Super Kawaii Cute Cat Kaoani

Jumat, 06 September 2024

Saham Murah yang Tetiba Banyak Dilirik

 

JAKARTA, investor.id - Saham emiten properti The Ning King, PT Alam Sutera Tbk (ASRI) memang melemah 1,61% ke Rp 244 per akhir sesi I perdagangan 6 September 2024.

Tapi saham ini masih banyak yang melirik lantaran berfrekuensi cukup tinggi sebanyak 6.789 kali sepanjang sesi I. Adapun 168,20 juta saham ASRI ditransaksikan dengan total nilai transaksi Rp 40,23 miliar.

Saham Alam Sutera juga sempat menyentuh Rp 252 yang merupakan level tertingginya dalam tiga tahun terakhir.

Saham dengan kode ASRI dalam beberapa waktu belakangan sangat aktif dengan frekuensi tinggi, tepatnya sejak pekan lalu.

Padahal di 7 Agustus 2024, frekuensi perdagangan saham ASRI hanya 302 kali. Berbanding jauh dengan frekuensi perdagangan saham ASRI pada 5 September kemarin yang mencapai 18.012 kali. Harga sahamnya pun melonjak 15,89% kemarin.

Karena itulah, Bursa Efek Indonesia (BEI) menerbitkan pengumuman unusual market activity (UMA) atas saham ASRI tertanggal 5 September. Lantaran, menurut BEI, terjadi peningkatan harga saham ASRI di luar kebiasaan. Akibatnya BEI sedang mencermati pola transaksi saham Alam Sutera.

Per jeda siang 6 September, rasio price to book value (PBV) ASRI masih 0,43 kali atau undervalue masih murah. Nilai kapitalisasi pasarnya atau market cap ASRI Rp 4,79 triliun.

Jumlah pemegang saham Alam Sutera pe 31 Agustus 2024 sebanyak 37.607 pihak. Meningkat 971 pihak dari bulan sebelumnya yang berjumlah 36.636 pemegang saham. Pemegang saham publik menggenggam 43,92% saham Alam Sutera. Penerima manfaat akhirnya adalah The Ning King dan keluarga.

Ada Apa?

Alam Sutera (ASRI) sebenarnya membukukan laba bersih yang anjlok jadi Rp 18,65 miliar sepanjang semester I-2024. Berbanding jauh dari raihan laba bersih di semester pertama tahun lalu yang mencapai Rp 167,30 miliar.

Penyusutan laba bersih itu turut dipicu oleh rugi selisih kurs bersih Rp 149,30 miliar per 30 Juni tahun ini.

Manajemen Alam Sutera dalam konferensi pers public expose perseroan pada 26 Agustus 2024 menjelaskan bahwa terkait obligasi dalam dolar, pada laporan bulan Juni 2024 memang masih terdapat posisi utang dolar.

“Namun dapat kami sampaikan bahwa utang obligasi dolar perusahaan sudah dilunasi di bulan Juli 2024 dengan menggunakan pinjaman dari Bank BCA. Setelah pelunasan ini currency risk atau fluktuasi rupiah sudah tidak menjadi concern bagi perusahaan,” jelas manajemen sebagaimana dikutip dari laporan hasil public expose Alam Sutera.

Sekretaris Perusahaan Alam Sutera (ASRI), Tony Rudiyanto sebelumnya sudah mengungkapkan bahwa perseroan telah melakukan pembayaran kembali dan pelunasan secara penuh atas seluruh jumlah terhutang berdasarkan atau sehubungan dengan senior notes yang jatuh tempo pada tahun 2025. Tanggal kejadiannya pada 15 Juli 2024.

Tony menambahkan, dengan telah diselesaikannya jumlah terhutang senior notes, perseroan tidak lagi memiliki utang dolar.

“Sehingga pelunasan senior notes tidak memiliki dampak negatif terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan,” ungkapnya


Berita ini dikutip dari : Investor Daily

Penulis : Thresa Sandra Desfika
 6 Sep 2024 | 13:12 WIB

0 comments:

Posting Komentar