Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga saham empat bank besar kompak menguat seiringan dengan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia edisi Oktober, yang mempertahankan BI Rate tetap di level 6%.
Pelaku pasar sepertinya sudah lebih dulu meyakini BI akan menahan suku bunga acuan. Ini tercermin dari pergerakan keempat saham bank itu yang sudah menguat sebelumnya, kala keputusan itu diumumkan Bank Sentral Indonesia.
Hingga pukul 14.20 WIB, sehari setelah pengumuman suku bunga acuan, berikut pergerakan harga empat saham bank besar berdasarkan data Bloomberg.
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melesat 3,21% ke level Rp7.225/saham
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) lompat 2,62% ke level Rp10.750/saham
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) terbang 1,82% ke level Rp5.575/saham
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguat 1,51% ke level Rp5.025/saham
Seperti diketahui, BI mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode Oktober. Hasilnya sesuai ekspektasi pasar, Gubernur Perry Warjiyo dan kolega mempertahankan suku bunga acuan.
"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 15–16 Oktober 2024 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 6%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75%," kata Perry Warjiyo, Gubernur BI, dalam jumpa pers usai RDG di Jakarta.
Keputusan ini selaras dengan perkiraan pasar. Konsensus 41 Analis/Ekonom yang disurvei oleh Bloomberg menghasilkan median 6% untuk BI Rate.
Keputusan tersebut guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Fokus kebijakan moneter jangka pendek pada stabilitas nilai tukar Rupiah karena meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.
“Fokus kebijakan moneter pada jangka pendek ini pada stabilitas nilai tukar Rupiah karena meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global,” jelas Perry.
Keputusan ini konsisten dengan arah kebijakan moneter untuk memastikan tetap terkendalinya inflasi dalam sasaran 2,5±1% pada 2024 dan 2025.
Analis Phintraco Sekuritas memaparkan, pasar merespon positif hasil RDG BI dan press conference yang menyertainya.
RDG BI memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di 6%.
“Hal yang menarik adalah BI membuka peluang pemangkasan lanjutan pada suku bunga acuan tergantung dengan perkembangan kondisi inflasi, nilai tukar Rupiah dan pertumbuhan ekonomi,” mengutip riset Phintraco. (fad)
Berita ini dikutip dari : Bloombergtechnoz.com
Muhammad Julian Fadli
17 October 2024 14:48






0 comments:
Posting Komentar