investor Jepang, yakni Shikoku Electric Power Company, Inc (Yonden). 

Yonden merupakan emiten yang tercatat di Tokyo Stock Exchange dengan kode saham TYO:9507, yang bergerak di bidang pembangkitan sekaligus penjualan listrik di wilayah Shikoku, Jepang. 

Presiden Direktur HGII, Robin Sunyoto mengatakan, perseroan dan Yonden menjalin kemitraan strategis untuk mendukung pengembangan EBT di Indonesia.

“Kolaborasi dengan Yonden memberikan peluang besar bagi HGII mempercepat pertumbuhan energi terbarukan di Indonesia,” kata Robin dalam keterangan resmi, Jumat (20/12).

Yonden, melalui entitas anaknya, SEP International Netherlands B.V (SEPI) juga telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan pengendali HGII pada 8 November 2024.

Robin menuturkan, SEPI berencana bergabung menjadi salah satu pemegang saham HGII melalui transaksi jual beli sebagian saham milik Pemegang Saham Pengendali, paling lambat satu bulan setelah HGII listing di Bursa Efek Indonesia. 

Setelah transaksi tersebut, pengendali HGII tetap memiliki pengendalian atas HGII dengan kepemilikan mayoritas sebesar 55 persen, dan SEPI sebesar 25 persen.

“Struktur kepemilikan saham ini mencerminkan komitmen bersama dari kedua belah pihak untuk menggabungkan kekuatan dalam mengembangkan HGII di sektor energi terbarukan di Indonesia,” kata Robin.

Sesuai indikasi jadwal, periode bookbuilding HGII berlangsung sejak 18-23 Desember 2024. Sementara masa IPO dimulai pada 3-7 Januari 2025, dengan pencatatan perdana pada 9 Januari 2025.

HGII telah menunjuk dua penjamin pelaksana emisi efek, yakni PT OCBC Sekuritas Indonesia, dan PT UOB Kay Hian Sekuritas.

(Fiki Ariyanti)




Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, Dinar Fitra Maghiszha 20/12/2024 13:55 WIB

Rabu, 18 Desember 2024

Mau IPO, Hero Global Investment (HGII) Tawarkan Saham Rp200-Rp230

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan holding di bidang energi baru terbarukan, PT Hero Global Investment Tbk. (HGII) akan melepas sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO).

Mengutip prospektusnya, HGII akan melepas sebanyak 1,3 miliar saham biasa atau setara dengan 20% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai nominal Rp25 per saham.

Harga yang ditawarkan kepada masyarakat Rp200 hingga Rp230 per saham, sehingga nantinya HGII akan mendapatkan dana segar sebanyak-banyaknya Rp299 miliar.

Untuk memuluskan aksi korporasi ini, HGII menunjuk PT OCBC Sekiritas Indonesia dan PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin dan pelaksana emisi efek.

Rencana dana perolehan dana IPO setelah dikurangi biaya-biaya emisi seluruhnya, sekitar 66% akan digunakan untuk melakukan setoran modal kepada entitas anak, yaitu PT Siantar Sitanduk Energi (SSE), dan kemudian akan digunakan oleh SSE sebagai belanja modal dan sebagai modal kerja.

Selanjutnya, sekitar 31% akan digunakan oleh Perseroan, untuk melakukan setoran modal kepada anak usaha, yaitu PT Multiprima Hidro Energi (MHE), dan kemudian akan digunakan oleh MHE sebagai belanja modal dan sebagai modal kerja.

Sisanya, yang sebesar 3% akan digunakan sebagai modal kerja Perseroan dalam rangka mendukung kegiatan usaha utama Grup Perseroan untuk pembayaran biaya operasional Perseroan, termasuk dan tidak terbatas untuk mendukung kegiatan eksplorasi sampai dengan biaya studi awal (pre-feasibility study) sehubungan dengan penentuan investasi dalam proyek Energi Baru Terbarukan (EBT) tenaga air maupun EBT lainnya (seperti biomassa, biogas maupun surya).

Adapun Hero Global Investment dikendalikan oleh tiga orang, yakni Hendriarto Thamrin (33%), Rudy Chandra (34%), dan Robert Njo (33%). Apabila  seluruh saham IPO saham para pengendali akan terdilusi menjadi Hendriarto (26,4%), Rudy (27,2%), dan Robert (26,4%).

Jadwal IPO HGII

Masa penawaran awal: 18-23 Desember 2024
Perkiraan tanggal efektif: 31 Desember 2024
Perkiraan masa penawaran umum: 3-7 Januari 2025
Perkiraan tanggal penjatahan: 7 Januari 2025
Perkiraan tanggal distribusi saham secara elektronik: 8 Januari 2025
Perkiraan tanggal pencatatan pada Bursa Efek Indonesia: 9 Januari 2025



Berita ini dikutip dari : CNBC
Romys Binekasri, CNBC Indonesia
18 December 2024 12:20