DCII merupakan perusahaan pengembang dan pemilik pusat data (data center) swasta terbesar di Indonesia. Perusahaan ini dikendalikan Otto Toto Sugiri, Marina Budiman, Han Aming Hanfia, hingga Anthoni Salim pemilik grup Salim. Sedangkan hingga pukul 10.00 WIB, penguatan saham DCII mencapai Rp 5.600 (10,73%) menjadi Rp 57.800.
DCII merupakan perusahaan data center pertama yang mencatatkan saham di BEI. Saham ini listing perdana dengan harga Rp 420 pada 6 Januari 2024. Saham DCII merupakan saham listing perdana yang fenomenal tahun 2021. Sebab, saham ini catatkan auto reject atas (ARA) berbulan-bulan setelah resmi masuk bursa dengan kenaikan dari Rp 420 menjadi Rp 59.000 pada 17 Juni 2021 atau melesat 13.947%.
Dengan harga tertinggi Rp 62.600, maka penguatan saham DCII telah mencapai 14.804,76% atau naik lebih dari 149 kali terhitung sejak 6 Januari 2021 hingga 13 September 2024. Bahkan, saat ini kapitalisasi pasar (market cap) DCII telah lebih dari Rp 134 triliun mengalahkan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (IBCP) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS).
Dengan harga tertinggi Rp 62.600, maka penguatan saham DCII telah mencapai 14.804,76% atau naik lebih dari 149 kali terhitung sejak 6 Januari 2021 hingga 13 September 2024. Bahkan, saat ini kapitalisasi pasar (market cap) DCII telah lebih dari Rp 134 triliun mengalahkan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (IBCP) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS).
DCII sedang meningkatkan kapasitas DCI-H1 dengan membangun gedung kelima di lokasi tersebut. Gedung tersebut akan menambah kapasitas pusat data DCII hingga 36 MW dari total target penambahan kapasitas tahun ini sebesar 119 MW.
Berdasarkan data registrasi pemegang saham, Otto Toto Sugiri bertindak sebagai pemegang terbanyak 29,9% ssaham DCII, disusul Marina Budiman menguasai sebanyak 22,51% saham DCII, dan Han Arming Hanafia sebanyak 11,12%. Adapun Anthoni Salim, pengendali grup Salim, menguasai 11,12% saham DCII. Kenaikan tersebut menjadikan kekayaan Otto Toto Sugiri melesat menjadi US$ 3 miliar.
Grafik Saham DCII
Berita ini dikutip dari : Investortrust
Editor | Parluhutan Situmorang






0 comments:
Posting Komentar