Super Kawaii Cute Cat Kaoani

Selasa, 08 Oktober 2024

Investor Kecewa Stimulus China, Rupiah Menguat Tipis Siang Ini


Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah berbalik menguat mengakhiri sesi pertama perdagangan siang hari ini. Di pasar spot Asia, rupiah keluar sebagai mata uang kawasan yang menguat terbesar sampai siang ini.

Mengacu data Bloomberg, nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat 0,16% ke level Rp15.655/US$. Rupiah bahkan sempat menyentuh level Rp15.625/US$ pada pulul 10:47 WIB tadi. Di kawasan Asia, rupiah menjadi valuta dengan penguatan terbesar siang ini, di belakangnya menyusul yuan offshore 0,08% dan dolar Singapura serta rupee India masing-masing menguat 0,05% dan 0,03%.

Sementara mata uang Asia lain seperti yuan Tiongkok, won Korsel, baht dan ringgit masih melemah. Begitu juga dolar Taiwan dan dolar Hong Kong serta peso Filipina.

Penguatan tipis rupiah berlangsung ketika IHSG bangkit menguat pada sesi pertama, dengan kenaikan 0,37%. Sementara di pasar surat utang, tekanan jual masih marak. Mayoritas tenor Surat Berharga Negara (SBN) mencatat kenaikan yield atau tingkat imbal hasil. 

Yield SBN-2Y naik 4,6 bps ke level 6,27%, sedangkan yield SBN-5y ke level 6,52% dan SBN-10Y naik 4,4 bps ke level 6,75%. 

Bank Indonesia hari ini merilis hasil Survei Konsumen terbaru di mana Indeks Keyakinan Konsumen turun tipis dari 124,4 menjadi 123,5 pada September. 

Kementerian Keuangan juga menggelar lelang Sukuk Negara (SBSN) sejak pagi tadi dengan target perolehan Rp8 triliun.

Konferensi pers yang digelar otoritas China pagi tadi agak mengecewakan pasar karena tidak ada stimulus baru yang diumumkan. Hal itu mengerem reli harga yang terjadi di pasar saham Tiongkok. Sebaliknya, itu mungkin menjadi kabar baik bagi emerging market lain seperti Indonesia.

Pejabat di Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC), lembaga perencanaan ekonomi negara tersebut, mengungkapkan hari ini, bahwa mereka akan mempercepat pengeluaran sambil sebagian besar mengulangi rencana untuk meningkatkan investasi serta meningkatkan dukungan langsung untuk kelompok berpenghasilan rendah dan lulusan baru.

Mereka menambahkan bahwa China akan terus menerbitkan obligasi negara ultra-panjang tahun depan untuk mendukung proyek-proyek utama dan memajukan investasi sebesar 100 miliar yuan di bidang strategis yang awalnya dianggarkan untuk tahun 2025 ke tahun ini.

"Kami sepenuhnya percaya diri dalam mencapai target pembangunan ekonomi dan sosial tahunan," kata Zheng Shanjie, ketua NDRC, kepada wartawan dalam pengarahan pemerintah pertama setelah liburan nasional selama seminggu. Dia mencatat bahwa China menghadapi lingkungan yang lebih kompleks baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Indeks saham di Tiongkok yang dibuka naik double digit tadi pagi, kini memangkas kenaikan dengan indeks CSI 300 siang ini mencatat kenaikan 5,31%, lalu indeks Shanghai naik 4,27% serta Shenzhen naik 6,98%.



Berita ini dikutip dari : Bloombergtechnoz.com
Tim Riset Bloomberg Technoz
08 October 2024 12:37

0 comments:

Posting Komentar