Bloomberg Technoz, Jakarta - Analis saham ternama di dunia, JPMorgan, mengunggulkan dua saham Indonesia di kancah global untuk ASEAN High-Conviction Picks terbaru pada September 2024.
Para ahli strategi termasuk Rajiv Batra serta Khoi Vu tim Analis JPMorgan Singapura, Kae Pornpunnarath JPMorgan Thailand, dan Yen Voo asal Malaysia memaparkan, ASEAN High-Conviction Picks terbitan JPMorgan adalah pilihan saham yang dipilih secara kolaboratif oleh tim riset terbaik di seluruh Asia Tenggara.
“Pilihan kami termasuk saham berperingkat overweight yang kami yakini akan memiliki prospek kinerja yang unggul,” jelasnya dalam riset JPMorgan terbaru.
Bulan September yang bersifat ‘gloomy’, JPMorgan mengangkat rekomendasi saham Gamuda Bhd. (GAM MK) dari saham Malaysia, penambahan Bumrungrad Hospital Pcl. (BH TB) dari saham Thailand, penambahan Hong Leong Bank Bhd. (HLBK MK) di Keuangan, dan juga penambahan Klccp Stapled Group. (KLCCSS MK) di Property.
Menariknya, JPMorgan mengunggulkan BBCA dari saham-saham Indonesia, dan penambahan UNTR di Infra, Transportasi dan Industri, sebagai rekomendasi saham pilihan dan saham potensial.
“Kami melihat saham BBCA sebagai yang terbaik di kelasnya dalam hal RoA, manajemen risiko, dan rasio likuiditas. Tren ini juga bertahan dalam data bulanan. Oleh karena itu, kami memperkirakan saham akan terangkat,” jelasnya.
Berdasarkan riset, saham BBCA dijagokan hingga kenaikan target harga mencapai Rp12.000/saham dengan rating overweight. Analis JPMorgan memiliki keyakinan tinggi bahwa saham BBCA dapat mengungguli benchmark pasar, atau saham sejenis di industrinya.
Untuk saham UNTR, alasannya, JPMorgan melihat kenaikan jangka pendek untuk saham UNTR dilatarbelakangi hasil Kuartal kedua 2024 yang kuat baru-baru ini dan peningkatan panduan selama panggilan pendapatan.
“Data operasional bulanan bisnis kontraktor pertambangan Pama Persada terus menunjukkan momentum amat kuat yang kami percaya dapat memberikan dukungan ke sisi pendapatan. Reli lebih lanjut di harga Emas adalah katalis bonus untuk kenaikan,” terangnya.
Saham UNTR punya target harga amat potensial mencapai Rp32.000/saham, juga dengan rating overweight.
Setiap bulan, lembaga keuangan asal Amerika Serikat tersebut, meminta analis saham untuk membuat pilihan-pilihan saham potensial mereka di masing-masing negara termasuk di ASEAN. Ide investasi yang diberikan juga disesuaikan dengan strategi yang dipilih ini.
Dengan riset terbaru tersebut pada September 2024, JPMorgan punya jagoan saham BBCA dan saham UNTR kedalam saham pilihan untuk ASEAN High-Conviction Picks.
Sebagai gambaran metodologi JPMorgan, kriteria utama yang akan membentuk kerangka kerja untuk pemilihan saham berdasarkan list di atas adalah:
- Kinerja sektor dan segmen negara akan ditelusuri dan dinilai secara individual dan bukan sebagai portofolio keseluruhan;
- Penambahan dan/atau penghapusan saham dilakukan sebulan sekali;
- Kinerja setiap negara dan segmen akan diriset dalam pasar USD (absolut dan relatif) selama sebulan dan tahun hingga saat ini;
- Kinerja relatif akan ditelusuri untuk setiap negara dan sektoral terhadap MSCI ASEAN;
- Tim negara dan sektor memiliki opsi untuk tidak memiliki saham yang disebutkan dalam segmen mereka;
- Nilai perdagangan harian minimum US$1 juta (berdasarkan rata-rata 1-3 bulan berdasarkan trading value).
Sebagai salah satu acuan, berikut rekomendasi saham dan juga target harga saham keseluruhan berdasarkan konsensus Bloomberg, mengutip data pada 11 September 2024,
Rekomendasi dan Target Harga Saham
BBCA
Target harga 12 Bulan ke depan: Rp11.432/saham
UNTR
Target harga 12 Bulan ke depan: Rp29.350/saham
Berita ini dikutip dari : Bloombergtechnoz





0 comments:
Posting Komentar