JAKARTA, investor.id - Saham emiten properti The Ning King, PT Alam Sutera Tbk (ASRI) melambung 11,50% per akhir sesi I perdagangan 23 September 2024 ini. Sebanyak 218,93 juta saham ditransaksikan, frekuensi 6.657 kali, dan nilai transaksi Rp 53,74 miliar.
Saham Alam Sutera (ASRI) berbalik arah setelah pada perdagangan 18, 19, dan 20 September 2024 memerah, masing-masing -3,05%, -0,79%, dan -10,32%.
Saham Alam Sutera berkode ASRI lagi naik daun karena dalam satu bulan terakhir melambung 62,58%. Dan dalam periode tiga bulan terakhir terbang 100%. Meskipun sudah melejit harga sahamnya, rasio price to book value (PBV) ASRI masih 0,44 kali undervalue. Sedangkan nilai kapitalisasi pasarnya Rp 4,95 triliun.
RHB Sekuritas sempat menyebut ada tiga katalis saham ASRI. Pertama, refinancing obligasi US$ 251 juta bermodal pinjaman rupiah dari BCA dengan nilai yang sama. Kupon obligasi itu 12%, sedangkan pinjaman dari BCA hanya 8%, sehingga perseroan bisa hemat bunga 5% per tahun atau ekuivalen Rp 214 miliar. Perseroan juga bisa menurunkan biaya lindung nilai.
Kedua, peluncuran Alam Sutera 2 yang berlokasi strategis dekat Ikea dan sejumlah outlet premium. Ketiga, tulis RHB, saham ASRI terdiskon besar.
Rekomendasi dan Target Harga
Per Juni 2024, presales Alam Sutera (ASRI) mencapai Rp 1,19 triliun atau 42% dari target Rp 2,8 triliun. Sebanyak 84%-nya berasal dari proyek Alam Sutera dan Suvarna Putera.
Perseroan masih memiliki 1.957 hektare (ha) land bank, cukup untuk operasional selama 15-20 tahun ke depan. Per Juni lalu, perseroan merilis tiga klaster, yakni Cassia, Agrea, dan Gramercy dengan presales Rp 330 miliar.
ASRI siap merilis Alam Sutera-2 dengan total land bank 100 ha, yang lokasinya berseberangan dengan Alam Sutera-1. Harga jualnya mulai di bawah Rp 1 miliar, setengah dari rata-rata dua kota mandiri perseroan lainnya.
Target harga saham ASRI dari RHB adalah Rp 300.
Berita ini dikutip dari : Investor Daily
Penulis : Thresa Sandra Desfika
23 Sep 2024 | 12:24 WIB





0 comments:
Posting Komentar