Super Kawaii Cute Cat Kaoani

Selasa, 24 September 2024

Pasar Obligasi Rebound, Asing Rekor Belanja Terbesar Sejak 2019

 

Bloomberg Technoz, Jakarta - Setelah terkoreksi pada awal pekan, pasar surat utang negara mencetak rebound tipis hari ini. Sejak pembukaan pasar, kurva imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) mayoritas bergerak turun.

Berdasarkan data Bloomberg tengah hari Selasa ini, yield curve SBN tenor 2Y turun tipis 0,8 bps ke level 6,18%. Sementara tenor 5Y bahkan terpangkas hingga 2,2 bps ke 6,16%. Adapun tenor 10Y, berubah sedikit ke level 6,43%.

Arus beli di pasar surat berharga negara domestik terpantau makin membesar sejak bulan lalu, didukung oleh dimulainya siklus penurunan bunga global dan BI rate. Mengacu data otoritas, pada 19 September, asing membukukan nilai belanja bersih di SBN senilai US$629,8 juta, sekitar Rp9,56 triliun. Angka itu menjadi nilai belanja asing dalam sehari, yang terbesar, dalam lima tahun terakhir atau sejak 5 Juli 2019 lalu.

Kepemilikan asing di SBN pun jadi melejit tajam, mencapai Rp863,44 triliun, tertinggi sejak awal Maret 2022 ketika gelombang kenaikan suku bunga global belum dimulai.

Rebound pasar surat utang RI itu berlangsung ketika Kementerian Keuangan menggelar lelang rutin sukuk negara (SBSN) sejak pagi hingga siang tadi, dengan target perolehan Rp8 triliun. 

Perburuan investor di pasar surat utang, akhirnya juga memberikan penguatan pada nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Rupiah yang tadi pagi dibuka menguat, pada tengah hari ini masih bertahan di zona hijau penguatan di posisi Rp15.176/US$.

Sementara di pasar saham, IHSG ditutup sedikit naik pada sesi pertama perdagangan ke level 7.781,74 atau naik 0,08% di tengah reli bursa saham di Asia sejak pagi tadi, terungkit sentimen pemangkasan bunga acuan The Fed lebih lanjut di sisa tahun.

Indeks saham di China bahkan melompat tinggi menyambut paket stimulus yang dilansir oleh otoritas di negeri kedua terbesar di dunia itu.

Indeks saham di Hong Kong, Hang Seng melompat 3,7% sampai siang ini. Begitu juga indeks CSI 300 yang naik 3,6%, disusul oleh Shenzhen 3,44%.

Bank sentral China, PBOC, memutuskan kewajiban giro wajib minimum perbankan ke level terendah sejak 2020 silam. Tingkat suku bunga utama di negeri itu juga dipangkas. Keputusan dua kebijakan pelonggaran sekaligus itu juga menjadi yang pertama kali terjadi dalam satu dasawarsa terakhir, menandai betapa pentingnya urgensi pemberian stimulus pada perekonomian yang terancam kelesuan lebih buruk.


Berita ini dikutip dari : Bloombergtechnoz
Ruisa Khoiriyah
24 September 2024 12:49

0 comments:

Posting Komentar