Super Kawaii Cute Cat Kaoani

Jumat, 06 September 2024

Astra Otoparts (AUTO) Pedekate dengan BYD, Intip Potensi Sahamnya


JAKARTA, investor.id – PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), sang raja suku cadang otomotif, telah memulai diskusi dengan produsen kendaraan listrik (EV) asal China, BYD, untuk kolaborasi di segmen xEV Indonesia.

“Kami melihat Astra Otoparts memiliki kemampuan dan kelincahan untuk mengikuti permintaan yang berkembang di segmen xEV Indonesia. Saat ini, Astra Otoparts juga sedang berkolaborasi dengan Wuling Indonesia untuk pasokan wheelbase dan baterai GS kendaraan listrik,” tulis RHB Sekuritas dalam risetnya.

Adapun pabrik BYD Indonesia diperkirakan mulai beroperasi pada 2026. Meski kandungan lokal pada tahap awal produksi diperkirakan masih minimal, produsen kendaraan listrik (electric vehicle/EV) harus mematuhi peraturan untuk memenuhi kandungan lokal minimum 40% pada 2022-2026, kemudian 60% pada 2027-2029 dan 80% pada 2030. Hal itu berdasarkan PP 79/2023.

Sementara itu, terkait kinerja, RHB yakin Astra Otoparts membukukan pendapatan yang tetap solid dari perdagangan pada kuartal III-2024, karena permintaan dari pasar suku cadang masih tumbuh. Emiten berkode saham AUTO tersebut ditaksir mampu mempertahankan rata-rata pendapatan bulanan dari perdagangan sebesar Rp 800 miliar pada Juli-Agustus 2024.

Pencapaian itu sekitar 10-15% di atas rata-rata pendapatan bulanan AUTO dari perdagangan pada 2023 yang sebesar Rp 700 miliar. “Bahkan dengan asumsi kontribusi konservatif pada September, kami perkirakan pendapatan dari perdagangan selama Januari-September 2024 sebesar Rp 6,9 triliun atau tumbuh 8,4% yoy, sekitar 82% dari perkiraan kami untuk tahun 2024,” jelas RHB.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

RHB juga memperkirakan neraca AUTO tetap kuat (proyeksi net cash 2024-2025), sehingga dapat mendukung pembayaran dividen.

Dengan berbagai pertimbangan, RHB mempertahankan rekomendasi buy untuk saham AUTO. Target harga saham AUTO dipatok sebesar Rp 2.800. Potensi dividend yield 2025 sebesar 5%.

Target harga tersebut mengimplikasikan P/E 2025 sebesar 7 kali, sesuai dengan rata-rata 3 tahun, termasuk 0% premi/diskon ESG karena nilai ESG AUTO sebesar 3,0 sesuai dengan median negara. Saat ini, saham AUTO diperdagangkan pada P/E 2024-2025 sebesar 5,9-5,6 kali atau standar deviasi (SD) -1 dari rata-rata 3 tahun.

Risiko utamanya jika volume penjualan mobil domestik lebih rendah dari perkiraan, biaya bahan baku lebih tinggi dari ekspektasi, dan terjadi perubahan regulasi pemerintah.


Berita ini dikutip dari : Investor Daily
Penulis : Jauhari Mahardhika
 6 Sep 2024 | 15:24 WIB

0 comments:

Posting Komentar