Bloomberg, Bursa saham China fluktuatif pada awal perdagangan hari ini (16/10/2024) sebagai respons kekecewaan yang semakin besar atas laju peluncuran stimulus fiskal.
Indeks CSI 300 turun 0,3% pada pukul 9:56 pagi waktu setempat setelah turun sebanyak 1,3% sebelumnya, sehingga kerugian sejak level tertinggi 8 Oktober menjadi lebih dari 10%. Indeks saham-saham China yang terdaftar di Hong Kong membalikkan penurunan sebelumnya sebesar 1%.
Pasar telah mengalami pasang surut sejak akhir September, ketika serangkaian langkah stimulus oleh bank sentral memicu optimisme yang kini dengan cepat mereda.
Saat Beijing membutuhkan waktu untuk merinci rencana belanja fiskal, skeptisisme meningkat mengenai apakah otoritas bersedia mengerahkan kekuatan yang lebih besar untuk membalikkan keadaan ekonomi dan pasar.
"Lonjakan momentum bersejarah pada akhir September ini tentu saja tidak berkelanjutan, dan karena betapa cepatnya pasar naik, pasar dapat jatuh dengan cepat pula," kata Marvin Chen, ahli strategi di Bloomberg Intelligence.
"Namun, secara keseluruhan langkah-langkah kebijakan bergerak ke arah yang benar dengan laju yang lebih cepat, dan ketika keadaan mulai tenag, ekuitas China mungkin masih akan diperdagangkan di kisaran yang lebih tinggi daripada sebelumnya."
Meskipun penurunan sebesar 10% akan mendorong indikator ke dalam koreksi teknikal, volatilitas ekstrem yang mencengkeram saham-saham China akhir-akhir ini membuat pencapaian seperti itu menjadi kurang berarti.
CSI 300 melonjak lebih dari 30% dalam waktu sekitar tiga minggu sejak pertengahan September sebelum kehilangan momentum.
Para investor China terbelah mengenai apakah reli telah mencapai puncaknya atau apakah masih ada ruang untuk kenaikan lebih lanjut.
Peristiwa penting selanjutnya ialah konferensi pers oleh menteri perumahan pada Kamis (17/10/2024), di mana pihak berwenang bisa memberikan rincian lebih lanjut tentang langkah-langkah untuk mendukung sektor properti yang sedang lesu di negara ini dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Kekecewaan apa pun dari peristiwa tersebut dapat meningkatkan aksi jual.
Menteri Ni Hong akan menjadi pejabat ekonomi senior terbaru yang berbicara di depan umum mengenai perubahan arah pemerintah untuk menstabilkan pertumbuhan, setelah Gubernur People's Bank of China (PBOC) Pan Gongsheng, Menteri Keuangan Lan Fo'an, dan ketua badan perencanaan ekonomi negara tersebut, Zheng Shanjie.
Dua konferensi pers terakhir oleh Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) dan Kementerian Keuangan "telah mengecewakan, sehingga tidak ada alasan untuk meningkatkan harapan untuk konferensi pers besok," ujar Vey-Sern Ling, direktur pelaksana di Union Bancaire Privee.
Berita ini dikutip dari : Bloombergtechnoz.com
News
16 October 2024 09:40






0 comments:
Posting Komentar