JAKARTA, investor.id - Saham emiten batu bara, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) loncat 1,24% ke Rp 26.500 pada akhir sesi I perdagangan 24 September 2024.
Sejumlah 1,45 juta saham Indo Tambangraya ditransaksikan, frekuensi 2.160 kali, dan nilai transaksi Rp 38,24 miliar.
Saham ITMG juga menguat 1,06% pada perdagangan 23 September kemarin.
Saham Indo Tambangraya menguat, jelang perseroan akan membayarkan dividen tunai interim tahun buku 2024 sebesar US$ 90 juta atau setara dengan Rp 1.228 per saham kepada pemegang saham pada 25 September besok.
“Dividen ini mewakili 70% dari laba bersih perseroan yang dilaporkan sepanjang semester pertama 2024,” jelas manajemen Indo Tambangraya dalam keterangan resmi, beberapa waktu lalu.
Cum dividen interim Indo Tambangraya di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 9 September 2024 ini. Setelah cum date, saham ITMG sempat melemah hingga menyentuh Rp 25.900 pada akhir perdagangan 20 September. Tapi kini saham ITMG kembali bangkit.
Dividen interim akan dibagikan kepada pemegang saham batu bara Indo Tambangraya (ITMG) yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) atau recording date pada tanggal 11 September 2024.
Ekspektasi
Pembagian dividen interim Indo Tambangraya Megah (ITMG) kali ini berdasarkan data keuangan perseroan per 30 Juni 2024 dengan laba bersih US$ 129,07 juta.
Menurut manajemen Indo Tambangraya (ITMG) , pembagian dividen tunai interim ini juga telah merujuk pada keputusan direksi tanggal 26 Agustus 2024 yang disetujui oleh dewan komisaris perseroan pada tanggal 29 Agustus 2024.
Sebelumnya, Investment Analyst Stockbit Hendriko Gani mengungkap hal tak terduga. Menurutnya meski dividend payout ratio dividen interim ITMG ini lebih besar dibandingkan estimasi pihaknya atas total pembagian dividen ITMG tahun buku 2024 di level 65%, jumlah dividen yang dibagikan hanya mencapai 29,4% dari estimasinya atas total dividen ITMG tahun buku 2024 di level Rp 4.175/saham.
“Hal ini disebabkan oleh realisasi laba bersih ITMG selama 1H24 yang hanya mencapai 31,9% dari estimasi kami di level US$ 404 juta, ditekan oleh pembengkakan biaya usaha dan kerugian lain-lain,” sebut Hendriko dalam ulasannya belum lama ini.
Berita ini dikutip dari : Investor Daily
Penulis : Thresa Sandra Desfika
24 Sep 2024 | 12:15 WIB





0 comments:
Posting Komentar