JAKARTA, investor.id - Saham emiten portofolio Lo Kheng Hong, PT ABM Investama Tbk (ABMM) bikin heboh pasar pada perdagangan 28 Agustus 2024 lalu.
Kala itu harga saham emiten batu bara ini tiba-tiba melonjak 18,02% dalam sehari ke Rp 4.650. Saham ABMM juga sempat lari ke Rp 5.750 pada perdagangan 29 Agustus yang merupakan level tertingginya sepanjang masa, namun kemudian akhirnya ditutup di Rp 4.770.
Lonjakan harga saham pada perdagangan 28 dan 29 Agustus diiringi volume besar. Di 28 Agustus, jumlahnya 47,49 juta saham ditransaksikan, frekuensi 17.635 kali, dan nilai transaksi Rp 207,74 miliar. Pada 29 Agustus, jumlahnya 105,72 juta saham ditransaksikan, frekuensi 43.458 kali, dan nilai transaksi Rp 538,95 miliar.
Sebagai perbandingan, pada 27 Agustus, volumenya hanya 7,06 juta saham ditransaksikan, frekuensi 1.869 kali, dan nilai transaksi Rp 27,67 miliar.
Setelah kejadian tanggal 28 dan 29 Agustus, seolah-olah tak ada pergerakan luar biasa lagi pada saham ABMM.
Di pekan pertama September pun saham ini tiga hari bursa berturut-turut memerah, yakni pada 3, 4, dan 5 September 2024 masing-masing -3,55%, -1,52%, dan -1,10%. Adapun pada Jumat, 6 September saham ABMM naik tipis 0,66% ke Rp 4.510.
Dalam satu bulan terakhir, saham ABM Investama dengan kode ABMM masih menguat 21,89%, yang merupakan efek dari lonjakan harga pada 28 Agustus.
Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat juga meminta penjelasan terkait volatilitas saham ABMM. Dan dari manajemen ABMM menjawab bahwa perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal.
Saham Diskon dan Lo Kheng Hong
Saham emiten batu bata ABM Investama (ABMM) memiliki rasio price to book value (PBV) dan price earning ratio (PER) yang relatif rendah alias diskon. Bahkan setelah harganya naik, PBV ABMM masih 0,97 kali dan PER 3,86 kali (annualised). Itu berdasarkan harga saham per akhir perdagangan 6 September.
Investor kawakan Lo Kheng Hong tercatat sebagai pemegang lebih dari 5% saham ABMM. Dan dirinya terpantau sedang getol menambah kepemilikan atas saham ini. Per 30 Agustus 2024, Lo Kheng Hong sudah memiliki 147.517.000 (5,36%) saham ABMM.
Di sisi lain, hingga berita ini ditulis, ABM Investama belum menyampaikan laporan keuangan untuk periode yang berakhir untuk 30 Juni 2024.
Menurut manajemen, ABM Investama akan melakukan penyampaian laporan keuangan kuartal II untuk tahun buku 2024 yang diaudit oleh akuntan publik.
9 Sep 2024 | 08:04 WIB





0 comments:
Posting Komentar