Super Kawaii Cute Cat Kaoani

Selasa, 08 Oktober 2024

Bank Asing Jual Dolar AS Rp16.000/US$


Bloomberg Technoz, Jakarta - Kejatuhan nilai rupiah sejak awal pekan lalu hingga kini bertahan di kisaran Rp15.600-an, telah memicu perbankan mengerek kurs jual dolar Amerika Serikat (AS) di perbankan di Tanah Air.

Bank-bank asing bahkan beberapa di antaranya telah menetapkan kurs jual dolar AS, yakni harga yang menjadi acuan bila nasabah ingin membeli dolar AS di bank tersebut, di level lebih dari Rp16.000.

Menilik publikasi di website resmi perbankan, bank asing HSBC Indonesia menetapkan kurs jual dolar AS pada Selasa (8/10/2024), di harga Rp16.015 untuk transaksi bank notes (uang kertas). Sedangkan kurs beli ditetapkan di level Rp15.415. Adapun untuk kurs transaksi transfer, harga dolar AS dijual Rp15.940. Kurs beli transaksi transfer di HSBC Indonesia, ditetapkan sebesar Rp15.490. 

Bank asing lain yakni Bank UOB Indonesia menetapkan harga jual dolar AS yang juga mahal, yakni di Rp15.917 dan kurs beli di Rp15.429. 

Bank-bank swasta dan BUMN lain membanderol harga dolar AS tak kalah mahal. Bank swasta terbesar di Indonesia, misalnya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), menetapkan harga jual dolar AS sebesar Rp15.855 untuk transaksi TT counter dan bank notes. Harga dolar AS yang ditetapkan oleh BCA itu naik dibanding hari sebelumnya sebesar Rp15.820.

Sementara kurs jual dari BCA untuk transaksi transfer, e-Rate, ditetapkan di harga Rp15.715. Adapun bila nasabah ingin menjual dolar AS yang ia miliki ke bank, kurs beli ditetapkan Rp15.695 untuk transaksi transfer. Untuk transaksi TT counter dan bank notes, kurs beli dihargai sebesar Rp15.555.

Bank lain juga menaikkan harga jual dolar AS hari ini. Bank BUMN seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menetapkan kurs jual dolar AS hari ini sebesar Rp15.710 untuk special rate, naik tajam dibanding kemarin yang masih di harga Rp15.450.

Bank dengan jaringan cabang terbanyak, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), juga menaikkan harga valas yang dijual. Kurs jual dolar AS di bank ini ditetapkan Rp15.689 untuk transaksi e-Rate. Sedangkan kurs jual untuk TT counter dan bank notes ditetapkan sebesar Rp15.790.

Kenaikan harga jual dolar AS di bank-bank besar itu tidak terlepas dari yang terjadi di pasar valas sejak awal pekan ini. Nilai rupiah terhadap dolar AS sempat anjlok lebih dari 1% pada Senin dan pagi ini kembali dibuka melemah meski tipis.

Pada siang hari ini, rupiah spot berhasil naik tipis di tengah kekecewaan pasar akan stimulus China yang semula ditunggu lebih banyak lagi oleh para investor.

Rupiah spot naik 0,15% di level Rp15.657/US$, ketika indeks dolar AS sedikit turun di 102,41. Sedangkan di pasar forward, rupiah NDF cenderung menguat siang ini meski masih di kisaran di atas Rp15.600-an per dolar AS.

Data Bloomberg menunjukkan, rupiah NDF-1M yang kemarin ditutup di Rp15.750/US$, siang ini terpantau bergerak di Rp15.691/US$. 

Rupiah berbalik menguat mengakhiri sesi pertama perdagangan siang hari ini. Di pasar spot Asia, rupiah keluar sebagai mata uang kawasan yang menguat terbesar sampai siang ini.


Berita ini dikutip dari : Bloombergtechnoz.com
Ruisa Khoiriyah
08 October 2024 12:51

0 comments:

Posting Komentar