Super Kawaii Cute Cat Kaoani
Tampilkan postingan dengan label EMTK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EMTK. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Desember 2024

Usai Bukalapak (BUKA), Giliran Emtek (EMTK) Tambah Saham di Surya Citra (SCMA)

JAKARTA, investortrust.id –   PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) atau Emtek, emiten yang dikendalikan Eddy K Sariaatmadja, membeli sebanyak 100 juta saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA).

 

Manajemen EMTK dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (12/12/2024), menyebutkan bahwa sebanyak 100 juta atau 0,14% saham SCMA dibeli Emtek (EMTK) dengan harga pelaksanaan Rp 180 per saham, sehingga nilai setara dengan Rp 18 miliar.


“Pembelian tersebut bertujuan untuk investasi dengan kepemilikan saham langsung. Pembelian tersebut menjadikan total saham SCMA yang dikuasai EMTK bertambah dari semula 61,18% menjadi 61,32% saham,” tulis penguman resmi tersebut.

 

Sebelumnya, Emtek (EMTK) juga telah menambah kepemilikan saham di PT Bukalapak.com Tbk (BUKA). Emtem mebeli sebanyak  9,83 miliar saham BUKA. Aksi ini memperkokoh posisi EMTK sebagai pengendali BUKA dengan kepemilikan 35% saham BUKA. 


Emtek menggelontorkan dana senilai Rp 1,17 triliun. Nilai transaksi ini didasarkan dengan harga pembelian Rp 120 per saham. Pembelian tersebut menjadikan total saham BUKA yang dikuasai EMTK bertambah dari semula hanya 0,82% menjadi 10,36% saham.

 

Emtek (EMTK) juga telah tercatat sebagai pengendali saham BUKA. Emtek melalui anak usahanya PT Kreatif Media Karya merupakan pengendali dan pemegang sebanyak 24,62% saham BUKA hingga akhir September 2024. Dengan pembelian hari ini, totaln saham BUKA yang dikendalikan dan dipegang EMTK dan anak usahanya bertambah menjadi 34,98%.

 

 

Grafik Saham EMTK dan SCMA

 

 




Berita ini dikutip dari : Investortrust.id
Editor | Parluhutan SitumorangKamis, 12 Desember 2024 pukul 10.22

Kamis, 10 Oktober 2024

Elang Mahkota (EMTK) Borong Saham Bukalapak (BUKA) Rp 1,17 T


Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) mengungkapkan, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk, (EMTK), selaku pengendali dari PT Kreatif Media Karya yang merupakan pemegang saham utama Perseroan menambah kepemilikannya sebesar 9,8 miliar saham.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi tersebut dilakukan pada tanggal 9 Oktober 2024.

Emtek telah melakukan transaksi pembelian saham Perseroan secara langsung sebanyak 9.831.706.040 saham yang mewakili 9,54% dari total saham yang ditempatkan dan disetor pada Perseroan.

"EMTEK semula memiliki 0,82% (850 juta lembar) saham Perseroan menjadi 10,36% saham Perseroan," tulis manajemen, Kamis (10/10).

Selain itu, manajemen juga menyebut bahwa pihaknya tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk rencana korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatan saham Perseroan di Bursa.

Dalam keterbukaan informasi EMTK juga disebutkan harga pembelian per saham Rp 120 per saham dengan total nilai pembelian Rp 1,17 triliun.

Adapun tujuan transaksi untuk investasi jangka panjang.

Sebelumnya, ada transaksi crossing saham BUKA di harga diskon yang kontras dengan tiga transaksi sebelumnya. Tercatat ada lima kali transaksi dengan total volume pembelian 98,31 juta lot di harga Rp120 per lembar atau diskon hingga 13,66%. Secara total transaksi nego di harga murah ini mencapai Rp1,17 triliun.

Sementara total transaksi nego dari delapan transaksi di harga diskon sampai premium pada hari ini di saham BUKA mencapai Rp2,08 triliun.

Banyaknya minat pelaku pasar terhadap saham BUKA ini terjadi setelah mencuat rumor e-commerce China, Temu untuk mengakuisisi sebagai strategi masuk ke pasar Indonesia lantaran mendapat penolakan dari pemerintah.

Pemerintah mengklaim bahwa adanya aplikasi Temu potensi merusak dan mengancam ekosistem UMKM dalam negeri seiring semakin banyaknya barang China yang masuk.

Oleh karena itu, mengakuisisi Bukalapak dinilai menjadi cara yang paling logis untuk masuk ke pasar Indonesia, mengikuti langkah pendahulunya Tiktok shop dengan Tokopedia.


Berita ini dikutip dari : CNBC
Romys Binekasri, CNBC Indonesia
10 October 2024 11:10