Super Kawaii Cute Cat Kaoani

Kamis, 12 Desember 2024

Saham Bagus, Murah & Dividen Besar, Katanya Bakal Begini

JAKARTA, investor.id - Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI naik 0,46% ke Rp 4.380 pada perdagangan 11 Desember 2024 kemarin.

Sebanyak 203,98 juta saham BRI ditransaksikan, frekuensi 39.519 kali, dan nilai transaksi Rp 896,91 miliar.

Kemarin asing membukukan nilai transaksi jual total BBRI Rp 523 miliar, dengan net sell sebesar Rp 225 miliar.

CGS International Sekuritas dalam ulasannya untuk perdagangan 12 Desember 2024 ini menyebut ada potensi kenaikan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI).

Broker tersebut merekomendasikan BBRI spec buy dengan support 4.300. Cut loss jika break di bawah 4.220.

“Jika tidak break di bawah 4.300 potensi naik 4.460-4.540 short term,” sebut CGS International Sekuritas dalam ulasannya.

Di sisi lain, saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI diburu investor. Per 29 November 2024, jumlah pemegang sahamnya menjadi 615.061 pihak. Angka tersebut melonjak 28.935 pihak dari posisi di akhir Oktober 2024 yang saat itu masih berjumlah 586.126 pemegang saham BRI (BBRI).

Sepanjang November 2024 sendiri, saham Bank Rakyat Indonesia cenderung mengalami pelemahan. Di 31 Oktober, harga saham BBRI Rp 4.800. Dan di penutupan 29 November 2024 harganya menjadi 4.250. Artinya melemah 11,45%.

Stockbit Sekuritas sebelumnya sempat mengungkapkan bahwa harga saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI sedang menawarkan entry point yang menarik, terutama untuk investasi dengan jangka waktu yang lebih long term meski masih sulit untuk memprediksi kapan foreign outflow akan mereda ataupun valuasi mencapai titik bottom-nya.

Dividen dan Target Harga

“Pandangan kami tersebut didasarkan oleh valuasi BRI (BBRI) saat ini yang hampir menyentuh level terendahnya dalam 10 tahun terakhir (di luar periode pandemi), perbaikan pada fundamental, dan dividend yield sudah cukup menarik dengan hampir menyentuh level 8%,” jelas Investment Analyst Lead Stockbit, Rahmanto Tyas Raharja dalam ulasannya pada 25 November 2024.

Ia melanjutkan, manajemen BBRI mengisyaratkan bahwa perseroan berada di posisi yang cukup kuat untuk meningkatkan dividend payout ratio hingga 85% atau lebih (vs. 2023: 80%), bergantung pada persetujuan pemegang saham. Dividen tersebut tentu besarnya bukan main.

Jika BRI (BBRI) dapat mencapai laba bersih FY24F sebesar Rp 61 triliun sesuai ekspektasi konsensus, maka dividend payout sebesar 85% setara dengan dividend yield sebesar 7,8% berdasarkan harga Rp 4.400/saham per penutupan bursa 22 November 2024.

Sementara itu, Mandiri Sekuritas dalam Mansek Universe pada 4 Desember 2024 merekomendasikan beli saham BBRI dengan target harga Rp 6.000.





Berita ini dikutip dari : Investor Daily
Penulis : Thresa Sandra Desfika
12 Des 2024 | 07:47 WIB

0 comments:

Posting Komentar