Super Kawaii Cute Cat Kaoani
Tampilkan postingan dengan label ABMM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ABMM. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Desember 2024

Laba per Sahamnya Rp 800-an, Saham Ini Diskon Besar, Diborong Lo Kheng Hong

JAKARTA, investor.id - Saham emiten energi di sektor batu bara jagoan Lo Kheng Hong, PT ABM Investama Tbk (ABMM) ikut memerah minus 0,87% ke Rp 3.400 per akhir sesi I perdagangan 19 Desember 2024.

Sebanyak 963,30 ribu saham ABM Investama (ABMM) ditransaksikan, frekuensi 621 kali, dan nilai transaksi Rp 3,26 miliar.

Saham ABMM selalu memerah sejak perdagangan 12-18 Desember kemarin. Dan kini merahnya berlanjut hingga sesi I 19 Desember.

Secara valuasi saham ABMM makin murah. Rasio price to book value (PBV) ABMM di 0,75 kali undervalue. Dan price earning ratio (PER) 4,14 kali (annualized). Adapun laba per saham ABMM Rp 821,02/saham (annualized) dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 9,36 triliun.

Diborong Lo Kheng Hong

Sementara itu, berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), kepemilikan Lo Kheng Hong atas saham ABM Investama (ABMM) bertambah 26.000 saham menjadi 149.626.700 saham per 17 Desember 2024.

Dari sebelumnya investor kawakan Lo Kheng Hong menggenggam sejumlah 149.600.500 saham ABMM per 16 Desember 2024.

Emiten batu bara pilihan Lo Kheng Hong, ABM Investama (ABMM) membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk US$ 111,94 juta atau sekitar Rp 1,69 triliun sepanjang 9 bulan 2024.

Angka laba bersih ABM Investama (ABMM) tersebut melemah dibandingkan US$ 225,77 juta pada periode yang sama tahun 2023.

Untuk kuartal III-2024 saja, berdasarkan data yang diungkap pada Stockbit Sekuritas, laba bersih ABMM hanya Rp 199 miliar. Lebih kecil dibandingkan kuartal II-2024 yang berjumlah Rp 693 miliar.





Berita ini dikutip dari : Investor Daily
Penulis : Thresa Sandra Desfika
19 Des 2024 | 13:08 WIB

Jumat, 08 November 2024

Lo Kheng Hong (LKH) Borong 1,42 Juta Saham ABMM

IDXChannel – Investor kondang Lo Kheng Hong (LKH) meningkatkan kepemilikan saham di PT ABM Investama Tbk (ABMM), usai perusahaan merilis laporan keuangan teranyar.

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Lo Kheng Hong membeli 1,42 juta saham ABMM pada 6 November 2024.

Saat ini, Lo Kheng Hong sudah menggenggam 148,97 juta saham ABMM. Jumlah tersebut setara dengan 5,41 persen dari total saham yang dikeluarkan perseroan.

Sebelumnya, pada 5 November 2024, Lo Kheng Hong membeli 30 ribu saham ABMM.

Selama tahun ini, yang dimulai sejak April 2024, Lo Kheng Hong sudah menambah kepemilikan atas saham ABMM sebanyak 28 kali.

Sebagai informasi, pada awal April lalu, nama Lo Kheng Hong resmi masuk ke dalam daftar pemegang saham di atas 5 persen di ABMM.

Rapor Keuangan ABMM

Menurut laporan keuangan teranyar, yang terbit pada 31 Oktober 2024, ABMM mencatatkan laba bersih USD111,94 juta selama periode 9 bulan 2024 atau hingga akhir kuartal III-2024.

Angka tersebut turun 50,4 persen secara tahunan (YoY) dibandingkan laba bersih periode yang sama di 2023 yang sebesar USD225,77 juta.

Penurunan laba bersih ABMM seiring merosotnya pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar 21,2 persen YoY, yakni dari USD1,13 miliar pada 9 bulan di 2023 menjadi USD893,52 juta hingga kuartal III-2024.

The Next UNTR?

Lo Kheng Hong mengaku membeli saham emiten batu bara tersebut sedikit demi sedikit semenjak sekitar 3 tahun silam.

“Saya membeli [saham ABMM] dengan mencicil dari 2021,” ujar Lo Kheng Hong saat dihubungi IDXChannel.com, pada 4 April 2024.

Kala itu, saat ditanya mengenai alasan dirinya terus mengakumulasi saham ABMM, LKH menyebut, hal tersebut karena dia percaya bahwa batu bara masih sangat dibutuhkan di masa depan.

Bahkan, Pak Lo, demikian dia akrab disapa, berharap saham ABMM bisa mengikuti jejak PT United Tractors Tbk (UNTR).

“Harapan saya ke depan, semoga ABMM bisa menjadi seperti UNTR,” katanya.

Maklum, Lo Kheng Hong memiliki memori indah bersama UNTR, yang notabene merupakan anak usaha dari PT Astra International Tbk (ASII).

Singkat kisah, dikutip dari penjelasan di website lukassetiaatmaja.com (30 Mei 2019), LKH sempat membeli UNTR pada 1998 saat Bursa Efek Jakarta (sebelum berubah menjadi Bursa Efek Indonesia [BEI]) rontok (crash) waktu itu.

Pria yang sempat bekerja di sebuah bank tersebut mulanya membeli UNTR di harga Rp250 per saham dengan modal waktu itu Rp1,5 miliar.

Berkat kesabaran dan keyakinan tingginya, LKH berhasil meraup keuntungan hingga 5.900 persen atau Rp90 miliar di UNTR saat dirinya menjual saham tersebut di harga Rp15.000 per saham pada 2004. (Aldo Fernando)



Berita ini dikutip dari : IDX Channel
Market news, Aldo Fernando 08/11/2024 11:08 WIB

Selasa, 01 Oktober 2024

Saham Energi Ini Lagi Banyak Dilepas, Harga Makin Murah, Favorit Lo Kheng Hong


JAKARTA, investor.id - Saham emiten energi portofolio Lo Kheng Hong, PT ABM Investama Tbk (ABMM) kembali memerah pada sesi I perdagangan 1 Oktober 2024 ini.

Di akhir sesi I, saham ABM Investama diparkir 3,76% ke Rp 4.100. Dan sempat menyentuh Rp 4.050 yang merupakan level terendah saham ABMM dalam sebulan terakhir.

Sebanyak 11,52 juta saham ABMM ditransaksikan, frekuensi 4.169 kali, dan nilai transaksi Rp 47,65 miliar.

Rasio price to book value (PBV) ABMM jadi 0,87 kali dan price earning ratio (PER) 3,77 kali. Nilai kapitalisasi ABMM Rp 11,28 triliun.

Saham emiten portofolio Lo Kheng Hong ini juga anjlok pada perdagangan 30 September kemarin hingga -6,58%.

Saham ABMM banyak dilepas kemarin. Di mana broker JP Morgan Sekuritas mencatatkan net sell saham ABM Investama Rp 10,5 miliar, dan UBS Sekuritas Indonesia net sell Rp 5,2 miliar.

Asing juga mencatatkan net sell saham ABM Investama Rp 20,2 miliar.

Sebagai informasi, investor kawakan Lo Kheng Hong tercatat menggenggam 5,35% saham ABMM per 31 Agustus 2024.

Laba

Saham emiten energi portofolio Lo Kheng Hong, ABM Investama (ABMM) jatuh setelah perseroan merilis laporan keuangan (lapkeu) semester I-2024 yang diaudit.

ABM Investama membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk US$ 91,24 juta sepanjang paruh pertama tahun 2024 (atau sekitar Rp 1,49 triliun, berdasarkan kurs yang tercantum dalam laporan keuangan ABMM).

Angka laba bersih emiten jagoan Lo Kheng Hong ABM Investama (ABMM) di semester I-2024 itu anjlok 51% dibandingkan US$ 188,52 juta pada semester I-2023.

Alhasil laba per saham per periode 30 Juni 2024 tinggal 0,03314. Sedangkan di periode yang sama tahun lalu labanya US$ 0,06848 per saham.

Jatuhnya laba ABMM dipicu oleh penurunan pendapatan jadi US$ 573,9 juta pada semester I-2024. Menyusut sekitar 25% dibandingkan US$ 763,18 juta pada enam bulan pertama 2023.



Berita ini dikutip dari : Investor Daily
Penulis : Thresa Sandra Desfika
1 Okt 2024 | 12:39 WIB