Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga emas Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk turun pada perdagangan hari ini. Koreksi yang senada dengan harga emas dunia.
Pada Selasa (15/10/2024), emas Antam dibanderol Rp 1.488.000/gram. Turun Rp 2.000 dibandingkan hari sebelumnya.
Sementara harga pembelian kembali (buyback) oleh Antam ada di Rp 1.338.000/gram. Berkurang Rp 2.000 dari posisi kemarin.
Penurunan harga emas dunia ikut mempengaruhi harga emas Antam. Kemarin, harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 2.650,3/troy ons. Turun 0,25% dibandingkan posisi penutupan perdagangan akhir pekan lalu.
Rilis data ekonomi di AS belum menguntungkan bagi harga emas. Akhir pekan lalu, US Bureau of Labor Statistics mengumumkan laju inflasi pada September sebesar 0,3% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm). Lebih tinggi ketimbang ekspektasi pasar yang memperkirakan di 0,2% mtm.
Dibandingkan September tahun lalu (year-on-year/yoy), laju inflasi Negeri Paman Sam berada di 2.4%. Lagi-lagi lebih tinggi dari ekspektasi pasar dengan perkiraan 2,3% yoy.
Sementara laju inflasi inti (core) pada September berada di 0,3% mtm. Juga lebih tinggi dari perkiraan pasar yakni 0,2% mtm.
Secara tahunan, inflasi inti September ada di 3,3% yoy. Di atas perkiraan pasar yaitu 3,2% yoy.
“Dengan inflasi yang di atas perkiraan, mungkin kita akan melihat The Fed (Federal Reserve, bank sentral AS) yang dovish,” ujar Bart Melek, Global Head of Commodity Strategy di TD Securities, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Inflasi yang masih ‘panas’ itu akan mempengaruhi arah suku bunga acuan. Jika inflasi masih tinggi, maka The Fed akan ragu untuk bertindak agresif dalam melonggarkan kebijakan moneter.
Berdasarkan CME FedWatch, peluang penurunan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,5-4,75% pada November adalah 86.8%. Lebih rendah ketimbang kemarin yang mencapai 89,5%.
Sementara kemungkinan Federal Funds Rate bertahan di 4,75-5% mencapai 13,2%. Naik dibandingkan kemarin yaitu 10,5%.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga masih tinggi.
Berita ini dikutip dari : Bloombergtechnoz.com
Hidayat Setiaji
15 October 2024 08:40





0 comments:
Posting Komentar