Jessica Zhou dan Winnie Zhu - Bloomberg News
Bloomberg, Harga bijih besi anjlok ke level terendah dalam tiga minggu, tanda bahwa investor meragukan apakah langkah terbaru China untuk menopang pasar properti akan mampu meningkatkan aktivitas konstruksi dan permintaan baja.
China akan memperluas program untuk mendukung proyek-proyek perumahan yang belum selesai hingga 4 triliun yuan (Rp8.720 triliun), kata Menteri Perumahan Ni Hong dalam konferensi pers hari ini (17/10/2024). Jumlah tersebut hampir dua kali lipat dari neraca belanja karena Beijing berusaha meredakan krisis real estat.
Harga bijih besi berjangka tetap turun 4% menjadi US$100,55 per ton di Singapura pada pukul 14.16 waktu setempat, menyentuh level terendah sejak 27 September. Sementara harga tembaga turun 0,8% dan aluminium turun 1,2% di London Metal Exchange.
"Kebijakan-kebijakan properti difokuskan pada penyelesaian tumpukan persediaan perumahan, yang tidak banyak membantu permintaan baja dalam jangka pendek," ujar Zhou Mingbo, analis dari GF Futures Co, melalui telepon
Harga bijih besi telah menguat dari level terendah dua tahun di bawah US$90 pada akhir September menjadi di atas US$110. Namun, harganya telah memudar karena serangkaian pengarahan China soal kebijakan ekonomi gagal memenuhi ekspektasi pasar.
Ekonomi China masih tertekan, pertumbuhan kuartal ketiganya kemungkinan akan berada di laju terlemahnya dalam enam kuartal, menurut survei Bloomberg.
Para investor menaruh harapan yang terlalu tinggi terhadap pengumuman stimulus pemerintah China, ujar Han Jing, analis dari SDIC Esssence Futures Co, melalui sambungan telepon. Telah terjadi pergeseran yang jelas dalam kebijakan China, tetapi skala dan lajunya akan menjadi lebih jelas secara bertahap.
Harga bijih besi turun lebih dari seperempat tahun ini, dan tekanan tidak hanya berasal dari permintaan China yang melemah. Pasokan yang relatif kuat telah ditekankan oleh perhitungan produksi kuartalan dari tiga penambang besar minggu ini. Vale SA dari Brasil mendorong produksinya ke level tertinggi sejak 2018.
Berita ini dikutip dari : Bloombergtechnoz.com
News
17 October 2024 14:30






0 comments:
Posting Komentar